SERUNYA NONTON LANGSUNG PARA PETARUNG BEBAS MMA DI OKTAGON

Jakarta – Jumat malam 11 Mei 2018, akhirnya jbkderry.com kesampaian nonton langsung para pakar mixed martial arts di dalam octagon. Seru banget, guys…

Ya, beda banget dibanding nonton di tivi atau di YouTube, karena kita bisa mendengar langsung bagaimana bunyi kerasnya pukulan, tendangan atau bantingan dari para atlet mixed martial arts yang berlaga.

Dalam laga bertajuk Brave 12 – KHK Legacy semalam, jbkderry.com membaginya ke dalam tiga warna pertarungan. 

pertarungan Brilly Perkesa vs Alfiandi yang lebih mirip gaya street fighting.

Di babak yang namanya “Under Card”, mungkin artinya “non partai utama” ada delapan pertarungan seperti yang nampak pada image poster di atas.

Nah, jbkderry.com itu kelewatan partai pertama, baru masuk pas di partai kedua dan ketiga under card yang dilakoni para atlet MMA dari Indonesia. Kesimpulannya, “Gillaaa, itu bobot pukulan dan tendangannya lebih keras ketimbang massa gebukin maling atau pencopet yang ketangkep, guys.”

Tapi gak enaknya, atlet MMA Indonesia  masih kayak berantem jalanan beneran alias adu pukul dan tendangan standing up fighting.

Petarung asal Filipina, Jeremy Pacatiw, yang masih mampu meladeni gaya bertarung buas Kaan Ofli asal Australia.

Beralih ke pertarungan ke-4 hingga ke-8 di babak “Under Card”, warna pertarungan lumayan beda kebanyakan ground fighting. Kalaupun standing up fighting, para atletnya gak asal ngelempar pukulan dan tendangan. Semuanya lebih terukur dan diperhitungkan.

Sederhananya, atlet MMA yang dari luar negeri (bule, Timur Tengah dan Filipina) lebih profesional dan terlatih. Filipina? Iya, dua petarung asal Filipina, Jomar Pa-Ac cukup mampu meladeni asal Bahrain yang lebih kekar, demikian pula Jeremy Pataciw masih mampu meladeni petarung asal Australia Kaan Ofli yang sekilas mirip postur dan rupa Daniel Craig.

Tahu Daniel Craig yang sekarang jadi pemeran tokoh rekaan Ian Fleming, kan?!

Akhmed Magomedov (Rusia) berhasil menang kuncian di ronde kedua atas petarung asal Belanda, Anthony Engelen.

Kembali ke pengalaman nonton aksi atlet MMA langsung semalam, suasana pertarungan seketika berubah ketika mulai masuk ke babak Main Card yang melagakan tujuh pentas pertarungan.

Sayang karena ngeri ketinggalan jadwal kereta terakhir dari Stasiun Cawang, jbkderry.com hanya sempat melihat pertarungan Gadzhimusa Gaziev asal Rusia yang memiliki julukan “Deadshot” melawan petarung asal Brazil bernama Leonardo Mafra Texeira yang serba gede di tubuhnya.

“Gile, itu sampai bagian tengahnya gede juga, mas bro,” tereak Bro Daman, rekan nonton jbkderry.com semalam.

Sayang meski penuh otot, hajaran dari Gazief ke bagian kakinya membuat Texeira mengerang kesakitan dan memaksa wasit menghentikan pertarungan.

Main Card kedua warna pertarungan lebih slow. Marat Magomedow asal Rusia meski lebih dominan ketimbang Luke Adams asal Amerika Serikat namun tidak berani terlalu tampil frontal. Ia akhirnya hanya menang angka.

Rasanya ingin tinggal lebih lama, tapi jbkderry.com harus segera pulang meninggalkan Balai Sarbini saat itu juga. Sempat lihat kiri kanan sebelum pulang ternyata banyak banget yang nonton badannya berotot, termasuk di salah satu kursi VIP nampak wajah yang gak asing zaman di rumah masih ada di tivi.

“Eh, ada abang Said Bajuri. Abang tarung juga yah malam ini?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s