PERJALANAN RITUAL TOURING KE BOGOR JADI TERASA DEKAT

Ini bukan skutik MAXI punya jbkderry.com, ini Yamaha TMAX DX yang sudah mulai diterima konsumennya di Indonesia per tanggal 24 Maret 2018. Minat juga, gan?

Jakarta – Selasa 26 Maret 2017 setelah agak lama, akhirnya saya berkesempatan lagi melakukan ritual bareng bini sambil nunggu anak-anak pulang sekolah, yaitu touring ke kota Bogor sambil makan coto Makassar Daeng Tona yang kini pindah lagi lokasinya di jalan Ahmad Yani (kini di areal depan apotek).

“Di lokasi dulu sewanya kemahalan soalnya, naik jadi Rp 75 juta setahun. Di sini cuma Rp3 juta sebulan dan parkirannya lebih luas. Di sana dulu suka ribut soal parkiran juga,” kata adik ipar Daeng Tona yang asli Sunda Bogor (bininya Sunda Bogor).

Selain semangkuk coto yang bisa sedikit menghapus rasa rindu ke kampung halaman, perjalanan ke Bogor kali ini beda dari biasanya, terasa lebih cepat dan nyantai.

Sebelumnya kami suka ke Bogor naik Yamaha Xeon (2011) yang sudah dijual dua tahun lalu, terus naik Honda Vario 125 (2016) punya Bunda yang dicuri parkiran lapangan kantor bupati Bogor di bulan September 2017 (tahun lalu), naik Yamaha Mio Soul (2011) yang dipakai antar jemput anak-anak sekolah, naik Nissan GL AT (2013) yang sudah dijual Maret tahun 2017 lalu, atau yang paling enak tentu naik Darth Vader Honda Tucson GLS AT tahun 2017.

Perbedaan kali ini karena kami naik Bumblebee 155 VVA. Gokilnya, start dari jalan raya Tegar Beriman Cibinong jam 10.25 WIB sampai di jalan Ahmad Yani pukul 10:45 WIB. Cuma 20 menit yang singkat dan gak terasa, skutik entry-level mid-size premium ini terhitung minim getaran serta sangat pas mengangkut saya dan bini yang berukuran masing-masing 70an kg.

Saya jadi ingat kritikan seorang sahabat baik, “Wah, sudah benar-benar pindah ke motor tanpa gigi beneran, brader?!”

Temen (main motor Honda Tiger dulu) katakan waktu saya unggah kehadiran Bumblebee 155 VVA di Instagram @derry.journey pada tanggal 7 Maret 2018 lalu. Seketika saya ingat dengan Honda Tiger kesayangan, dibeli di tahun 2004 tepat di hari ulang tahun, dan dijual di tahun 2011 setelah sekitar dua tahun gak terpakai jadi sarang laba-laba.

Kenapa saya ingat, dulu pakai ban motor Battlax BT45 ukuran lebar 120 di belakang dan 100 di depan itu sudah lebar, nah, sekarang di Bumblebee 155 VVA ini bannya (IRC SCT) sudah ukuran 140 di belakang dan 110 di belakang bagaimana gak lebih percaya diri (saat nikung khususnya)?! Apalagi proporsi motornya tinggi dan aura motorsportnya dapet banget.

“Kayak balik jadi anak muda lagi nih posisi duduknya, dan agak cepetan naik motornya. Nyaman dan gak berasa,” kata bini.

Di perjalanan menuju Bogor, tepatnya di daerah Sukahati, kami ketemu dengan Yamaha XMAX 250. Saya pun coba mengejarnya, meski kemampuan berakselerasi dan output powernya gak segede XMAX 250, tapi cukup mampulah untuk mengejarnya.

“Kalau itu harganya berapa, ayah?” kata bini.

“Dulu sih awalnya 55 juta (rupiah), sekarang sudah naik jadi 57 juta (rupiah).”

“Wah, lumayan lengkap yah pilihan MAXI Series.”

