KAPASITAS PRODUKSI MITSUBISHI XPANDER DITINGKATKAN DAN 30 PERSEN UNTUK PASAR EKSPOR

Jakarta – April 2018 ini menjadi momen yang cukup istimewa bagi jbkderry.com dan kanal YouTube “Derry Journey”, karena dalam sepekan terakhir bisa melakukan liputan yang dihadiri Pak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Pertama pada saat pembukaan IIMS 2018 Kamis 19 April 2018, dan hari ini Rabu 25 April 2018 di seremoni ekspor perdana Mitsubishi Xpander di IPC Car Terminal – Tanjung Priok.

Dalam seremoni tersebut turut hadir Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabiner RI Pramono Anung, serta Chief Executive Mitsubishi Motors, Osamu Masuko.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Mitsubishi Motors mencanangkan target ekspor di tahun perdananya dapat mencapai angka 30.000 unit, dengan target negara tujuan yaitu Filipina, lalu diikuti ke negara lain yaitu Thailand, Vietnam dan beberapa pasar internasional lain seperti Thailand, Vietnam serta beberapa pasar internasional lainnya di bulan mendatang termasuk di wilayah Timur Tengah.

“Di bulan Januari 2018, kapasitas produksi Mitsubishi Xpander telah dinaikkan dari angka 5.000 unit per bulan menjadi 8.000 unit per bulan, dan sedianya pada bulan Juli 2018 mendatang kembali dinaikkan menjadi 10.000 unit per bulan, dimana proporsi pembagiannya 70 persen untuk kebutuhan pasar domestik dan 30 persen untuk pasar ekspor,” kata hief Executive Mitsubishi Motors, Osamu Masuko.

Sejak diluncurkan di Indonesia pada Agustus 2017, Mitsubishi Xpander sendiri mendapat respon yang bagus dan positif, baik dalam hal penjualan maupun penghargaan bergengsi. Di antara terpilih sebagai “Car of The Year” dari Tabloid Otomotif.

Dari segi penjualan, Mitsubishi Xpander hingga saat ini telah terjual lebih dari 66.000 unit dan berhasil menjadi mobil terlaris di kelasnya.

Tingginya animo konsumen di dalam negeri pada Mitsubishi Xpander juga ditandai dimana 50 persen dari kapasitas produksi pabrik kendaraan Mitsubishi Motor di Bekasi digunakan khusus produksi kendaraan low MPV terlaris tersebut saat ini.

Dan untuk memenuhi kuota permintaan domestik dan ekspor, sejak Oktober 2017 lalu, shift produksi pun telah diberlakukan sistem dua shift.

“Tingginya respon konsumen domestik membuat rencana ekspor pun sedikit terundur dari jadwal semula demi memprioritaskan kebutuhan di dalam negeri. Sementara di pasar ekspor untuk Filipina saja, jumlah permintaan sudah mencapai 3.000 unit hingga saat ini,” imbuh Osamu-San.

Naiknya kapasitas produksi di bulan Januari 2018 lalu juga telah membuat kebutuhan tenaga kerja pun mengalami peningkatan, dari sebelumnya 3.000 tenaga kerja kini telah ketambahan 400 orang karyawan lagi. Bahkan sedianya dengan tambahan dana investasi sekitar 1 miliar yen atau sekitar Rp 127,68 miliar (nilai kurs Rp 127,68), kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan ke depannya total mencapai 4.000 orang karyawan.

Perkembangan produksi juga ini tentu berimbas pada tumbuhnya jaringan rantai pasokan dengan melibatkan manufaktur lokal di Indonesia.

Selamat buat pihak Mitsubishi Indonesia, semoga usahanya makin lancar dan terus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri otomotif Indonesia sekarang dan ke depannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s