ADU SERU PEMBALAP HONDA VS YAMAHA DI KEJURNAS IRS 2017 SERI PAMUNGKAS

Pertarungan di kelas 250cc paling seru, karena ada empat pembalap dari tiga merek motor terkemuka yang bersaing ketat menjadi juara nasional (sumber foto: Yamaha Racing Indonesia)

Akhir pekan ini, 9-10 Desember 2017, kejurnas seri ke-6 atau seri pemuncak IRS 2017 di Sirkuit Sentul khususnya di kelas motorsport 250cc.

Dengan nilai maksimal 50 yang diperebutkan dalam dua race yang digelar, secara matematis ada empat pembalap yang punya kans menjadi juara nasional di kelas paling bergengsi di IRS 2017 ini, yaitu sang pemuncak klasemen Rheza Danica Ahrens (Astra Honda Racing Team) dengan nilai 156, Rey Ratukore (WR Super Battery Yamaha KYT TJM Race Tech) 130, Sudarmono (Astra Motor Racing Team Jakarta) 120, serta AM Fadli (Kawasaki KYT Manual Tech) 120.

Buat masing-masing merek motor ini adalah puncak adu gengsi antara produk andalan Honda CBR250RR, Yamaha YZR-R25, serta Kawasaki Ninja 250R. 

Keempat kandidat juara di atas juga sudah merasakan menjadi kampiun atau juara seri.

Rheza Danica Ahrens yang menjadi pembalap muda andalan Honda mengantongi tiga kali juara seri, sekali podium kedua, serta dua kali podium ketiga.

Rival terberatnya, Rey Ratukore sejauh ini sudah dua kali juara seri, dua kali podium kedua, serta sekali podium ketiga.

Sudarmono yang terhitung sebagai pembalap veteran sejauh ini sekali menjadi juara dan dua kali meraih podium kedua. Sementara AM Fadli yang menjadi pembalap andalan tim Kawasaki berhasil mengantongi sekali juara, sekali podium kedua, serta dua kali podium ketiga.

Pertarungan di Kelas Motorsport 150cc

Berbeda dengan persaingan di kelas 250cc yang masih seru antar merek, di kelas 150cc dominasi Yamaha terlalu kuat. Indikatornya, enam peraih poin terbanyak dari lima seri dan 10 race yang telah digelar adalah milik para pembalap Yamaha yang tentu mengandalkan performa YZF-R15.

Dari keenamnya, ada dua pembalap yang masih punya kans juara dari total 50 poin maksimal yang diperebutkan.

Sang pemuncak klasemen Richard Taroreh (Yamaha Yamalube Jasti Putra Usaha Jaya NHK FDR 549 Kaboci) menjadi kandidat paling kuat dengan nilai sementara 193. Di bawahnya Gupita Kresna (Yamaha Yamalube Borneo Oryza DART Nissin KYT DID) juga masih punya peluang yaitu 171 poin atau selisih 22 poin dari Richard Taroreh. 

Tuner Achos Lalang yang mengawal Richard Taroreh dan mekanik Bima Aditya yang memback-up Gupita Kresna akan berupaya semaksimal mungkin membuat motor tidak hanya cepat, juga memiliki unsur daya tahan.

“Target saya ingin melengkapi dari hasil YSR 150 cc Pro. Saya dan tim sudah siap untuk menghadapi race week final ini,” ujar Richard Taroreh.

Jika membandingkan rekor pencapaian dua kandidat juara pada lima seri dan 10 race yang telah digelar Richard Taroreh punya kans yang jauh lebih besar untuk menjadi juara nasional. Dengan rekor tiga kali juara seri, tiga kali di posisi kedua, dua kali di posisi tiga, serta dua kali di posisi empat, pembalap yang mendapat kesempatan wild card di seri pemuncak kelas AP250 ARRC 2017 di sirkuit Buriram – Thailand masih punya kans yang lebih baik.

Gupita Kreshna sendiri sebenarnya punya rekor yang cukup mentereng dengan mengantongi dua kali juara seri, tiga kali juara dua, tiga kali juara tiga, serta tiga kali juara tiga, sekali juara empat dan sekali DNF.

“Seri final ini penting untuk menentukan langkah dan strategi kita di tahun 2018 nantinya. Semuanya harus enjoy dalam menghadapi balapan minggu ini,” ucap Wahyu Rusmayadi, Divisi Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Sudah punya agenda di akhir pekan ini? Jika belum, ke Sirkuit Sentul International yuk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s