KENAPA MEMBELI MOBIL KOREA ITU BAIK?

Hyundai Santa Fe model terbaru (model 2019) yang baru saja diperkenalkan di dunia di tahun 2018 ini. Semoga segera masuk ke Indonesia.

Jakarta – Sudah beberapa teman dan kenalan, bahkan orang asing alias yang tidak dikenal secara nyata pun bertanya yang kira-kira intinya, “Kenapa membeli mobil Korea itu baik?”

Jawaban tersederhana, karena kualitas mobilnya memang baik.

Kenapa? Yawda, yuk diulas lebih lanjut…

Sebelum punya Darth Vader, saya lebih dulu jatuh cinta pada Kia Pride. Sebelum saya jawab lebih jauh, ada baiknya Anda ketahui pemetaan industri otomotif terkemuka di Korea Selatan.

Desain interior Hyundai All New Santa Fe yang kini berubah cukup signifikan dibanding generasi sebelumnya.

Sebelum krisis finansial di Korea Selatan pada tahun 1998 ada tiga nama yang menjadi representasi industri otomotif di sana yaitu Hyundai, Kia dan Daewoo. Namun badai krisis finansial di tahun 1998, membuat guncangan hebat pada dua nama yang disebutkan terakhir.

Alhasil kemudian Kia kemudian diselamatkan dari kebangkrutan melalui akuisisi yang dilakukan oleh Hyundai. Sementara Daewoo dibeli General Motors. Detail mengenai informasi ini bisa dicari di Google dengan mengetikkan kata kunci “acquisition Kia” dan “acquisition Daewoo”.

Kesengsem Kia Pride

Kia Pride yang membuat pertama kalinya saya jatuh cinta pada mobil produksi Korea.

Suatu ketika di tahun 2003 – 2004, saya sempat test drive Hyundai Kia, rival Honda Jazz saat itu. Saat menuju ke proving ground milik Bridgestone di Karawang, saya dibuat terpukau dengan level kekedapan kabinnya yang berimbas mobil ini sangat nyaman dikendarai meski di tengah-tengah kepadatan truk bermesin diesel di sepanjang jalut tol Cikampek.

Sampai suatu ketika kawan saya Heradiranto atau akrab disapa Anto menjelaskan jika desain peredaman di Kia Pride memang unggul dibanding kendaraan-kendaraan sekelasnya. “Coba lihat deh desain peredam yang ada di balik trim pintu.”

Sejak saat itu saya semakin yakin dengan kualitas pengembangan mobil-mobil Korea tidak lagi berusaha menyetarai kendaraan asal Jepang, bahkan lebih tinggi lagi menuju standar Eropa atau lebih tepatnya ingin bersaing ketat dengan produk-produk kendaraan penumpang dari brand Jerman.

Mengejar Standar Volkswagen AG

Hyundai i30 yang membuat orang nomor 1 Volksawagen terkesima.

Di pameran GIIAS 2016, saya sempat bertemu dan berkomunikasi langsung dengan Sandy Hartono, pria asal Surabaya yang saat ini menjabat sebagai Interior Designer (Section Manager) untuk Hyundai Motor Europe Technical Center GmbH di Russelsheim, Jerman.

Ia sempat menuturkan kata-kata yang sangat saya ingat, “Perbandingan pengembangan mobil-mobil Hyundai di Eropa adalah mobil-mobil produksi Volkswagen AG.”

Kebenaran pernyataan Sandy Hartono pun semakin terbukti. Di tahun 2011 tepatnya di ajang Geneve Motor Show, Martin Winterkorn yang merupakan orang nomor satu di AG memuji steering system Hyundai i30 bahkan lebih baik daripada mobil produksi VW dan bahkan BMW.

Anda bisa membuktikan kata kunci “Martin Winterkorn Hyundai i30” di YouTube untuk melihat rekamannya.

Desain Keren

Ini dia Darth Vader, SUV impiankoe yang selalu mampu membuatku jatuh cinta setiap melihatnya di garasi, sekaligus sebagai simbol rasa bersyukur atas upaya pencapaian hidup yang mulia.

Sebelum punya rezeki lebih bisa membeli Darth Vader, saya sebelumnya pernah bilang ke seorang kawan baik yang kerja di Kia. Saya biasa memanggilnya “Mbak Ning”, dan mengutarakan keinginan kelak bisa dapat membeli Kia Sportage generasi ketiga (sekarang sudah generasi keempat).

Persoalan kemudian keputusan membeli Hyundai Tucson generasi terbaru itu kembali ke soal selera akhir. Buat saya perbandingan keduanya tidak ada bedanya (kalau Anda punya duit lebih banyak), mau beli VW Touareg atau Porsche Cayenne, yang membedakan “hanyalah” desain akhir karena pengembangan chassis dan mesin berada di group yang sama.

Seorang kawan sempat protes, “Hyundai kan tidak mengakuisisi Kia.”

Jawabannya sederhana, fakta membuktikan jika saat Kia mengalami kebangkrutan di tahun 1998, Hyundai yang mengakuisisinya dan salah satunya mengalahkan Ford Motor Company saat bidding. 

