MAKNA QURBAN DAN SEBUAH UPAYA KEBAIKAN KECIL

It’s just the smallest goat in the field.

Saya memang bukan ahli agama, itu dulu sebagai pembuka biar tidak salah kaprah. Cerita ini sekadar berbagi pendapat tentang makna “Qurban” dari kacamata seorang awam.

Idul Adha tahun ini (2017), alhamdulillah ada sedikit rezeki untuk membeli seekor kambing kecil. Ya, di antara 14 ekor kambing yang dikurbankan oleh para warga lainnya di areal perumahan, kambing kami yang ukurannya terkecil. Apalagi kalau disandingkan dengan tiga ekor sapi yang ada.

Jadi kalau dianggap “riya” kok rasanya jauh yah, lha wong, ini kambing terkecil lho

Buat kami, kurban ini lebih kepada tanda bersyukur atas segala nikmatNya. Jadi kalau diganjar pahala oleh Allah SWT, kami anggap sebagai bonus. Tidak diganjar pahala pun tetap terima kasih, karena ini bentuk terima kasih yang sangat kecil atas segala kuasaNya pada kehidupan kami di keluarga kecil ini.

Rasanya saya juga merasa sudah melewati fase umur untuk menjadi yang terbaik, ini lebih kepada upaya berbuat baik meski terlihat kecil di antara kebaikan lainnya yang ada.

Kurban kali ini juga mengajarkan makna jika menjadi yang terbaik itu penting, tapi sekaligus membahayakan kalau tanpa kontrol yang baik karena salah-salah bisa menganggap diri paling benar, yang lain jadi kelihatan selalu salah.

Buat saya dan keluarga, kurban kali ini mengajarkan satu makna penting jika jangan pernah berhenti berusaha menjadi dan berbuat kebaikan sekecil apapun itu.

Yuk, terus berusaha berbuat baik dengan ikhlas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s