SAAT CONOR MCGREGOR KEHABISAN BENSIN

Floyd Mayweather Jr memberi “pesan” penting pada Conor McGregor jika ring tinju bukan arenanya. (Sumber foto: http://mmajunkie.com)

Hari Minggu pagi 27 Agustus 2017, saya kembali kebat-kebit mencari kanal streaming buat nonton “The Phenomenal Fight“.

Hasil akhirnya bisa nangkring di iflix via Xiaomi Redmi Note 4. Lumayanlah setelah bolak-balik lantai 2 dan 1 di rumah bisa nonton sampai tuntas. Ya, tuntas, tapi puas? Hmm, soal ini tunggu dulu…

Meski penggemar berat The Notorious, saya tidak menjagokan petarung MMA asal Irlandia kali ini. Ada banyak alasan untuk itu di antaranya ucapan langsung dari Royce Gracie waktu ke Jakarta beberapa waktu lalu. Lalu ucapan mantan lawannya Jose Aldo, jika Irish man itu hanya mengejar uang untuk meladeni tantangan Flyod Mayweather Jr.

Ya, ucapan Aldo ada benarnya. Bayangkan saja dalam pertarungan itu kalah atau menang, McGregor disebut menerima sekitar Rp 1,3 triliun. Bayaran ini kabarnya 10 kali lipat lebih banyak dibanding saat ia mengalahkan Eddie Alvarez pada November 2016.

Tapi apapun itu, pertarungan sudah usai seperti prediksi banyak orang. Hanya keberuntungan yang bisa membuat McGregor mengalahkan Mayweather Jr. Ya, Mayweather memang hebat di MMA UFC, tapi penyesuaian hanya beberapa bulan untuk mengalahkan orang yang pernah mengalahkan nama beken seperti Manny Pacquiao, Shane Mosley, Juan Manuel Marquez dan Oscar De Lahoya tentu butuh keajaiban.

Satu hal yang hilang di pertarungan ini yaitu ciri khas McGregor sebagai The Notorious. Tidak ada killer punch atau power punch layaknya ketika dia menghadapi Eddia Alvarez, Nate Diaz, Jose Aldo dan Chad Mendes. Malah acap kali dia nampak kikuk melontarkan pukulan yang sesuai aturan tinju. Hasilnya beberapa kali wasit memberinya peringatan.

Cara McGregor memukul pun mengingatkan pada gaya George Foreman. Mungkin bobotnya tetap keras, tapi jelas itu bukan masuk kategori power punch. 

Selepas ronde kelima, McGregor pun nampak beyond the limit alias “keabisan bensin”. Napasnya tidak lagi stabil, dan bahaya pun mengancam. Ya, di MMA UFC pun, MacGregor pernah kehabisan napas seperti kala pertarungan keduanya dengan Nate Diaz.

Meski kala itu, ia berhasil menang angka tapi babak belur dipukuli Diaz. Beruntung, efek pukulan Mayweather Jr nampak tidak sekeras Nate Diaz, sehingga wajah The Notorious masih mulus meski sempat terhuyung-huyung di ronde ke-10 setelah menerima bogem rivalnya.

Dari tayangan ulang, banyak pukulan Maywather Jr yang meleset saat menghujani tubuh dan wajah Irish man itu, tapi karena kehabisan bensin McGregor sudah nampak tidak mampu memberikan perlawanan. Pelukan wasit pun menghentikannya…

Ini mah kalau orang tua di tanah Betawi bakal bilang, “Mangkenye tong, jangan suka lagi maen di mari. Ngeri, mending lu balik lagi dah ke kampung lu.”

Yup, dunia tinju bukan dunia McGregor, dia harus kembali lagi ke habitatnya di MMA-UFC.

“Tapi kalau ada tawaran Rp 1,3 triliun lagi bagemana, bang?”

Nah, ntu yang bikin doi sulit nolak. Bener gak, guys…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s