THE GREATEST SHOWMAN: KALA WOLVERINE BERUBAH JADI PEMILIK SIRKUS

Jika Anda penggemar film drama musikal seperi La La Land, maka The Greatest Showman adalah bentuk aose lain yang tidak boleh dilewatkan.

Jakarta – Sudah lama sekali rasanya saya tidak nonton film drama yang bertema berat, terakhir kali yang membekas adalah House of Sand and Frog (2003) yang dibintangi Ben Kingsley dan Jennifer Connelly.

Jadi ketika seorang kawan baik meminta agar resensi film The Greatest Showman bisa diulas di jbkderry.com, pertama kali yang terbayang adalah wajah Logan, eh, Hugh Jackman.

Mengapa? Sepanjang sejarah film Hollywood yang saya tahu, tidak mudah lepas dari lakon dari film-film yang ikonik. Sebut saja Pierce Brosnan sebagai James Bond, Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter, Robert Pattinson sebagai Edward Cullen (Twilight), Matt Damon sebagai Jason Bourne, Tom Cruise sebagai Ethan Hunt (Mission: Impossible) atau yang paling tragis Macaulay Culkin sebagai Kevin McCallister di Home Alone.

Pasalnya peran-peran lakon ikonik semacam ini acap kali menjadi benchmark pada moviegoers. Efeknya pas si aktor atau aktris memainkan lakon lain jadi semacam “dosa” yang tidak termaafkan. 

Tugas berat semacam itulah yang tentu dipikul Hugh Jackman yang terlalu lekat dengan peran Logan, saat harus memerankan lakon sebagai P.T. Barnum di film musikal drama The Greatest Showman.

Untuk urusan kualitas akting di film berdurasi 1 jam 45 menit ini, Hugh Jackman tergolong berhasil.  Di film ini, aktor kelahiran Australia 50 tahun silam berhasil dinominasikan sebagai Best Actor kategori Musikal / Drama di ajang 75th Golden Globe Awards yang puncak acara pengumuman sedianya dilaksanakan di Beverly Hills – California pada saat artikel ini dibuat, 7 Januari 2018.

PLOT

Film mengisahkan perjuangan P.T Barnum dalam mendirikan usaha di bidang sirkus dengan pinjaman dari bank. Sebuah proses yang tidak mudah bahkan sempat diwarnai dengan situasi depresi, mengingat sebelumnya P.T. Barnum hanya seorang karyawan yang kemudian diberhentikan, karena perusahaan tempatnya bekerja mengalami kesulitan finansial dan menyatakan bankrut.

Buat yang suka drama musikal yang sarat pesan perjuangan hidup untuk tidak pernah menyerah, The Greatest Showman yang terinspirasi dari kisah nyata ini tentu teramat sayang untuk dilewatkan.

Apalagi pesona artisnya pun tidak hanya sekadar menampilkan Hugh Jackman semata, ada Zac Efron serta buat penggemar serial Dawson’s Creek tentu tidak lupa dengan Michelle Williams. Jadi kalau ingin kangen-kangenan dengan mantan sahabat dan seteru Joey Potter (Katie Holmes) ini adalah momen yang tepat.

Salah satu komedian terbesar di Indonesia, mendiang Taufik Savalas pernah berkata, “Perjuangan hidup tidak serta merta berakhir, ketika mimpi terbesar tidak tercapai sekalipun.”

Ya, ada banyak keajaiban-keajaiban dalam hidup yang lebih dari pada yang kita bayangkan dan harapkan, itulah mengapa kehidupan itu sendiri adalah berkah dan keajaiban…

Berikut trailer dari film The Greatest Showman:

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s