BELAJAR KEMBALI FILOSOFI HIDUP DARI FILM BLACK PANTHER

Jakarta – Menonton film Black Panther, terasa ada suguhan berbeda dari film besutan Marvel yang dikenal selama ini. Film berdurasi dua jam 14 menit ini seakan mengajarkan kita kembali soal filosofi hidup secara moderat dalam arti tidak berat dan masih mudah untuk dimengerti.

Bagaimana jika yang kita anggap paling modern ternyata masih ada dunia yang lebih modern dan justru datang dari sebuah tempat yang selama ini kita anggap paling terbelakang yaitu di Afrika?

Bagaimana jika peradaban modern yang tertutup seperti di Wakanda memang ada benar adanya, dan tidak terdeteksi oleh hidung media dan publikasi yang terbuka seperti di Amerika Serikat atau Eropa?

Bagaimana jika yang selama ini kita anggap sempurna dan tidak pernah mengecewakan ternyata menyimpan sebuah rahasia besar yang ternyata adalah sebuah aib?

Bagaimana jika seorang anak kecil yang terbuang kemudian menyimpan sebuah obsesi besar bahkan teramat besar untuk membalas dendam suatu saat nanti? Akankah kita akan harus menyalahkan dirinya jika kelak dia menjadi jahat, atau ternyata hidup yang memang telah mengalurkannya secara sistematis untuk menjadi pribadi yang jahat saat besar nanti?

Ya, film ini menyampaikan pesan bagaimana arogansi barat dalam hal ini Amerika Serikat yang seolah senantiasa menjadi raja dunia yang serba tahu segala hal, seperti di akhir film ketika T’Challa menyampaikan niatnya sebagai Raja Wakanda yang akan lebih terbuka pada upaya kemajuan dunia. Seseorang dari forum internasional menyebut, “Apa yang bisa diberikan dari sebuah wilayah yang hanya dikenal sebagai wilayah pertanian?!” katanya dengan nada merendahkan.

Menonton film Black Panther juga menunjukkan bagaimana takaran pas dari seorang super hero yang kaya raya. TChalla yang kaya raya dan dibesarkan dengan modernisasi yang sangat modern serta identik dengan era Vibranium yaitu sebuah bahan logam dengan kualitas tertinggi di dunia, dilukiskan tidak seekspresif Tony Stark dan tidak juga hadir dengan filosofi yang berat layaknya Bruce Wayne.

Ya, mungkin karena TChalla adalah seorang raja yang harus lebih banyak mendengarkan dan mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan. Ya, jadi raja itu berat, kamu pasti gak sanggup, biar TChalla, eh, Black Panther saja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s