DUA STRATEGI KUNCIAN HONDA KUASAI PASAR SEPEDA MOTOR DI INDONESIA

sumber foto: Astra Honda Motor

Jakarta – Jika mengacu pada data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), sejak tahun 2012 penjualan sepeda motor Honda di tanah air terus melesat meninggalkan lawan-lawannya.

  • Di tahun 2012, Honda menjual 4.092.693 unit.
  • Di tahun 2013, Honda menjual 4.696.999 unit.
  • Di tahun 2014, Honda menjual 5.051.100 unit.
  • Di tahun 2015, Honda menjual 4.453.888 unit.
  • Di tahun 2016, Honda menjual 4.380.888 unit.
  • Di tahun 2017, Honda menjual 4.103.939 unit (data Januari – November).

Diolah dari berbagai sumber data, pada periode Januari – November 2017, Honda menguasai 75,02% pangsa pasar sepeda motor di Indonesia, wow…

Sebuah pencapaian yang mencengangkan tentu, sekaligus menunjukkan jika merek Honda punya nilai prestise lebih di mata banyak konsumen sepeda motor di tanah air.

Nah, mengingat jbkderry.com adalah media yang lebih pas diseruput sambil minum kopi dan ngembat pisang goreng, yuk dibahas dua strategi yang kerap kali digunakan Honda untuk tetap dominan di pangsa pasar tanah air.

1. Membuat Desain & Posisi Harga Produk Mirip Para Kompetitor Sukses

Ya, jika melihat skema strategi sukses Honda di tanah air adalah memantau geliat para rival-rivalnya dari merek lain. Saat ada model kendaraan yang sukses, kuncinya adalah mengadopsi kiat sukses para rival khususnya dalam hal desain yang mirip dan rentang harga yang mendekati meski acap kali sedikit lebih tinggi.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa model kendaraan Honda berikut di bawah ini:

  • Honda CB150R; Setelah coba bertahan dengan gaya desain sendiri, motorsport entry level naked bike ini akhirnya mengadopsi desain semirip mungkin dengan sang rival Yamaha Vixion.

Honda hanya mempertahankan rangka model teralis sebagai signature motorsport entry level andalannya. Hasilnya untuk pertama kalinya di tahun 2017, penjualan CB150R akhirnya mampu melewati penjualan sang rival sekaligus menjadi penegasan jika Honda berhasil menguasai seluruh segmen sepeda motor di Indonesia yang tergabung di bawah bendera AISI.

  • Honda CRF150L; Secara desain motor trail entry level ini berbeda dengan sang rival yang dibidik, tapi strategi Honda melansirnya tentu tidak terlepas dari volume penjualan Kawasaki KLX150 yang cukup menggiurkan sejauh ini. Terlebih popularitas Kawasaki KLX150 sempat terkatrol cukup tinggi saat digunakan Presiden RI Joko Widodo di Papua beberapa waktu lalu.
  • Honda Sonic 150R; Penjualan Suzuki Satria FU150 di segmen bebek sport 150cc tentu menjadi salah pertimbangan Honda untuk mengirim utusan di segmen yang sama.
  • Honda GTR150 Supra; Kesuksesan Yamaha MX-King di segmen bebek sport 150cc juga menjadi pertimbangan Honda untuk mengirim utusan di segmen yang sama. Meski di sepanjang tahun 2017, Honda GTR150 Supra masih belum mampu melewati angka penjualan sang rival yang dibidik.
  • Honda PCX Lokal; Apiknya penjualan Yamaha NMax tentu menjadi pertimbangan Honda mengubah strategi marketing untuk skutik mid-size premiumnya tersebut. Hasilnya tidak ada lagi pasokan impor dari Vietnam dan diputuskan diproduksi lokal dengan rentang harga yang kini bersaing dengan sang rival meski sedikit lebih tinggi.

Beberapa sampel di atas menunjukkan agresivitas dan kekuatan modal Honda untuk menguasai seluruh segmen sepeda motor di tanah air yang ada di bawah bendera AISI, tanpa terkecuali dengan banyak cara.

2. Menguasai Kanal-Kanal Digital Utama Sumber Informasi Publik

Sudah bukan rahasia lagi, jika media-media maintsream serta blog-blog papan atas yang menyajikan informasi dunia otomotif lebih banyak mengulas Honda dan produk-produk sepeda motornya secara manis. Kalaupun ada yang rada keras atau “injek kaki” biasanya gak lepas dari upaya minta “perhatian”.

Begitu “aliran” kembali masuk, gaya informasinya kembali manis. Cobalah mampir ke media-media tersebut, kalau lagi ada logo brand Honda biasanya akan senantiasa berlaku manis.

Sebuah obrolan di kedai kopi menyebut jika nilai nominal kerjasama Honda ke sebuah blog ternama, nilai angkanya cukup mencengangkan. Meski namanya obrolan warung kopi sifatnya lebih pergunjingan atau sederhananya adalah “kabar burung”, meski itu keluar dari penganut setia paham Mbak Lambe Turah yang terkenal dengan semboyan “Gosip adalah fakta yang tertunda”.

Soal ini secara makro memang bukanlah kabar besar. Sudah bukan rahasia lagi, jika kekuatan dana Honda di industri sepeda motor jauh lebih besar dibanding para rivalnya, termasuk untuk budget promosi.

Dengan menguasai lini informasi di ruang digital, Honda tentu lebih menguasai cara merebut atensi publik dan berujung pada kans konsumen untuk membeli produknya yang lebih besar.

Demikian hasil observasi jbkderry.com soal dua strategi pemenangan Honda. Brosis setuju, atau punya pendapat lain? Silakan tinggalkan komentar di bawah. Terima kasih sudah mampir dan menyempatkan waktu membaca.

Oh iya, jika ada keinginan mengganti ban di motor kesayangan brosis, supaya lebih nge-grip, ok performanya di segala medan, serta harganya tetap ramah di dompet, silakan mampir liat-liat di situs ban IRC. Tinggal klik di sini dan temukanlah profil ban yang sesuai kebutuhan disertai penjelasan teknis yang mudah untuk dipahami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s