TAHUN 2018 NAMPAKNYA AKAN KEMBALI JADI MILIK MARC MARQUEZ

sumber foto: http://www.autosport.com

Mancanegara (MotoGP Le Mans 2018) – Judul artikel ini mungkin terasa masih terlalu dini disimpulkan. Toh, MotoGP baru berjalan lima seri dari total 20 putaran yang direncanakan di tahun 2018 ini. Artinya baru seperempat musim berjalan.

Judul artikel ini hanya mengacu pada tiga balapan terakhir MotoGP 2018 yang telah berlangsung di Amerika, Jerez – Spanyol dan yang semalam waktu Indonesia (Minggu 20 Mei) di sirkuit Le Mans – Perancis, dimana Marquez terus bisa menjadi juara pertama. 

Seperti halnya di Le Mans kemarin, menggunakan ban hard di roda belakang yang digadang-gadang membuat Marquez tidak akan melesat di lap-lap awal tidak juga sepenuhnya benar. Ya, start dari posisi kedua sempat membuatnya agak tercecer dari baris terdepan. Bahkan Valentino Rossi yang start dari posisi kesembilan sempat bertarung wheel to wheel untuk berebut posisi empat.

Tiga pembalap terdepan di awal-awal diisi oleh pertarungan Jorge Lorenzo (Ducati), Johann Zarco (Monster Yamaha Tech 3), serta Andrea Dovizioso (Ducati). Tapi itu tidak butuh waktu lama, di lap ketiga Marquez sudah berhasil memacu Honda RC213V 2018 dan bertarung wheel to wheel dengan tiga pembalap terdepannya. Ia pun sempat meng-overtake Zarco, meski pembalap tuan rumah kembali tampil trengginas di hadapan para pendukung di negaranya.

Lima lap berjalan, sebuah petaka datang menghampiri Andrea Dovizioso di Turn 6. Di gravel, pembalap asal Italia itu pun hanya bisa terkesima menatap tidak percaya bisa terjatuh. Padahal Dovi baru saja memperpanjang kontrak di tim pabrikan Ducati.

Tiga lap kemudian, petakan menghampiri pembalap yang paling berambisi bisa meraih podium juara di Le Mans, Johann Zarco, terpental di Turn 8.

Setelah itu, balapan cenderung membosankan. Lorenzo seperti biasa hanya kencang di awal, jelang akhir balapan pembalap kedua Jack Miller di tim satelit Alma Pramac Racing berhasil mengalahkannya. Pembalap dengan rekor kemenangan terbanyak di Le Mans itu harus puas finish di posisi ke-6, sekaligus semakin mengancam posisinya di tim pabrikan Ducati musim depan.

Adalah Danilo Petrucci, pembalap utama tim satelit Alma Pramac Racing, yang berhasil finish kedua kali ini yang berharap bisa menggantikan posisi Lorenzo di tim pabrikan musim depan. Juara kedua di Le Mans 2018 adalah podium pertamanya di musim ini sekaligus mengantarkannya ke posisi kelima di klasemen sementara pembalap dengan nilai 54.

Ya, satu-satunya “kekurangan” dari pembalap 27 tahun itu adalah sikapnya yang rendah hati. Petrucci terlalu sopan untuk seorang kandidat juara yang selalu terkesan jemawa layaknya Marc Marquez. Di akhir balapan saat diwawancarai misalnya Petrucci hanya berujar, “Saya hanya berusaha mengikuti Marc Marquez lakukan di depan.”

Demikian pula Valentino Rossi yang berhasil meraih podium ketiga kali ini, meski di tengah persoalan di motor Yamaha YZR-M1 miliknya yang belum bisa tampil seperkasa Honda RC213V 2018 punya Marc Marquez.

“Saya hanya tahu saya lebih cepat di Jerez kali ini, saya pun coba mengikuti Petrucci tapi dia sedikit lebih cepat di depan. Ya, ini adalah hasil yang menyenangkan,” kata Rossi saat diwawancarai setelah balapan.

Lalu siapa sebenarnya rival terberat buat Marc Marquez di 15 seri tersisa? Jika mengutip pernyataan rider Spanyol jelang seri Le Mans 2018, musuh terberatnya adalah Andrea Dovizioso dan Johann Zarco. Persoalannya kedua pembalap tersebut menghadapi masalah performa yang konsisten.

Bagaimana menurut, brosis?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s