MAKAN BERSENANG SENANG DI SHABU HACHI BOGOR

View this post on Instagram

#kenyang #sabuhachi #bogor

A post shared by derry journey (@derry.journey) on

 

Bogor – Memenuhi permintaan bini dan menyenangkan anak-anak rasanya tugas jamak para laki di dunia. Saat itu terpenuhi, rasanya sebagian persoalan hidup jadi kelar.

Seperti halnya Senin sore 16 April 2018 selepas Ashar, saya ngantar bini dan anak-anak menuju Shabu Hachi di jalan Pajajaran Bogor. Kesan pertama adalah pada model pintu otomatisnya yang mesti dipencet dulu untuk membuka, norak yah…hahahahaha…

Oh iya, sebelum sampai ke cerita soal makan dan situasi senang-senang di Shabu Hachi Bogor, saya ingin cerita kenapa ke Shabu Hachi Bogor jadi “tugas negara”. Suatu ketika salah satu di restoran langganan Taman Laut yang terletak di seberangnya, nampak rombongan bapak Presiden Joko Widodo keluar dari areal Shabu Hachi, Bogor.

Wah, rumah makan apa itu, ayah?”

Nah, meski terkesan kalimat tanya, itu sebenarnya tanda perintah tugas. Alhasil, setelah ada budget lebihan dikit, dilaksanakan perintah sang boss itu.

Ternyata untuk restoran yang menyajikan menu all you can eat, Shabu Hachi Bogor lumayan “murah”. Harga menu makanan untuk orang dewasa di kisaran Rp 100 ribuan, dan untuk anak-anak 4 – 10 tahun Rp 90 ribuan. Nah, kalau buka fasilitas grilled di meja kena charge Rp 25 ribu per orang.

Karena cuma pengen coba-coba, kami hanya pilih menu daging termurah asal Australia dan non open grilled. Lumayan sih biaya akhirnya, karena ada tambahan beban pajak 10% dan pajak layanan 5%, tapi dibanding restoran all you can eat yang pernah kami coba, Shabu Hachi yang harganya paling terjangkau dan suasananya paling nyaman serta menyenangkan.

Sederhananya, “recommended”, dan menurut mbak pelayan di meja kami, daging pesanan bisa di-refill, tapi rasanya kalau Anda memesan lagi itu berarti masih dalam masa pertumbuhan atau masih doyan makan. Kalau kayak saya, fasenya sudah agak lewat, mesti jaga pola makan dan rajin berolahraga biar tetap fit untuk berutinitas.

Meski lama waktu makan dibatasi selama maksimal dua jam, tapi di luar waktu itu, pengunjung masih bisa menyantap menu yang ada di buffet selama ada di venue. Kami sendiri buka table sekitar jam empat sore yang berarti jam enam sudah harus tutup meja, tapi masih bisa naik ke lantai dua untuk duduk-duduk sembil tetap bisa mengambil menu di buffet di bawah, ataupun berfoto-foto di bagian ruang tengah bangunan yang didekorasi dengan suasana menyenangkan dan ada air mancurnya juga.

Sekitar sejam lebih kami di atas karena sempat sholat Magrib dan Isya di sana, sambil menunggu anak-anak bermain di fasilitas playground-nya. Mushollahnya pun bersih dan apik.

Nyaris jam delapan malam baru kami pulang, itupun setelah saya sudah agak jenuh meski itu bukan soal terpenting. Melihat bini dan anak-anak senang dengan biaya yang gak terlalu mahal untuk ukurannya fasilitas dan menunya, kelak kami rasanya akan kembali lagi ke Shabu Hachi Bogor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s