SUNMORI DENGAN YAMAHA AEROX 155 VVA

Sunmori 11 Maret 2018 bareng abang Rasy dan Keanu.

Jakarta – Minggu pagi 11 Maret 2018, bini ngajakin jalan. Nah, mumpung di rumah sekarang sudah ada dua motor maka diputuskan “sunday morning ride” saja biar ngikutin budaya kaum urban yang lagi trend saat ini.

Maka dipersiapkanlah motor buat antar jemput anak sekolah Yamaha Mio Soul 2011, dan tentu saja motor impian setahun terakhir yang sudah terkabulkan saat ini, Bumblebee 155 VVA.

Gak jauh-jauh kok rutenya cuma ngejar penjual bubur sambil nikmati suasana danau kompleks di perumahan nyokap yang jaraknya sekitar 15 menitanlah dari rumah. 

Bini menyuruhku pakai Bumblebee 155 VVA, sementara dia pakai skutik lawas Yamaha Mio Soul 2011 yang bannya sudah diganti pakai IRC tubeless itu. “Biar yang punya ngerasain jugalah,” kata bini.

Dengan tinggi 172 cm, saya merasa kedua telapak kaki masih menapak di permukaan jalan. Hal ini buat saya penting, karena secara proporsi motor ini sangat pas meski sekilas kelihatan gambot.

Seorang kawan baik protes beberapa hari lalu di sosial media, “Gak main motor laki lagi (maksudnya motor batang)?”

Saya jawab, Yamaha Aerox 155 VVA adalah sebuah kompromi terbaik antara kesukaan pada motorsport dan rasa cinta pada keluarga. Karena meski merupakan motor matik yang tanpa gigi, desainnya sangat sport termasuk posisi duduk yang nungging ke belakang layaknya karakter motorsport sejati.

Sip, saatnya menyalakan kunci kontak. Saya membonceng abang Rasy yang duduk di belakang dan Keanu yang duduk di separator tengah yang juga merupakan tempat dimana tangki bensinnya berada.

“Enak gak?”

Rasy dan Keanu kompak menjawab, “Enak banget, ayah.”

“Aku suka banget Aerox, ayah. Bannya gede kayak mobil kita, suara klaksonnya juga gede kayak di mobil kita juga,” kata Keanu yang memang paling ceriwis bersaudara.

Saya pribadi paling suka dengan riding position-nya, sangat jemawa. Mengingatkan pada masa lalu yang angkuh hahahaha…

Kesan sport bike-nya terasa banget di riding position, tidak hanya sekadar dari kesan desainnya. Proporsinya yang gede gambot dan lumayan tinggi menegaskan kesan itu.

Kami pun melewati rute perkampungan untuk sampai ke tukang bubur tujuan,  termasuk melewati jalan turunan dan tanjakan dengan kemiringan antara 25 – 30 derajat. Sedikit saja bukaan gas dari mesin 155cc yang telah dilengkapi dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA), membuat mudah saja untuk menaklukkan jalan menanjak.

Pun demikian dengan desain alur dan ukuran ban IRC tubeless super lebar serta kental nuansa sport membuat berbagai kondisi rute yang dilewati sangat mudah ditaklukkan, mulai dari jalanan rusak, jalanan basah, dan jalanan bebatuan, libas dengan mudah, guys.

Sekitar pukul delapan pagi, kami sudah tiba lagi di rumah. Kedua motor yang habis kami pakai, aku cuci sendiri. Ya, kendaraan di rumah umumnya aku cuci sendiri. Ada kepuasan tersendiri jika bisa memandikan mereka sebagai anggota keluarga inti di rumah. Sekalian olahraga…

Saat tulisan ini dibuat, si Bumblebee sudah rapi bersih lagi di dalam rumah, sambil nunggu kiriman kunci roda dari mas Boy dan nanti insya Allah mau urus asuransi TLOnya, baru berani di taruh di garasi bersama Darth Vader dan skutik lawas yang buat antar jemput anak-anak sekolah.

Oks, demikian dulu, guys. Laporan singkat perkembangan riding impression bersama Bumblebee 155 VVA.

Kalian bisa tinggalkan kesan dan pengalaman menggunakan Yamaha Aerox 155 VVA di kolom komentar.

Terima kasih sudah mampir dan menyempatkan waktu untuk membaca. Selamat berakhir pekan.

2 Replies to “SUNMORI DENGAN YAMAHA AEROX 155 VVA”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s