UNBOXING YAMAHA AEROX 155 VVA MY BUMBLEBEE

Rabu 7 Maret 2018 selepas pukul sembilan malam WIB, akhirnya motor impian setahun terakhir ini tiba di markas jbkderry.com.

Jakarta – Akhirnya semalam Rabu 7 Maret 2018 selepas pukul sembilan malam WIB, si motor impian setahun terakhir akhirnya tiba di markas jbkderry.com, Yamaha Aerox 155 VVA yellow color. 

Kata seorang kawan baik, jangan menyebutnya sebagai motor impian melainkan sebagai motor idaman. Alasannya mimpi itu jangan setengah-setengah atau tanggung, bermimpilah setinggi-tingginya.

Sah-sah saja dan saya pun sepakat, meski demikian lebih jauh lagi ini bukan lagi semata soal seberapa tinggi mimpi kita, tapi tidak kalah pentingnya adalah bagaimana ikhtiar disertai doa untuk membumikan setiap mimpi berjejak di bumi manusia.

Dan Yamaha Aerox 155 VVA warna kuning ini sudah membuatku jatuh cinta setengah mati pas melihatnya di pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) bulan April 2017 lalu. 

Terima kasih buat Pak Rudi (tenga) dan Pak Didin yang suka ngebanyol telah bersedia mengantarkan Bumblebee di malam yang mulai larut dan hujan. Terima kasih, bapak2. Semoga tetap sehat dan semakin dimudahkan rezekinya, amin.

Sejak itu mimpi memilikinya senantiasa kujaga, sebagai motivasi lebih saat bekerja dan berkarya, tentu saja disertai dengan doa semoga Sang Pemilik Kehidupan mempermudah upaya memilikinya, amin.

Perkenalan awal dengan seorang kawan baik yang kini juga menjadi mitra kerjaku, seorang anak muda yang mengelola blog keren permanatriaz.com, membuat rasa cinta memiliki Yamaha Aerox 155 VVA semakin menjadi.

“Karena mestinya kita harus selalu butuh mimpi untuk menggerakkan kesadaran, dan inilah salah satu mimpiku kini, Yamaha Aerox 155 VVA :)”- itu kata-kataku saat diberi kesempatan om Triaz menjajalnya pada bulan Mei 2017 lalu.

“Mau coba gak, om?” katanya om Triaz, yang saat itu tengah membawa Yamaha Aerox tipe R (tipe tengah) berkelir biru.

“Boleh?”

“Boleh dong.”

Alhasil sepanjang jalan Tegar Beriman dari depan Cibinong City Mall, saya pun berada di atas Yamaha Aerox 155 VVA R-Version. Riding impression-nya enak banget, desain keren dan apik, serta performa mesin berkapasitas 155cc dengan dukungan teknologi VVA dan BlueCore membuat output torsi dan tenaga yang dihasilkan tidak putus dari putaran bawah hingga atas.

“Wah, racun nih. Harus upayakan punya nanti,” kataku dalam hati setiba di rumah.

“Lihat desainnya, om. Italian design banget, kan?! Coba dilabeli Aprilia misalnya, saya yakin harganya sudah di atas Rp60 jutaan,” kata om Triaz, semakin menggugahku untuk memilikinya kelak.

Sejak saat itu, antusiasmeku semakin naik setiap berpapasan dengan Aerox 155 VVA, terlebih yang berwarna kuning.

Bagian mana yang paling saya suka yaitu bagian desain belakangnya yang sangat seksi dan berkelas, apalagi desain lapu belakangnya. Bohong bin sirik saja kalau melihat desain bodi dan lampu belakang lalu gak ngaku jatuh cinta? Ibarat cewek cakep, Yamaha Aerox 155 VVA itu punya pesona yang membuatmu mampu jatuh hati pada pandangan pertama (love in the first sight).

Kecuali orientasi ketertarikan seksualnya “agak beda“, saya maklumi kalau Anda tidak jatuh cinta dengan penampakan Yamaha Aerox 155 VVA.

“It’s so beautiful, isn’t it?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s