BENARKAH TOYOTA AVANZA KALAH DARI MITSUBISHI XPANDER?

Jakarta – Berdasarkan data Gaikindo bulan Februari 2017, penjualan wholesales Toyota Avanza tercatat 6.773 unit, sementara Mitsubishi Xpander berhasil membukukan angka penjualan 7.400 unit di bulan yang sama.

Sontak data itu banyak diolah banyak media jika akhirnya setelah hadir pertama kali di tahun 2003, Toyota Avanza akhirnya diberitakan harus mengaku kalah. Lalu diberitakan pula adalah Mitsubishi Xpander sebagai penantang yang berhasil menurunkannya dari singgasana penguasa segmen Low MPV.

Data tersebut memang sekilas terlihat seksi untuk diolah, apalagi pasar Low MPV notabene merupakan segmen pasar mobil baru terlaris di Indonesia.

Tapi apakah benar demikian adanya? Rasanya sih terlalu dini untuk menyimpulkan dari perbandingan data satu bulan penjualan.

Perjalanan nyaris 15 tahun di pasar otomotif nasional dengan angka penjualan lebih dari 1,6 juta unit (1.642.657 unit), data dari tahun 2004  hingga tahun 2017, menunjukkan jika Toyota Avanza telah melalui berbagai macam proses dan dinamika pasar dalam periode waktu yang panjang. 

Meski Gaikindo menempatkan Mitsubishi Xpander ada di segmen Low MPV bersama Toyota Avanza, namun secara desain, keduanya tidak berada di segmen yang benar-benar sama. Pasalnya apa?

Paling gampang memperbandingkannya dari cita rasa desain, Toyota Avanza benar-benar berupa mobil Low MPV sejati, sementara Xpander juga mengusung aura SUV khas Mitsubishi.

Jika demikian, rival sejatinya Mitsubishi Xpander lebih pas dibandingkan dengan Toyota Rush generasi terbaru yang secara kasat mata juga mengakomodir aura SUV beraroma MPV. Simak saja desain baru Toyota Rush yang tidak lagi menempatkan ban serep di belakang, serta juga kini mengandalkan layout kursi tiga baris.

Lantas kembali ke premis pertama, apakah Mitsubishi Xpander berhasil mengalahkan Toyota Avanza, atau ada sebab lain?

Yuk, kupas salah satu indikator argumentasi berdasarkan data penjualan Gaikindo. Berikut data penjualan Toyota Avanza dari tahun 2004 hingga tahun 2017:

  • Tahun 2004, Toyota Avanza terjual 43.936 unit atau rata-rata 3.661 unit per bulan.
  • Tahun 2005, penjualan Toyota Avanza naik menjadi 54.893 unit atau rata-rata 4.574 unit per bulan.
  • Tahun 2006, penjualan Toyota Avanza mengalami sedikit penurunan menjadi total 52.260 unit atau rata-rata 4.355 unit per bulan.
  • Tahun 2007, penjualan Toyota Avanza kembali naik menjadi 62.010 unit atau rata-rata 5.168 unit per bulan .
  • Tahun 2008, penjualan Toyota Avanza kembali naik menjadi 85.535 unit atau rata-rata 7.128 unit per bulan .
  • Tahun 2009, penjualan Toyota Avanza kembali naik menjadi 100.065 unit atau rata-rata 8.339 unit per bulan.
  • Tahun 2010,  penjualan Toyota Avanza kembali naik menjadi 141.799 unit atau rata-rata 11.817 unit per bulan.
  • Tahun 2011, penjualan Toyota Avanza kembali naik menjadi 162.367 unit atau rata-rata 13.531 unit per bulan.
  • Tahun 2012, penjualan Toyota Avanza kembali naik menjadi 192.146 unit atau rata-rata 16.012 unit per bulan.
  • Tahun 2013, penjualan Toyota Avanza kembali naik menjadi 213.458 unit atau rata-rata 17.788 unit per bulan.
  • Tahun 2014, penjualan Toyota Avanza turun menjadi 162.070 unit atau rata-rata 13.506 unit per bulan.
  • Tahun 2015, penjualan Toyota Avanza kembali turun menjadi 133.153 unit atau rata-rata 11.096 unit per bulan.
  • Tahun 2016, penjualan Toyota Avanza kembali turun menjadi 122.654 unit atau rata-rata 10.221 unit per bulan.
  • Tahun 2017,  penjualan Toyota Avanza kembali turun menjadi 116.311 unit atau rata-rata 9.653 unit per bulan.

