SEPEDA LIPAT CUSTOM KAKAK OKA

Biaya customnya sudah lebih dari separuh harga sepeda.

Sudah cukup lama ingin menulis tentang sepeda lipat custom punya Oka, putri sulungku.

Jadi ceritanya begini, beberapa waktu lalu bini atawa bundanya ngabarin, “Ada sepeda lipat tuh murah di Carrefour cuma satu juta.”

Singkat cerita pas ada sedikit rezeki lebih meluncurlah kami ke Carrefour deket rumah buang angkut tuh sepeda. Ternyata banderol murahnya jadi lebih murah “cuma” Rp 750 ribu. 

Ganti handel rem alloy dan pasang klakson sepeda.

Setelah sepeda itu ada di rumah, Oka pun jadi rajin bersepeda bersama dua adik laki-lakinya, tapi seperti biasa cuma sebentaran setelah itu ketiga sepeda itu lebih banyak nangkring di gudang dadakan di bawah tangga.

Cerita agak berubah ketika skutik bunda kemalingan di areal ring 1 kantor bupati. “Syet, bayangin maling beroperasi di ring 1 kantor bupati, dan itu bukan pertama kali.”

Pasang jalu buat pijakan kaki anak-anak.

Setelah kejadian itu, sepeda lipat ini berulang kali ke bengkel sepeda buat di-custom alias didandanin biar pas dipakai bunda. Dan bener, harga gak bohong. Namanya sepeda murah, ongkos dandaninnya sudah lebih dari separuh harga sepedanya.

Bantalan duduk biar pantat abang Rasy gak sakit pas digeber di polisi tidur sama bundanya.

Daftar dandanannya seabrek mulai dari pasang keranjang depan buat bawaan tas sekolah Rasy dan Keanu, ganti ban dalam depan dan belakang, ganti ban belakang, ganti kampas rem depan belakang, ganti handel rem alloy, ganti per standar, pasang jalu buat pijakan kaki penumpang belakang, pasang bantalan jok di belakang, pasang klakson sepeda, ganti baut dudukan jok, hingga item paling mahal ganti gear set.

Syet dah, ini mah ongkos dandanin sepedanya saja sudah hampir dapat sepeda lipat seken punya saya, pak. Mending bayarin sepeda saya saja sekalian masih 90an persen dah kondisinya ini,” kata anak muda yang punya bengkel sepeda.

Paling mahal biayanya pas ganti gear set biar lebih ringan digowes pas di tanjakan.

Hingga tanggal 26 Oktober 2017 lalu, sepeda ini kembali jajan di bengkel langganan. Meski kini kayaknya upaya jajanan sepeda lipat kakak Oka akan berhenti dulu. Si bunda sudah punya skutik lagi, meski kali ini seken dulu.

Tanggal 26 Oktober 2017 kemarin kembali jajan, kali ini ganti ban dalam buat roda depan.

Hmm, periode gowes kayaknya bakal jeda lagi di rumah, padahal lumayan nurunin bobot emak dan bapake di rumah.

“Gowes lagi yuk, jangan kasih kendor,” sebuah seruan berdengung di kepala menyemangati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s