SKUTIK TUA PUN TETAP HARUS DIRAWAT GAN

Jakarta – Sejak Honda Vario keluaran Agustus 2016 punya bunda lenyap di parkiran lapangan kantor Bupati Bogor pada September 2017, maka tugas kerja untuk antar jemput sekolah anak-anak di mabes jbkderry.com dilaksanakan oleh Yamaha Mio Soul 2011.

Meski sudah berusia cukup lawas bukan berarti kondisinya dibiarkan begitu saja, soalnya kalau mogok khan berabe urusan satu tugas “negara”. Nah, sebagai media remeh temeh kelas secangkir kopi, jbkderry.com pun tertarik berbagi tips yang a la – a la…, mudah-mudahan ada manfaat. Paling enggak sebagai pengingat.

Rem: Bukan rahasia lagi jika melewati jalan akses pemukiman itu bakal bersahabat dengan polisi tidur, jalanan berlubang, jalanan turunan dan kalau apes ketemu prekamsi (preman kampung sini) yang nyebrang tiba-tiba. Yang berabe kalau prekamsi-nya adalah emak-emak pakai daster nyebrang dari rumah ke tokonya.

Alhasil rem itu harus selalu pakem, guys. Biar bisa segera mengantisipasi rintangan-rintangan itu, termasuk buat melambatkan laju kendaraan dan menghindar.

Oli Mesin: Meski menjalani rute jarak dekat sekitar 1 km sekali perjalanan, namun dilakukan beberapa kali dalam sehari. Alhasil tetap diperlukan mesin yang sehat biar sepanjang perjalanan lancar.

Tips pertama apakah rajin ganti oli mesin secara periodik? Ya, itu penting, tapi yang utama adalah cari bengkel yang bisa dipercaya. Untungnya jbkderry.com punya kenalan seorang bapak pemilik bengkel motor dari kompleks sebelah. Bapak ini jujur, setidaknya sejauh ini.

Setiap bulan, jbkderry.com pun mampir minta dicek kondisi oli mesin. Karena jujur, bapak pemilik bengkel itu gak selalu rekomendasikan ganti oli. “Ini masih bisa kok, nanti sekitar dua minggu lagilah diganti pelumasnya.”

Servis karburator: Servis karbu sih rekomendasinya setiap bulan, tapi karena bapak dari bengkel yang jujur itu, alhasil paling servis karbutor dilakukan dua bulan sekali.

Pilih ban yang tepat: Ya, sebagai bagian terakhir dari kendaraan yang bersentuhan dengan permukaan jalan, urusan pilihan ban yang tepat menjadi penting. Pilihlah ban yang secara alur enak dilihat, grip atau daya cengkeramnya oke, serta harganya relatif terjangkau.

Eh, satu lagi yaitu sebaiknya pilih ban tubeless. Kenapa? Supaya lebih tahan dari kebocoran dan kalaupun harus ditambal lebih praktis gak perlu lagi bongkar-bongkar ban serta copot ban dalam.

Urusan satu ini, Jumat 8 Juni 2018 lalu, si Mio Soul tahu kali kalau founder jbkderry.com baru terima pembayaran dari satu klien, maka minta jajan. Tiba-tiba pas keluar rumah untuk satu urusan, ban belakang terasa meleot-leot. Dan bener saja ternyata ban dalam sudah mulai pupus kembangannya, dan ban dalamnya pun sudah ada beberapa tambalan.

Gak pake lama, si Mio Soul pun langsung dibawa ke bengkel langganan buat ganti ban. Pilihannya pasti ban IRC tubeless ukuran 80/90-14 yang harganya cuma Rp 165 ribu plus pentil goceng alias lima ribu rupiah.

Soal rasanya, si bini langsung komentar, “Wuih, sekarang grip ban depan dan belakangnya uhuy. Makasih, ayah.”

Hmm, kalau sudah begini kata siapa bahagiakan pasangan itu harus selalu mahal?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s