MEMBAHAS MANFAAT DAN FUNGSI BAN KENDARAAN DARI SECANGKIR KOPI

Pemilihan ban yang tepat bukan hanya dibutuhkan para pembalap, tapi juga pengemudi kendaraan secara umum.

Jakarta – Seorang kawan baik sempat bertanya mengenai fungsi dan manfaat pemilihan ban kendaraan, khususnya untuk kebutuhan berkendara sehari-hari yang memakan jarak tempuh sekitar 100 km dan melintasi berbagai kondisi jalan.

“Cukupkah ban standar bawaan pabrikan?” kira-kira demikian inti pertanyaannya.

Jawaban sederhananya, “Bisa iya dan bisa juga tidak.”

Mengapa? Hal ini tidak terlepas dari orientasi bisnis dari masing- masing pihak pabrikan. Buat mobil-mobil dengan harga murah (baca: terjangkau untuk mayoritas banyak konsumen), pemilihan ban OEM (alias ban standar pabrikan) kemungkinan pemilihan ban sangat dipengaruhi harga yang lebih terjangkau.

Bukan berarti tidak baik, hanya saja sederhananya “Ada harga ada kualitas.”

Untuk mengejar margin, pihak produsen tentu sangat sulit memilih dan memasang ban dengan kualitas tinggi di segmen kendaraan seperti ini.  Misalnya di kelas LCGC atau City Car entry level yang banderolnya antara Rp 100 jutaan – Rp 200 jutaan, jangan terlalu berharap bisa mendapat ban dengan kualitas dan reliabilitas yang handal.

Silakan baca PENJUALAN BAN GT RADIAL NAIK PALING SIGNIFIKAN DI SEGMEN LCGC.

Tapi jika sudah masuk di kelas kendaraan dengan banderol harga Rp 300 jutaan ke atas tentu harus mendorong produsen lebih akomodatif dalam menjawab kebutuhan konsumen yang tentu secara karakter lebih kritis dalam menetapkan kriteria, termasuk dalam hal kebutuhan ban yang handal di berbagai kondisi cuaca dan jalanan.

Kira-kira dapat gak penjelasannya? Jika punya pendapat lain silakan tinggalkan komentar di kolom di bawah, terima kasih.

Kembali ke soal pemilihan ban yuk dibahas lebih lanjut.

Pemilihan Ban Segala Cuaca

Tentu saja ada istilah teknis khusus untuk hal ini, tapi mari kita bedah dengan perspektif sehari-hari supaya kesan rileks dan ringan a la obrolan secangkir kopi tetap dapat.

Telah dituturkan di atas jika kawan baik ini bercerita mengenai perjalanannya sehari-hari yang menempuh jarak sekitar 100 km dengan melintasi berbagai kondisi jalan.

Jika demikian, rekomendasi paling sederhana adalah “pilihan ban after market untuk segala cuaca pas sebagai pilihan”. Tentu saja yang kualitasnya baik, meski harus membayar lebih dibanding harga ban bermutu standar.

Saya sendiri memilih ban after market GT Radial Savero SUV untuk si Darth Vader untuk mengganti ban OEM.

Baca juga MENGULAS BAN GT RADIAL SAVERO SUV.

Sementara jika pilihannya ban motor after market, pilihannya bisa produk Ban IRC. Kenapa? Saya sempat berbicang langsung dengan Yasukazu Ohigashi dari IRC Jepang jika di tahun 2018 mendatang mereka akan memperkenalkan ban khusus untuk motor sport 250cc di Indonesia.

Kedua ban ini sepengalaman jbkderry.com, kualitasnya setara dengan ban-ban segala cuaca dari brand impor kelas atas namun harganya lebih terjangkau dan ramah di kantong. Selain itu, sekaligus membuktikan jika lebih mencintai produk dalam negeri yang berkualitas mendunia.

Baca juga  IRC BERENCANA PERKENALKAN BAN MOTORSPORT 250CC TAHUN 2018 DI INDONESIA

PENTINGNYA FAKTOR RELIABILITAS & PERFORMA BAN

Nah, di sini ada beberapa pengalaman yang bisa di-sharing. Sekadar mengingatkan kembali dan menyamakan persepsi jika ban adalah bagian terakhir dari kendaraan yang berhubungan langsung dengan permukaan jalan. Entah itu aspal yang halus, jalanan rusak, jalanan berlubang, jalanan dengan genangan air, jalanan berpasir, hingga jika harus keluar dari jalanan beraspal melintasi jalanan tanah atau sejenisnya.

Alhasil, pemilihan ban yang andal baik secara ketahanan maupun performa menjadi hal yang krusial selama berkendara.

Ban merupakan ujung dari penyaluran tenaga yang dihasilkan oleh mesin ke permukaan jalan. Bayangkan kalau tenaga berlebih yang disalurkan ke permukaan ban yang kurang grip, bisa-bisa laju kendaraan slip dan melintir membahayakan banyak pihak baik di dalam kendaraan maupun lingkungan sekitar.

Di ban ini pulalah, daya cengkeram akhir dari pengereman bergantung. Pemilihan ban dengan kualitas grip yang rendah, dapat membuat kendaraan tetap melaju lebih jauh saat terjadi pengereman. Alhasil, kendaraan akan tetap meluncur lebih jauh dari jarak (aman) yang diharapkan saat pengemudi melakukan pengereman.

Jika demikian dan sepemahaman, maka soal realibilitas dan performa ban yang tinggi tentu menjadi kebutuhan wajib pengemudi manapun, khususnya yang saban hari harus berjibaku puluhan bahkan hingga ratusan kilometer untuk mencari nafkah ataupun bersekolah.

Sederhananya, jangan alih-alih karena pengen hemat terus sayang beli ban handal yang punya faktor reliabilitas dan performa yang baik, serta mampu beradaptasi dengan segala cuaca dan kondisi medan.

Bagaimana, setuju? Jika punya pendapat lain, silakan tinggalkan komentar di kolom bawah. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s