MENGUKUR POTENSI MARKETING MOBIL WULING DARI SECANGKIR KOPI

sumber foto: Wuling Indonesia

Jakarta – Jika Anda berkesempatan melintasi areal Jabodetabek akhir-akhir ini mungkin melihat hal yang sama yaitu mulai banyak orang yang memiliki dan mengendarai Wuling Confero S.

Buat banyak pihak, fakta ini tentu baik. Buat produsennya setidaknya dapat membuktikan jika kehadiran mobil buatan Cina tidak lagi dapat dianggap remeh. Terpenting buat pihak Wuling di Indonesia, mereka mulai memasuki fase krusial yaitu pembuktian reliabilitas, kenyamanan, performa, hingga efisiensi konsumsi bahan bakar dari produknya langsung oleh para konsumen di jalan raya.

Buat konsumen khususnya dari kalangan pembeli mobil baru pemula (entry level), kehadiran Wuling Confero S (ataupun kemudian Wuling Cortez) tentu lebih ramah dari segi biaya belanja, karena bisa mendapatkan mobil di spek lebih tinggi di posisi harga yang lebih rendah.

Buat pemerintah, tentu menambah pemasukan dari sisi beragam slot pajak kendaraan.

Buat “pak ogah” bisa jadi lumbung pemasukan lebih tinggi saat menjalankan tugas mengatur jalan. 

Naiknya Optimisme Produsen

Sudah disebutkan di atas, salah satu magnet utama Wuling dalam memikat konsumen adalah posisi harganya yang lebih terjangkau. Untuk Wuling Confero S misalnya dengan harga sekelas mobil LCGC (seperti Toyota Calya), konsumen bisa mendapatkan mobil sekelas Low MPV (seperti Toyota Avanza).

Selama lima bulan pertama (Juni – November 2017) berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Wuling Confero S tercatat 3.918 unit atau sekitar 784 unit per bulan.

Angka pencapaian yang tentu mengesankan, bahkan bisa melewati angka penjualan rata-rata bulanan beberapa rival di kelasnya asal Jepang seperti Nissan Grand Livina 1.5, Daihatsu Luxio 1.5, serta Suzuki APV 1.5.

Apiknya performa awal ini pulalah yang tentu menjadi bahan pertimbangan pihak Wuling di Indonesia untuk memperkenalkan model kendaraan lainnya (Wuling Cortez) pada awal tahun 2018. Sepekan lalu di tanggal 18 Desember 2017, mereka bahkan telah mengajak beberapa jurnalis dari media massa ternama untuk menguji langsung Wuling Cortez di sirkuit Sentul.

Menariknya lagi-lagi strategi harga menjadi kiat Wuling buat merangkul konsumen. Ada kabar dari sebuah media, jika harga varian tertinggi Wuling Cortez di bawah varian tertinggi Mitsubishi Xpander Ultimate. Menarik, karena konsumen bisa mendapatkan mobil keluarga berukuran Mid-Size MPV sekelas Toyota Kijang Innova dengan harga “cuma” sekelas Low MPV.

Impresi Desain

Jika Anda perhatikan seksama, desain kedua model mobil Wuling ini baik Confero maupun Cortez khususnya pada bagian pilar A dan D masih terlihat agak kaku mengingatkan pada desain MPV buatan Proton, atau generasi MPV lawas dari Hyundai dan Kia seperti Hyundai Carnival atau Kia Carnival generasi awal.

Pertemuan ujung garis kap mesin dan Pilar A masih terlihat kaku alias kurang mengalir. Selain kurang sedap dilihat dibanding desain para kompetitor di kelasnya, garis desain ini tentu mempengaruhi faktor aerodinamika yang berujung pada beban hambatan angin yang lebih tinggi, kemampuan laju kendaraan membelah angin, serta konsumsi BBM.

Sementara di bagian Pilar D juga terlihat agak tegak dan kaku. Meski secara desain keseluruhan, kedua model kendaraan dari Wuling ini cukup apik khususnya keberanian para desainernya memainkan garis-garis lekukan pada bodinya.

Secara umum pula tidak ada kesan murahan pada kedua mobil MPV Wuling ini, serta nilai prestisenya tetap dapat saat Anda membeli dan mengendarainya. Toh, masyarakat Indonesia pun semakin cerdas jika membeli mobil bukan lagi sekadar membeli merek dan iming-iming nilai jual kembali.

Tidak ada pembahasan soal detail teknis di artikel ini, namun Anda dengan mudah bisa mendapatkan informasi mengenai detail spesifikasi dan fitur dari Wuling Confero S yang bermesin 1.500cc ataupun Wuling Cortez yang bermesin 1.800cc dan telah dilengkapi pilihan transmisi otomatis di mbah Google ataupun bisa langsung mengunjungi situs resmi Wuling Indonesia yang juga menyajikan informasi dalam bentuk berita.

Jaringan Dealer

Saat membeli mobil, salah satu pertimbangan konsumen pintar (smart car buyers) adalah jaminan layanan purna jual, ketersediaan suku cadang asli, serta biaya perawatan dan perbaikan kendaraan yang terjangkau.

Hal ini juga nampaknya diakomodasi dengan baik oleh pihak Wuling, silakan klik  di sini

Pun demikian dengan jaringan dealernya yang jika dilihat dari keterangan resminya sudah tersedia di berbagai kota di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan dan Sulawesi.

Potensi Pasar Wuling dari Secangkir Kopi

Seorang jurnalis senior sempat berujar di sosial media mestinya Wuling fokus dulu pada Confero S supaya lebih terbukti di pasar dibanding memperkenalkan model lainnya yaitu Cortez di segmen yang lebih tinggi.

Usulan yang tentu kurang apik diikuti secara pengembangan potensi bisnis. Rencana pihak APM Wuling untuk memperkenalkan Cortez di segmen Mid-Size MPV pada semester satu 2018 tentu potensi yang baik buat banyak pihak. Tidak hanya bagi pihak Wuling yang bisa memberikan opsi pilihan yang lebih banyak kepada potensial konsumennya, tapi juga pihak lain. 

Siapa saja pihak yang bisa diuntungkan itu? Yah, itu tadi pemerintah dari slot-slot pajak, hingga potensi peningkatan isi dompet pak ogah yang membantu aparat membantu mengatur arus lalu lintas di jalan raya.

Asal, asal apa? Asal jangan dipakai jadi mobil jualan kaki lima kayak di jalanan kawasan Tanah Abang. Kan jalanan mestinya untuk peruntukan kendaraan berlalu lalang…

One Reply to “MENGUKUR POTENSI MARKETING MOBIL WULING DARI SECANGKIR KOPI”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s