SAAT KOMISARIS GORDON BERUBAH JADI DIKTATOR

Akting Ryan Reynolds dan Samuel L. Jackson di film The Hitman’s Bodyguard (2017) sangat pas untuk merangkul seluruh pemuja film action di seluruh dunia, baik kalangan old skull moviegoers ataupun generasi milenia baru.

Ya, ini adalah film kategori Box Office.

Ada akting Ryan Reynolds (berperan sebagai Michael Bryce) dengan ekspresi konyolnya a la Deadpool yang kali ini tampil penuh kalkulasi sebagai secret service kelas premium, ataupun gaya nyentrik Samuel L. Jackson (berperan sebagai Darius Kincaid) a la Nick Fury di serial The Avengers yang kali ini tampil sebagai hitman papan atas yang sangat teramat sulit ditaklukkan.

Buat penyenang otomotif, khususnya aksi kejar-kejaran mobil, Anda juga bisa melihat bagaimana mobil keluarga sekelas Ford C Max bisa menaklukkan para SUV tangguh seperti Volvo XC90, BMW X5, Mercedes-Benz M-Class, Porsche Cayenne, dan beberapa model SUV tangguh lainnya.

Aksi heroik keduanya sangat menghibur, sehingga durasi film yang nyaris dua jam justru terasa singkat alias film ini menurut saya sangat menarik untuk ditonton, khususnya bagi para penggemar film action.

Di satu kesempatan Kincaid sempat berkata pada Bryce, “Muke lu tuh kalau lagi gagal dan bengong kayak muke Macaulay Calkin di Home Alone.”

Penampilan Salma Hayek (berperan sebagai Sonia Kincaid) sebagai istri Darius dan Elodie Yung (berperan sebagai Amelia Roussel) sebagai kekasih Bryce juga tidak sebagai pemanis film, keduanya turut memberikan dan meramaikan jalannya cerita.

Tapi dibanding keempatnya, entah kenapa perhatian saya tertuju pada Gary Oldman yang berperan sebagai tokoh antagonis Vladislav Dukhovich. Jika sebelumnya Gary Oldman berperan sebagai tokoh polisi yang jujur Komisaris Gordon di trilogi Batman bersama Christian Bale, kali ini sebagai diktator di Belarus (negara pecahan Sovyet) yang diajukan ke Pangadilan Kejahatan Internasional di Belanda.

Sesuai perannya, tidak ada lagi sisi bijaksana a la Komisaris Gordon yang ditampilkan oleh Oldman. Sebaliknya dengan perannya, Oldman menampilkan akting yang menawan sebagai tokoh yang keji dan nekat berbuat apa saja untuk menghabisi musuh-musuh politiknya termasuk para saksi yang bisa memberatkan.

Terlepas kemudian dua tokoh protagonis Bryce dan Kincaid bisa menghentikan aksinya, tapi ada pesan yang luar biasa sebagai pengingat kita semua, jika sangat sulit mengadili sebuah bentuk kejahatan luar biasa di bumi manusia. Pasalnya tokoh-tokoh jahat akan melawan dengan habis-habisan pula.

Apakah ini seperti halnya kejahatan kemanusiaan pada orang-orang Rohingya di Myanmar yang cenderung diabaikan dunia, kejahatan kemanusiaan di Gaza, ataupun tidak jarang kejahatan tampil dengan topeng religi.

Silakan Anda memberikan jawaban masing-masing…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s