RESENSI BUKU BERJALAN JAUH KARYA FAUZAN MUKRIM

Jakarta – Minggu 18 Februari 2018 adalah untuk pertama kali dalam hidup, saya membeli buku yang ditulis oleh teman sendiri. Judulnya “Berjalan Jauh” adalah novel ketiga yang ditulis Fauzan Mukrim, seorang kawan baik dari zaman masih di Tamalanrea KM. 10.

Hanya butuh empat kali waktu membaca, buku setebal 248 halaman ini tuntas saya baca. 

Narasinya masih seperti Ochan (sapaan akrabnya) yang saya kenal selama ini dengan segala kelebihannya. Setidaknya ada tiga karakter yang sangat “Ochan” di buku ini yaitu ia adalah pembaca buku yang giat sehingga banyak hal yang bisa ia gambarkan, ia juga merupakan pejalan yang jauh karena tugasnya sebagai jurnalis di perusahaan milik Chairul Tanjung telah membawanya ke banyak tempat sehingga banyak hal yang bisa ia sampaikan, serta Ochan juga masih kaya diksi yang beberapa saya tidak pahami secara utuh tapi masih bisa saya tangkap inti pesannya.

Ya, itu adalah tiga gambaran karakter itu yang tangkap menjadi inti gaya Ochan mengembangkan buku ketiga yang ditulisnya ini.

Apa yang ia tuliskan di buku ini juga di beberapa kesempatan sudah sempat saya baca di laman blognya halaman rawa dan di linimasa Facebooknya. Isinya sebenarnya bukan tentang hal-hal yang luar biasa, semacam catatan harian yang dikemas secara ringan dan diksi yang berkelas.

Pembahasan setiap babnya pun variatif, ada yang ditulis beberapa lembar dan ada yang cuma selembar dua lembar tanpa mengurangi rasa keasyikan untuk membacanya.

Di banyak kesempatan, ia banyak bercerita yang kejadian, pesan dan harapan yang terkait putra sulungnya, River yang kini sudah menjadi seorang kakak dari seorang gadis cilik bernama Rain.

Tuntas membaca ini buat saya, seperti bersilaturahmi dengan kawan yang sudah cukup lama saya tidak jumpai karena kesibukannya yang sangat tinggi di ibukota.

Ya, Ochan adalah salah satu simbol kesuksesan anak Sulawesi Selatan di ibukota. Di hari saya membeli bukunya, sesampainya saya di rumah, dia sempat mengirim pesan lewat WA yang isinya memohon maaf karena tidak sempat menemuiku pada saat bedah bukunya di toko Gramedia Depok.

Saya jawab singkat, “Tidak apa-apa, kawan. Saya memang harus pamit lebih dahulu, soalnya usia tidak lagi muda untuk berebutan kesempatan dengan para penggemar mudamu yang rata-rata seusia Milea yang telah sedemikan rupa menanti untuk berfoto bareng dan minta tandatangan.”

Istri tercinta Ochan sempat bilang ke saya sebelumnya, jika waktu di Gramedia Matraman sehari sebelum di Gramedia Depok, jumlah penggemarnya lebih membludak lagi.

Tidak lama setelah safari dialog buku ketiganya, Ochan kembali mengumumkan jika bukunya yang keempat juga telah terbit. Kali ini dari penerbit yang lain dari Yogyakarya.

Hebat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s