“Yup, sekarang makin lengkap sih. Mulai April nanti ada Lexi 125, ada Aerox 155 VVA, ada NMax 155 VVA, ada XMAX 250 kayak itu. Dan kalau punya duit lebih banyak bisa tebus TMAX DX yang banderolnya hampir 300 juta (rupiah, tepatnya Rp299,9 juta on the road Jakarta).”

“Wuih, lumayan juga harganya yah. Kelebihannya apa memangnya tuh TMAX DX, ayah?”

“Itu motor built up dari Jepang dan kapasitas mesinnya 530cc, itu juga yang buat harganya mahal, karena pajaknya memang mahal. Apalagi itu kapasitas mesinnya sudah di atas 500cc, kena pajaknya 125 persen. Tapi soal spek motor dan layanan dari Yamaha-nya sendiri memang keren.”

Berikut sebagian petikan informasi resmi dari pihak Yamaha soal Yamaha TMAX DX:

“…Dikembangkan berdasarkan konsep “Master of Scooter”, TMAX DX adalah skutik pertama Yamaha yang menggunakan YCC-T (Yamaha Chip Controlled Throttle). TMAX DX mengalami perubahan pada kerangka bodi yang lebih ringan, performa yang lebih baik, pengalaman berkendara, serta kenyamanan yang maksimal.

TMAX DX dilengkapi 4 fitur canggih terbaru penyempurnaan dari model sebelumnya. 1) Cruise Control, memungkinkan kecepatan jelajah konstan pada rentang 50 – 140 Km/jam yang membuat berkendara jarak jauh lebih menyenangkan, 2) Traction Control System, mengurangi resiko ban belakang selip di segala situasi permukaan jalan pada saat akselerasi, 3) Yamaha D Mode, memberi pilihan pengendara untuk melaju dalam “T Mode” atau “S Mode” berdasarkan kondisi jalan atau preferensi pribadi. T Mode = Mudah dikendarai, S Mode = Sporty Riding. 4) E-Adjustable Windscreen, kaca depan yang dapat disesuaikan secara elektronik sesuai kenyamanan pengendara. Posisi terendah 1.420 mm dan tertinggi 1.555 mm.

Konsumen TMAX DX patut bangga karena motor ini berhasil menerima penghargaan internasional “iF Design Award 2018″. iF Design Award adalah penghargaan desain yang diselenggarakan oleh iF International Forum Design, organisasi desain independen tertua di dunia yang berbasis di Hannover, Jerman. Penghargaan ini diterima Yamaha Motor untuk kelima kali secara berturut-turut sejak 2014 dalam kategori produk motor.”

Selain itu masih ada penjelasan lainnya soal manfaat khusus untuk para pembeli Yamaha TMAX DX yang dimpor sebanyak 60 unit dari Jepang dan prosesi serah terimanya sudah dilakukan hari Sabtu 24 Maret 2018 di Yamaha Flagship Shop Cempaka Putih, yaitu sebagai berikut:

“… Para pemilik pertama Yamaha TMAX DX akan mendapatkan banyak keistimewaan di dealer Completely Built Up (CBU) Yamaha antara lain Free Service, Free Oli, Warranty, dan Yamaha Emergency Service 24 jam masing-masing selama 3 tahun atau 35.000 km, mana yang tercapai lebih dulu.

Sebagai wujud layanan terbaik kepada konsumen, PT YIMM bekerja sama dengan distributor resmi Akrapovic di Indonesia, menyediakan muffler khusus TMAX DX. Konsumen yang melakukan pembelian TMAX DX di dealer CBU Yamaha akan mendapat potongan Rp 2.000.000 untuk muffler Akrapovic…”

Kembali ke soal perjalanan saya dan bini touring ke Bogor.

“Emang sudah ada di Indonesia itu motor (Yamaha TMAX DX)?” tanya bini.

“Nanti baca sajalah di jbkderry.com.”

“Hahahahaha, promosi terus,” kata bini sembari tertawa renyah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s