Jika mengacu dari data di atas, minat konsumen terhadap Toyota Avanza sudah mulai turun sejak tahun 2014 dan belum pernah lagi terkoreksi naik lagi setelah itu.

Sebenarnya tidak hanya Toyota Avanza yang mengalami pukulan penjualan di segmen Low MPV.

Honda Mobilio misalnya yang hadir di tahun 2014 dan digadang-gadang menjadi rival terberat, hanya membukukan angka penjualan menawan di tahun pertamanya dengan angka penjualan 78.154 unit. Di tahun 2015, kendur menjadi 42.932 unit.

Setahun berikutnya di tahun 2016, penjualan Honda Mobilio juga kembali kendur di angka di angka 39.482 unit. Padahal, di bulan Januari 2016 baru saja diperkenalkan model penyegaran dengan fitur lebih lengkap. Bahkan di tahun 2017, penjualan Honda Mobilio juga kembali kendur menjadi 26.023 unit.

Bukan Mitsubishi Xpander Yang Kalahkan Toyota Avanza?

Jika mengacu pada data dan fakta di atas, jelas bukan Mitsubishi Xpander yang mengalahkan Toyota Avanza. Indikatornya mudah, grafik turun penjualan sudah dimulai dari tahun 2014 dimana saat itu tentu belum ada Mitsubishi Xpander di pasar sebagai pilihan konsumen.

Lantas siapa sesungguhnya yang mengalahkan penjualan Toyota Avanza? Kemana larinya potensial konsumen mereka sejak tahun 2014 hingga kini?

Tentu banyak faktor yang bisa jadi penyebab, mulai harga Toyota Avanza kini sudah tidak murah lagi. Banderolnya jauh melambung dari awal kehadirannya yang di bawah Rp100 juta kini notabene sudah di atas Rp200 juta per unit.

Kehadiran segmen LCGC di semester kedua tahun 2013, lalu mulai masuk ke pasar otomotif selama setahun penuh di tahun 2014, tentu menjadi salah satu penyebab utama merosotnya minat beli konsumen pada Toyota Avanza.

Sederhananya, Toyota Avanza sudah migrasi dari segmen first entry atau pembeli mobil baru pemula. Toyota Avanza sudah masuk ke kelas yang lebih tinggi buat konsumen yang ingin naik kelas dari segmen LCGC ataupun pengguna mobil seken.

Kehadiran kompetitor baru seperti Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero dapat diasumsikan menggerus pasar Toyota Avanza pun harus dibuktikan lebih jauh. Mengapa?

Simak saja, data penjualan Wuling Confero yang pada semester kedua 2017 yang mampu membukukan angka penjualan 4.598 unit atau sekitar 826 unit per bulan, namun di dua bulan pertama 2018 (Januari dan Februari) tercatat “hanya” 1.120 unit atau rata-rata 560 unit.

Kembali pertanyaan, apakah sahih menempatkan Mitsubishi Xpander sebagai penguasa baru di segmen Low MPV saat ini? Kansnya tentu sangat besar, apalagi antusiasme pasar tengah tinggi-tingginya, tapi sebaiknya jangan tergesa-gesa menyimpulkan di awal lomba.

Rasanya pertarungan baru saja dimulai, mari kita nikmati pergulatannya ditemani secangkir kopi sembari bersandar di kursi sofa yang empuk…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s