CAL CRUTCHLOW JUARA DI ARGENTINA, AGRESIVITAS MARQUEZ DAPAT KECAMAN BANYAK PIHAK

sumber foto: http://www.autosport.com

Mancanegara (MotoGP) – 24 lap seri kedua MotoGP 2018 di Argentina, Senin dinihari waktu Indonesia, berlangsung penuh drama dan situasi aneh atau tidak lazim.

Kejadian tidak lazim pertama sudah terjadi saat start, dimana hanya Jack Miller sebagai pemegang posisi pole yang start di posisi depan. Para pembalap lainnya harus mundur dari posisi start semula karena mendapat hukuman mengganti ban kering.

Di awal balapan, Marc Marquez (Repsol Honda) yang melakukan kesalahan saat start diganjar hukuman penalti waktu. Hukuman itu membuat pembalap juara empat kali MotoGP itu harus tercecer di urutan ke-19. Namun aksi super agresivitasnya dalam menggeber motor dan melakukan over taking yang dapat dikatakan membahayakan lawan, membuatnya kembali cepat berada di barisan depan perolehan poin. 

Aksi super agresif di MotoGP Argentina dalam over taking tidak hanya dilakukan oleh Marquez. Di lap kedua, Dani Pedrosa (Repsol Honda) harus keluar lintasan dan gagal melanjutkan balapan, karena aksi over taking agresif dari Johann Zarco (Monster Yamaha Tech3). Faktor lintasan yang tricky dengan beberapa bagian lintasan trek yang basah juga menjadi  pemicu kekisruhan di seri kedua MotoGP 2018 ini.

Di lap ke-8, “korban” pertama aksi super agresif pertama dari Marc Marquez adalah Aleix Espargaro (Aprilia). Meski race line sudah ditutup, namun Marquez tetap memaksa masuk dan membuat lutut Espargaro jadi korban serudukan Honda RC213V tunggangan Marquez. Insiden ini terjadi di Tikungan 13.

Race Director sendiri tidak memutuskan apa-apa atas insiden tersebut.

Sementara rombongan terdepan sendiri, sejak pertengahan lap pertarungan ketat terjadi di antara empat pembalap yaitu Jack Miller (Alma Pramac Racing – Ducati), Johann Zarco (Yamaha), Alex Rins (Suzuki Ecstar) dan Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol).

Hingga lap ke-10, Jack Miller masih kukuh ada di posisi terdepan. Diikuti oleh Alex Rins, Johann Zarco dan Cal Crutchlow masing-masing di posisi kedua, ketiga dan keempat.

Beberapa lap kemudian, aksi super agresif over taking Marc Marquez kembali terjadi. Kali ini yang harus mendapatkannya adalah Taakaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu). Atas aksi membahayakan seperti ini, Marquez sekali lagi hanya mengangkat tangan kirinya tanda meminta maaf.

Komentar super agresif manuver Marquez pun mendapat komentar dari Race Commentator MotoGP.

Di lap ke-15, Alex Rins berhasil mengambil alih posisi pertama dari Jack Miller. Satu lap berikutnya (lap 16), Rins melebar dan membuat tiga pembalap di belakangnya berhasil menyalip. Sebelumnya, Cructhlow juga akhirnya berhasil menyalip Zarco. Alhasil, posisi terdepan pun berubah; Miller, Cructhlow, Zarco dan Rins.

Di lap ke-18, Miller melebar di Tikungan 13 dan membuatnya tercecer dari tiga pembalap terdepan. Posisi terdepan pun berubah, Crutchlow di P1, Zarco di P2 dan Rins di P3. Posisi ini bertahan hingga finish, sehingga Cal Cructhlow memimpin klasemen sementara dengan nilai 38.

Andrea Dovizioso yang harus puas finish di posisi ke-6 kali ini, turun ke posisi kedua klasemen dengan nilai 35. Johann Zarco naik ke posisi ketiga dengan nilai 28.

Kembali ke enam lap tersisa di MotoGP Argentina 2018, drama belum selesai. Di lap ke-19, aksi super agresif Marc Marquez kali ini menyebabkan Valentino Rossi keluar lintasan di Tikungan 13. Alhasil, pembalap asal Spanyol itu harus menjalani hukuman Ride Through Penalty yang kedua.

Di akhir balapan, baik Rossi dan Marquez gagal mendapat poin tambahan.

Di kutip dari situs AutoSport, aksi super agresif over taking dari Marc Marguez di MotoGP Argentina mendapat kecaman banyak pihak.

Mantan dua kali juara dunia Superbike dan juga pernah menjajal peruntungan di MotoGP, James Toseland, mengatakan, “Aksinya ini menunjukkan betapa rendahnya rasa hormat Marquez pada para pembalap lain.”

Neil Hogson, mantan pembalap MotoGP mengatakan Marquez menunjukkan sikap yang “sombong” dalam gaya balapnya. “James (Toseland) benar. Dia nampak bersikap arogan karena kecepatannya.”

Colin Edwards mantan pembalap MotoGP juga mengeluarkan pendapatnya, “Mengambil resiko dalam balapan bukan berarti membahayakan pembalap yang akan dilalui, ini sulit dipercaya.”

Boss gede Movistar Yamaha, Lin Jarvis, pun turut berkomentar, “Apa yag dia (Marquez) lakukan pada Aleix Espargaro dan Valentino Rossi selain menyakitkan juga membuat pembalap lain kehilangan poin. Kami telah mengajukan pendapat ke race direction, kini kami menunggu keputusan mereka dan FIM.”

Mari kita tunggu kelanjutan keputusan atas keberatan tim Yamaha Movistar MotoGP ini…

Hasil lain yang positif juga ditorehkan pembalap Malaysia, Hafizh Syahrin yang berhasil finish di posisi kesembilan dan berhak mendapat tambahan tujuh poin. Ini pencapaian yang lebih baik dibanding seri sebelumnya. Alhasil, Syahrin kini ada di posisi ke-13 klasemen sementara dengan nilai sembilan.

Seri ketiga MotoGP 2018 akan berlangsung di Amerika Serikat pada tanggal 22 April mendatang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s