MUDIK LEBARAN DENGAN DAGU TEGAK ITU BUKAN DOSA, BENERAN!

Jakarta – Salah satu hukum tidak tertulis pulang kampung alias mudik lebaran adalah pulanglah dengan dagu tegak alias penuh kebanggaan, betul? (baca “betul”nya kayak pak ustad lagi ceramah)

Nah, kebanggaan itu menandakan jika kita tidak meninggalkan kampung halaman sebagai pecundang, tapi pemenang. Caranya yah itu tadi pulang dengan kebanggaan. Lha, kok jadi kembali lagi yah…

Baiklah kita naikkan kecepatan buat lebih maju ke depan. Nah, hukum untuk pulang dengan bangga yah mudah, yaitu pulanglah dengan pencapaian. Caranya?

Hmm, jadi kemarin Jumat 8 Juni 2018, saat ngambil unit test ride Yamaha Lexi S (tipe tertinggi yang banderolnya Rp 22,8 juta on the Jabodetabek), founder jbkderry.com yang punya postur tinggi 172 cm ngerasain jika skutik dengan banderol harga paling terjangkau di jajaran MAXI Series (eh, lebih mahal ketimbang versi standarnya deng) bisa memenuhi syarat dasar untuk membuat dagumu tegak sepanjang perjalanan (asal jangan terlalu dongak yah pas riding, bisa-bisa kecelakaan masuk lubang atau nginjak kucing lewat).

Kok bisa? Pertama, pas masuk gedung utama PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) di Pulo Gadung, untuk pertama kalinya jbkderry.com ngeliat mata kepala sendiri Yamaha Lexi disandingkan sejajar dengan Yamaha NMax. Ternyata proporsi dimensinya nampak setara, guys

Sederhananya, kapan lagi bisa beli skutik premium dari keluarga MAXI Series dengan harga lebih terjangkau kalau bukan Yamaha Lexi tipe S?!

Singkat cerita, pas sudah ngobrol sama Pak Didiet yang dipercayakan pihak YIMM untuk ngurus pinjaman unit test ride ini, tiba-tiba bunyi bel bersuara yang nyampe ke seluruh areal.

Wah, buruan cabut, mas. Ntar lagi buruh pada keluar istirahat bakalan rame pintu keluarnya nanti,” kata Pak Didiet.

Buruan jbkderry.com melaju meninggalkan areal Gedung 14 di YIMM. Sayangnya, sesuai syarat administrasi, motor ditahan bentaran sama pak sekuriti di gerbang utama. Mana setelah itu harus ke pos sekuriti pintu 2 buat ngambil lembaran e-KTP yang belum jadi-jadi juga sampai sekarang…

Alhasil beneran sempat ngerasain jalanin motor di antara kerumunan buruh yang keluar dari lokasi pabrik.

Setelah itu buru-buru ke SPBU buat ngisi bahan bakar, indikator digital di panel instrumen jika isi tangki tinggal dua bar. Isinya cukup Pertalite Rp 18 ribu, yah, dua literan lebih dikitlah…

Setelah itu bergegas cari Masjid buat Jumatan, dapatnya di sekitar jalan Raden Inten, Jakarta Timur. Nah, selepas sholat Jumat, jalanan sepi pisan euy, gas pun dibetot. Wuih, gak pake lama bisa tembus 91 km/jam. Sebenarnya masih bisa naik lagi (kabarnya di sebuah grup FB Yamaha Lexi, ada yang bisa tembus 103 kpj), tapi karena pertimbangan faktor keselamatan handel gas pun dikendorkan.

Sepanjang perjalanan lewat jalan Kalimalang lalu menuju ke arah jalan Kramat Jati, kesan pertama ini motor pas banget buat orang yang tingginya di atas 170 cm. Yah, minimal 165 cm. Kenapa, founder jbkderry.com yang tingginya 172 cm tetap harus agak jinjit pas motor berhenti di lampu merah misalnya.

Uniknya setiap motor berhenti sekitar di atas dua detik maka fitur Smart Stop System (SSS) akan mematikan mesin untuk menghemat bahan bakar, dan jika ingin kembali melaju tinggal buka lagi handel gas motor.

Posisi mengemudi yang dipengaruhi desain dan proporsinya yang jbkderry.com rasakan, Yamaha Lexi S itu skutik yang lintas jenis kelamin. Mau cowok pakai masih dapat karena kesan angkuh dan tangguhnya, pun demikian buat cewek juga masih dapat karena desainnya tidak begitu maskulin layaknya image Yamaha Aerox 155 VVA Bluecore.

Oh iya fitur SSS itu uniknya cuma ada di Lexi lho (bahkan yang tipe Standar), pasalnya di Aerox dan NMax tidak ada. Gokilz, sudah harganya lebih terjangkau dikasih fitur lebih lagi…

Riding impression alias kesan mengemudinya pun agile dan nimble (biar kerenan dikitlah bacanya) alias tangkas dan gesit. Hal ini dimungkinkan karena beberapa hal. Menurut hemat jbkderry.com karena lebarnya dan bobotnya yang paling ramping dan ringan di antara keluarga MAXI Series, setangnya lebar, dan grip ban tubeless IRC SS-560F 90/90-14 di roda depan serta SCT-004 100/90-14 di roda belakang yang baik menempel di permukaan jalan.

Sempat ketemu kemacetan akut di wilayah jalan Margonda Depok, tahu gak kalau indikator bensin cuma turun satu bar untuk menempuh jarak perjalanan sekitar 44 km (berdasarkan data asumsi Google Map) dari kantor pusat YIMM ke mabes jbkderry.com di kawasan kabupaten Bogor.

Gokilz, sudah nyaman dikendarai, lincah, irit pula…

Oh iya, buat yang belum paham apa bedanya Yamaha Lexi S ini ketimbang versi standarnya yaitu keyless system, sokbreaker tabung dan desain jok lebih elegan.

Minat? Buruan tebus, gan. Ada program menarik saat ini untuk pembelian hingga bulan Juli 2018 mendatang. Caranya? Silakan klik saja link informasinya di bawah ini…

MUDIK LEBARAN TAHUN 2018 NAIK YAMAHA LEXI LEBIH UNTUNG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s