HAFIZH SYAHRIN & PODIUM EMOSIONAL DI MOTO2 SIRKUIT MISANO 2017

Pembalap Moto2 asal Malaysia ini diharapkan sudah bisa masuk ke MotoGP tahun 2019.

26 lap Moto2 2017 di sirkuit Misano – Italia, Minggu (10/9), menjadi momen penuh emosional untuk pembalap Malaysia Hafizh Syahrin (Petronas Raceline Malaysia).

Berhasil merebut podium (ketiga) untuk pertama kalinya di luar sirkuit Sepang Malaysia, membuat pembalap berusia 23 tahun itu menangis terharu saat diwawancara media.

“Selama ini saya selalu berusaha belajar dari setiap kesalahan, terus maju dan menekan. Terima kasih kepada Tuhan, seluruh tim dan keluarga yang terus mempercayai saya,” kata Syahrin sambil menangis terharu.

Hafizh Syahrin, harapan terbaik Malaysia saat ini di ajang balapan Moto2 ke depan.

Ya, meraih podium ketiga di balapan sekelas Moto2 tentu sangat berkesan buat pembalap asal Asia Tenggara seperti Hafizh Syahrin. Di tengah kondisi trek yang basah dan hujan, Hafizh Syahrin berhasil finish Dominique Aegerter (Kiefer Racing) dan Thomas Luthi (CarXpert Interwetten).

Ini adalah podium ketiga bagi pembalap bertinggi 180 cm dalam karir balapnya di Moto2, setelah meraih hasil yang sama di Malaysia pada tahun 2012 silam.

Di tahun 2010 ini dari 13 seri yang telah digelar, pencapaian Syahrin cukup apik dalam perolehan poin karena hanya pada seri Qatar (seri 1) dan seri Jerman (seri 12) dirinya gagal mendulang poin. Hasilnya saat ini Hafizh Syahrin berhasil berada di posisi 10 klasemen sementara Moto2 dengan nilai 66. Sebuah hasil yang cukup baik, karena ia harus bersaing dengan 41 pembalap dari berbagai negara yang bertarung di kelas Moto2 2017.

Meski prestasi ini diprediksi membuatnya masih harus berjibaku di kelas Moto2 pada tahun 2018 mendatang. Dikutip dari situs Crash, bos LCR Honda Lucio Cecchinello mengatakan, “Sudah bukan rahasia lagi jika pemerintah Malaysia berharap ada pembalapnya yang berlaga di kelas MotoGP. Masalahnya mereka belum memiliki pembalap yang kompetitif. Untuk itu mereka memang telah membuat program pendukung untuk merealisasikan tujuan itu.”

CEO Sepang International Circuit Razlan Razali mengemukakan, “MotoGP di Malaysia akan terus meningkat penontonnya ke depan, dan kami akan mendukung Hafizh jika diperlukan. Meski demikian tahun 2018 masih terlalu dini buatnya ke MotoGP. Untuk sampai ke sana, Hafizh harus bisa masuk setidaknya ke lima pembalap teratas bahkan menjadi menjadi salah satu kandidat juara Moto2 dulu sebelum masuk ke MotoGP. Mungkin baru di tahun 2019.”

Pada tahun 2016 lalu, lebih dari 150 ribu penggemar MotoGP hadir di seri Malaysia. Dan pada tahun 2017 ini, targetnya mendekati 170.000 penonton.

Di sini? Hmm, boro-boro nonton balapan dunia yang ada hobinya lebih suka turun ke jalan ramai-ramai dan berkelanjutan kayak serial sinetron kejar tayang. Atau parlemen yang semakin ngotot membekukan lembaga anti surah.

Ngomong-ngomong nomor start 55 di motor Hafizh Syahrin, tiba-tiba ingat nomor start Galang Hendra di seri ketujuh WSSP300 di sirkuit Portimao – Portugal pada tanggal 15 – 17 September 2017. Mudah-mudahan anak muda asal Yogyakarta bisa membanggakan Indonesia di Eropa, amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s