BERURUSAN DENGAN DOKTER GIGI

Jakarta – Atas dasar kebutuhan tampil lagi lebih baik saat membuat konten YouTube, akhirnya pagi ini saya ngobrol dengan bini, “Aturin janji dong sama temanmu yang dokter gigi itu.”

“Ah, ayah sudah berapa kali dibuatkan janji gak jadi melulu. Malu dan males ah.”

“Yawda, temenin aku langsung ke sana deh.”

Alhasil dari jam 10 lewat 15 WIB sampai kurang lima menit jam 12 WIB, struktur gigi depan selesai dibenarkan. 

“Ini masih harus ditangani segera tiga gigi atas sebelah kanan. Nanti sore bapak balik saja lagi kalau mau ditangani,” kata kawan bini itu.

“Siap.”

Sempat juga dijelaskan biaya pengerjaannya ini jauh lebih terjangkau ketimbang yang dilakukan oleh artis-artis.

“Kan, kalau artis kan memang banyak duitnya, Bu,” kata bini menimpali.

Singkat cerita, sore ini jam 4an lewat WIB, saya kembali ke klinik gigi itu buat pengerjaan perbaikan dua gigi kanan atas.

“Tahan yah, pak. Kali ini saya gak saya suntik, biar nanti bapak bisa bedakan rasanya sebelum dan setelah ditangani.”

Entah bagaimana proses pengerjaannya, yang saya rasakan cuma ngilu kalau perangkat yang mengeluarkan udara dan satu perangkat lainnya yang mengeluarkan semacam cairan air disemprotkan ke bagian gigi yang akan ditangani. Belum lagi pas alat yang kayak bor perapihan menyentuh gigi yang akan ditangani.

“Ini memang penanganan agak horor, pak,” katanya.

Sekitar satu lam lebih sedikitlah, dua gigi kanan atasku selesai ditangani.

“Ini masih perlu tiga gigi lagi yang tangani, pak. Satu kanan atas, satu kiri atas dan satu kiri bawah. Nanti kalau bisa bisa tangani sekaligus saja.”

“Baik, bu,” kataku.

“Kapan bapak terakhir ke dokter gigi?”

“Agak jarang sih, paling kalau bersihkan karang gigi. Kenapa, bu?”

“Itu gigi depan kapan patahnya, pak?”

“Waktu SD.”

“Pantesan, bapak nanti butuh waktu adaptasinya, sekitar tiga sampai satu minggu.”

“Sama tolong bapak ubah yah cara sikat giginya, jangan keras-keras dan jangan dilakukan maju mundur. Lakukan kayak bendera kita merah putih jadi dari gusi ke gigi, lakukan satu arah. Jangan lakukan sebaliknya. Setiap sikatan tarik dari gusi ke gigi dilakukan antara enam sampai delapan kali. Ini akan membantu gusi akan naik lagi ke atas, tapi tentu tidak instan. Butuh waktu minimal enam bulan, gusi akan kembali naik ke atas, asal dibantu dengan cara sikat gigi yang benar seperti itu tadi. Pakai sikat gigi yang bulunya ultra soft juga, pak. Pakai pasta giginya apa, pak?”

Saya pun menyebut satu merek.

“Wah, lumayan tuh harganya, meski tetap ada detergennya. Ada sih satu merek bagus tanpa detergen tapi agak sulit nyarinya, dan pas dipakai rasanya aneh, karena tidak ada detergennya,” pungkas bu dokter.

Saya pun pamitan pulang. Sambil merasakan ada yang beda di struktur gigi, khususnya yang bagian depan. Selain masih perlu mengalokasikan budget lagi buat perbaikan berikutnya, saya pun akan kehilangan salah satu nama panggilan sejak SD, si Cippe’.

Oks, semoga artikel remeh temeh ini ada manfaatnya buat Anda untuk lebih menjaga kesehatan gigi sekarang dan ke depan.

Terima kasih sudah menyempatkan membaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s