MENGUKUR PENCAPAIAN WULING DAN DATA BICARA

Jakarta – Kehadiran Wuling yang terbilang agresif di pasar otomotif tanah air tentu menarik untuk diperhatikan. Bayangkan kurang dari setahun, brand asal Cina ini telah melansir dua model sekaligus dan terjun ke dalam pasar terlaris sekaligus terkeras level pertarungannya di Indonesia, yaitu segmen mobil keluarga.

Di pertengahan tahun 2017, mereka memperkenalkan Wuling Confero di segmen Low MPV sekelas Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia namun dengan iming-iming harga “hanya” sekelas kendaraan LCGC seperti Toyota Calya dan Daihatsu Sigra.

Sebuah strategi yang unik meski sudah beberapa kali dipakai brand lain untuk bertarung dengan para brand asal Jepang khususnya Toyota.

Hasilnya dalam paruh kedua 2017 (Juli – Desember), Wuling Confero mampu meraup angka penjualan 4.598 unit (berdasarkan data Gaikindo) atau rata-rata terjual 766 unit per bulan.

Sebuah awal yang manis untuk nilai investasi US$700 juta atau sekitar Rp 9,6 triliun (nilai kurs Rp 13.700) untuk pembangunan pabrik manufaktur dan jaringan diler.

Bagaimana dengan pencapaian di tahun 2018? Di dua bulan pertama tahun ini, Januari dan Februari, penjualan Wuling Confero agak kendur. Di bulan Januari 2018, catatan penjualannya 555 unit dan di bulan Februari 2018 tercatat 565 unit. Atau dengan kata lain masih berada di bawah rata-rata angka penjualan di tahun 2017.

Langkah Berani Memperkenalkan Wuling Cortez dengan Mesin 1,8-Liter

Sejarah membuktikan jika pilihan mesin 1,8-liter itu tanggung buat jadi pilihan konsumen, Nissan Grand Livina 1.8 sudah pernah merasakan.

Bahkan jika melihat data Gaikindo saat ini, begitu jomplangnya angka penjualan Honda HR-V 1.5 dengan penjualan Honda HR-V 1.8. Di dua bulan pertama 2018 (Januari dan Februari), Honda HR-V 1.5 bisa terjual di atas 2.000 unit per bulan, sementara yang versi mesin 1.8 “hanya” mampu terjual di angka 400an unit per bulan.

Nah, bagaimana dengan Wuling Cortez? Meski jika menilik informasi di media massa, Wuling Cortez 1.8 baru diperkenalkan awal Februari 2018. Uniknya, jika mengacu pada data Gaikindo di bulan Desember tahun 2017, sudah ada angka penjualan 92 unit.

Lalu di Januari 2018, bahkan sudah ada catatan penjualannya 372 unit dan di bulan Februari 2018 tercatat 444 unit. Menarik diperhatikan diperkenalkan di bulan Februari 2018, tapi di Januari 2018 sudah ada data penjualan. Ada yang bisa bantu kasih pencerahan?

Akumulasi Penjualan Bulanan di 2018

Jika mengacu pada data Gaikindo, di bulan Januari 2018, Wuling berhasil menjual 927 unit dari kedua model kendaraannya tersebut (Confero dan Cortez). Sementara di bulan Februari sebesar 1.009 unit dari kedua model tersebut.

Promosi Gencar

Patut diapresiasi aktivitas promosi Wuling, khususnya kini untuk Cortez 1.8L. Di bulan Maret 2018 ini, mereka baru saja mengajak pada awak jurnalis dari media-media terkemuka untuk berperan dalam aktivitas promosi untuk meraih atensi publik.

Sudah bukan rahasia lagi, jika masyarakat kita masih banyak yang terpengaruh oleh bahasa iklan. Apalagi lagi kini berkembang pula pakem marketing baru dengan istilah K.O.L (Key Opinion Leader) yang memiliki kemampuan bertutur atau retorika yang andal.

Mereka para K.O.L disadari atau tidak menjalankan peran sebagai spin doctor atau kalau dibahasa Indonesia-kan bisa berarti sebagai individu dengan kemampuan propaganda atau tukang plintir kelas wahid.

Apakah mereka bisa sukses mempengaruhi opini publik? Bisa menimbulkan suasana debat kusir kalau membahasnya, tapi fakta membuktikan jika masyarakat pun semakin cerdas dan kritis untuk menyeleksi serta menerima informasi yang dibutuhkan.

Ya, para K.O.L ini punya banyak buanget followers atau subscribers, meski belum ada survei akurasi juga yang membuktikan apakah massa mereka ini adalah rill terjadi secara organik, atau by setting.

Bukan apa-apa, jika Anda memasukkan kata kunci penjual jasa penambah followers untuk Instagram, like untuk Facebook, dan subscribers untuk YouTube ternyata memang ada info penyedianya di Google.

Plus, apakah tim hore ini juga merupakan potensial konsumen untuk produk yang dipromosikan atau tidak lebih dari sekadar karakter penonton bayaran alay di layar-layar kaca? Toh, faktanya belum ada filter indikator untuk hal itu.

Kembali ke soal Wuling, jbkderry.com pun sangat mengapresiasi langkah Wuling dan keberaniannya berinvestasi baik untuk pembangunan pabrik, diler bahkan aktivitas promosi yang juga tentu besar nilainya, tapi sebaiknya juga perlu memperkuat riset karakter konsumen dan sejarah pasar di Indonesia.

Ini menurut jbkderry.com baik untuk memperbesar kans pasar dan berkembang di kemudian hari. Misalnya mungkin akan lebih potensial jika mereka jadi melansir Confero versi mesin 1,2L untuk berebut potongan kue di level pembeli mobil baru pemula (first entry) ketimbang memaksakan peruntungan di level mobil keluarga 1,8-liter.

Pasalnya di harga 250 jutaan rupiah, Wuling Cortez menghadapi rival yang sangat berat yaitu Mitsubishi Xpander yang sukses menjungkalkan penjualan sang raja Toyota Avanza di bulan Februari 2018.

Pun demikian, tantangan tidak kalah beratnya hadir dari Toyota All-New Rush.

Bagaimana menurut Anda? Silakan tinggalkan komentar di bawah, gan. Terima kasih sudah menyempatkan membaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s