Persoalan berapa besaran saham Hyundai di Kia adalah tentu kesepakatan kedua belah pihak. Pun kalaupun dikatakan aliansi sekalipun itu sama saja kini dengan aliansi “ekstrim” yaitu Renault-Nissan-Mitsubishi. Kebayang gak sebelumnya di suatu waktu brand Eropa beralisasi dengan dengan brand Jepang di dalam satu group.

Hasilnya bini kemarin pagi, “Wuih itu Renault Koleos keren juga yah, ayah.”

Aku bilang, “Yah, itu kayak redesain Nissan Xrail karena basis pengembangan platform dan mesinnya sama.”

Buat saya kemudian memutuskan meminang Darth Vader itu adalah karena saya lebih suka konsep desain Fluidic Sculpture 2.0 punya Hyundai pada Tucson generasi ketiga ketimbang konsep desain Kia Sportage generasi keempat yang terkesan manis di bagian eksterior depan, tapi ini seperti saya bilang kembali ke soal selera masing-masing.

Standar Eropa

Di tahun 2012, Hyundai menjadi brand kedua asal Asia setelah Toyota yang menjadi anggota resmi European Automobile Manufacurer’s Association (ACEA).

Untuk Kia dan Chevrolet (rasa Daewoo), saya belum punya informasi, hanya saja produk-produk yang mereka pasarkan di Indonesia juga beberapa telah melalui standar uji keselamatan di Eropa melalui Euro NCAP.

Kenapa saya memuja Euro NCAP? Pertama, karena masyarakat atau konsumen otomotif di Eropa terkenal yang paling kritis di dunia soal kualitas. Kedua, Euro NCAP tidak seperti NHTSA di Amerika Serikat yang berada di bawah Departemen Transportasi Pemerintahan, sehingga kesannya bisa politis dalam kebijakan.

Untuk sub compact SUV, saya jujur lebih suka desain Chevrolet Trax 1.4L Turbo ketimbang Honda HRV 1.5L.

Mesin Terbaik

Jujur soal apresiasi soal pengembangan mesin, saya lebih suka mengacu pada data dari WardsAuto dalam memberikan penghargaan mesin terbaik.

Anda bisa browsing di Google soal penghargaan untuk Hyundai dan Kia dalam pengembangan mesin dari WardAuto.

Layanan Purna Jual

Sudah dua kali saya merasakan pengalaman servis berkala di Hyundai Cibubur, dan sejauh ini saya puas.

Ruang tunggunya lumayan nyaman dan ber-AC, ada juga kue-kue jajanan (walaupun gak sebanyak Nissan Depok dulu), dan ada pula kopi yang bisa dibuat dari mesin otomatis tinggal pencet.

Ada juga fasilitas bermain untuk anak di bagian depan showroom dekat lineup mobil dipajang. Satu-satunya masukan, jika mengacu pada pelanggan Nissan dulu, adalah papan informasi gambaran biaya perawatan berkala per periode, meski itu juga tidak bisa dijadikan patokan sepenuhnya, tapi kira-kira konsumen bisa mendapat gambaran berapa kira-kira biaya perawatan berkala yang dibutuhkan per periode.

Untuk mentaktisi hal tersebut, Anda sebenarnya juga bisa cukup berkomunikasi dengan pihak SA (Service Advisor) yang akan dengan senang hati menjelaskan kepada konsumen.

Kualitas layanan servis Hyundai pun baru-baru ini mendapat penghargaan langsung dari pihak prinsipal Hyundai Motor Company. Silakan baca HYUNDAI INDONESIA RAIH PENGHARGAAN KUALITAS SERVIS TERTINGGI DARI PIHAK PRINSIPAL.

Kira-kira demikian sementara informasi yang bisa saya bagikan soal kualitas mobil-mobil Korea yang dipasarkan di Indonesia saat ini. Jika Anda punya pendapat berbeda ataupun ingin menambahkan pendapat silakan tinggalkan komentar di bawah.

Terima kasih sudah menyempatkan membaca. Semoga informasi ini bermanfaat.

3 Replies to “KENAPA MEMBELI MOBIL KOREA ITU BAIK?”

  1. Yang belum pernah dibahas lebih detail itu bang persoalan after sales nya, misalnya harga perbaikan wiper belakang toyota avansa misalnya hanya kisaran 100.000, trus kenapa nissan biayanya sampe 2jt, trus kalau harga busi toyota seharga 30rb satu jadi total bisa hanya 120rb, trus kenapa busi honda seharga 100rb satu dan total 6 jadi harganya bisa 600rb, dan banyak lagi diskusi mengenai hal tersebut dalam keseharian. Jadi kalo benar mohon dijelaskan kenapa, kalau salah mohon diberikan perbandingan harga, terutama mobil korea, apa after salesnya juga banyak di wilayah sul-sel? Salam KONTRA

      1. Siap, kawan baikku yang senantiasa kritis sejak dulu. Saya bernapas dulu buat meresponnya secara khusus yah. Ya, saya usahakan akan jadikan artikel tersendiri, meski tentu tidak mudah. Jabat erat selalu, kawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s