BELAJAR BUKTIKAN LEBIH CINTA INDONESIA DARI NUSANTARUN

Sebuah aksi riil yang bermanfaat untuk negeri, khususnya di bidang pendidikan.

Kamis 7 Desember 2017, saya memenuhi undangan dari Asuransi Astra sebagai salah satu pendukung pelaksanaan peluncuran NusantaRun Chapter 5 yang berlangsung di Delico – Menara Anugrah, Mega Kuningan – Jakarta Selatan.

Apa itu? 

Semestinya negeri ini butuh lebih banyak orang-orang seperti Christopher Tobing, salah satu founder NusantaRun. Setuju?

NusantaRun Chapter 5 adalah kegiatan berlari yang melibatkan 224 orang pelari untuk penggalangan dana mendukung gerakan #GurukuMaju.

Uniknya, ke-224 orang pelari ini bukan pelari profesional dan datang dari berbagai kalangan dengan tujuan yang sama untuk sebuah misi kemanusiaan riil. Ada yang berprofesi sebagai pengusaha, ibu rumah tangga, hingga pelajar.

Ratusan orang terpilih dari proses seleksi ini sedianya akan berlari sejauh 127,9 km mulai tanggal 15-17 Desember 2017 dari jalanan kota Purwokerto menuju dataran tinggi Dieng.

Misi kemanusiaan riil dari NusataRun tidak berjalan sendiri. Mereka menggandeng Indonesia Overseas Alumni (IOA) sebagai mitra terbaru, selain juga tetap melibatkan kitabisa.com (klik link-nya untuk mengetahui mengetahui mekanisme penggalanan dananya jika ingin terlibat).

“Ini adalah bentuk semangat sekaligus wujud dukungan untuk pengembangan pendidikan melalui penggalangan dana, kesehatan melalui lari itu sendiri, dari pariwisata melalui rute eksotis yang kami tawarkan. Semoga tahun ini donasi yang terkumpul lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Christopher Tobing, salah satu founder NusanRun.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, para pelari yang lolos seleksi juga sekaligus mengemban misi kemanusiaan untuk membangun kualitas pendidikan di lokasi yang menjadi finish line. Kali ini mereka akan menggalang donasi dari masyarakat untuk disumbangkan kepada Indonesia Overseas Alumni (IOA) dan mendukung gerakan #GurukuMaju.

IOA adalah organisasi nirlaba yang dipilih sebagai penerima donasi. Pemilihan organisasi penerima donasi tersebut dilakukan terhadap lebih dari 15 proposal yang masuk pada Mei 2017. Setelah melalui proses yang ketat, akhirnya diputuskan bahwa hasil donasi akan digunakan untuk pengembangan 400 orang guru di kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo seperti yang diusulkan IOA.

Hal ini bukan tanpa sebab, karena berdasarkan Hasil Uji Kompetensi Guru pada 2016, cara mengajar atau pedagogic guru-guru SD di Banjarnegara-Dieng menempati urutan terendah. Padahal kualitas guru yang baik dapat membangkitkan potensi terbaik siswa, meningkatkan kreativitas, mengembangkan sikap inovatif, kepemimpinan, serta motivasi.

Fakta tersebutlah yang mengawali berkembangnya gerakan #GurukuMaju yang diusung NusantaRun bersama 224 pelari yang berasal dari berbagai wilayah di Nusantara. Ke-224 pelari tersebut berhasil lolos dari ketatnya seleksi terhadap 300 orang pendaftar.

Mereka yang lolos seleksi akan menggalang donasi dari berbagai lapisan masyarakat dengan cara uniknya masing-masing, seperti kampanye di media sosial, pesan di aplikasi chatting, mengamen, hingga berjualan makanan.

Antusiasme dan ketulusan para pelari diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk berdonasi melalui portal kitabisa.com dan mendukung gerakan #GurukuMaju serta bersama-sama #BikinKerenIndonesia bersama Telkomsel dan Biotest yang mendukung NusantaRun Chapter 5.

Sejak pertama digelar, ajang NusantaRun telah melewati kota Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon dan Puwokerto serta berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp 4 miliar untuk berbagai organisasi kemanusiaan seperti Care4Kids Indonesia, Yayasan Pemimpin Anak Bangsa, Gerakan Nasional Orang Tua Asuh, dan Yayasan Intan Permata (dengan bantuan Yayasan Hati Gembira dan Kampus Guru Cikal).

Untuk informasi lebih lanjut bisa melihat halaman website www.nusantarun.com atau di akun instagram @nusantarun.run.

Nah, daripada teriak-teriak tanpa solusi yang positif dan konstruktif, ada baiknya belajar lebih mencintai negeri dan semangat berbagi dari para NusantaRun. Bener, gak?

Tentang NusantaRun

NusantaRun (www.nusantarun.com) adalah inisiatif ari Yayasan Lari Nusantara yang ingin menularkan kebiasaan berolahraga lari dengan semangat mengumpulkan donasi untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan. Dimulai dari tahun 2013, peserta dan jumlah donasi yang digalang melalui NusantaRun terus meningkat. Misi NusantaRun adalah mengelilingi Indonesia sembari memajukan pendidikan dan kebudayaan di tiap kota dimana mereka singgah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s