CHEVROLET BLAZER 2019 MAKIN CUAKEP MINTA AMPUN KERENNYA

Mancanegara – Setiap melihat kendaraan berdesain SUV, entah kenapa antusiasme jbkderry.com langsung meninggi. Apalagi jika semempesona Chevrolet Blazer 2019 yang gambarnya selama sepekan terakhir ini wira-wiri di jagat maya.

Genre desainnya pun mengikuti trend yang tengah berkembang yaitu konsep crossover SUV dan aksen floating roofline alias model “atap mengambang”. Ya, sebagian opini yang berkembang di jagat maya menyebut desainnya kayak Chevrolet Camaro yang di-crossover-kan. 

Pihak Chevrolet di Amerika Serikat memang belum mengumumkan secara resmi soal harga, meski demikian crossover SUV dengan layout dua baris kursi ini mulai akan mengisi ruangan jaringan outletnya pada awal tahun 2019 mendatang.

Plus, spesifikasinya pun sudah diumumkan dengan dua pilihan mesin, yaitu versi standar 2,5-liter 4-silinder segaris dengan tenaga puncak 193 hp dan tosi maksimal 255 Nm. Lalu ada pilihan mesin naturally-aspirated (NA) alias non-turbo V6 3,6-liter yang mampu meletupkan tenaga hingga 305 hp dan torsi 365 Nm. Mesin V6 ini diklaim mampu menarik beban (towing) hingga 2.041 kg.

Kedua pilihan mesin tersebut juga telah dibekali teknologi direct injection dan stop/start serta ditandemkan dengan sistem transmisi otomatis 9-percepatan.

Sementara pilihan modelnya ada tiga yaitu tipe standar, Premier dan RS. Tipe standar dibekali sistem penggerak roda depan yang lebih efisien BBM, sementara tipe Premier dan RS dibekali sistem twin-clutch all-wheel drive.

Bagian tampilan eksterior depannya nampak futuristik dengan bagian griile yang besar dan lebar serta nampak menyatu dengan desain headlamp HID sipit dan memanjang. Sekilas nampak seperti bagian anggota Transformers yang lagi menyamar. Lalu ada juga fitur LED running lights.

Untuk kaki-kaki, versi standar dilengkapi dengan velg ukuran 18-inci. Sementara dua tipe teratas Premier dan RS dibekali velg ukuran 21-inci.

Beralih ke desain eksterior belakang, kesan Camaro-nya mulai luntur malah terlihat aksen dari Chevy Traverse yang lebih mengilhami meski nampak lebih tajam. Lampu belakang sudah menggunakan LED.

Di bagian dalam alias interiornya, deretan fitur pemanja dan membuat kesan perjalanan yang nyaman dihadirkan di antaranya ada electronically locking glovebox (bagus juga nih biar kalau naruh gelas jadi gak mudah terguncang-guncang dan tumpah), enam ports USB, wireless charging, 4G LTE wireless WiFi, dan power window yang bisa diaktifkan melalui remote.

Untuk tipe Premier dan RS juga dilengkapi dengan fitur standar hands-free liftgate (sehingga memudahkan akses fungsi penggunaan ruang bahasi) dan juga ada adaptive cruise control. Lalu ada opsional panoramic sunroof dan trailer-hitch assist (pada versi mesin V-6).

Tipe Premier dan RS juga dilengkapi dengan sistem manajemen ruang bagasi yang baru dengan sistem rail dan sistem “pagar” yang bisa dipindahkan, sehingga bermanfaat mencegah pergerakan barang-barang bawaan yang terlalu berlebih selama perjalanan. Ruang bagasi maksimal mencapai 64,2 cubic-feet atau setara dengan 18.179,5 liter.

Rumor menyebutkan harganya mulai US$30.000 atau di kisaran Rp 420 juta (nilai kurs Rp 14.000). Masuk Indonesia gak yah? Hmm, berat keknya, mengingat umumnya model kendaraan Chevrolet yang masuk ke Indonesia adalah produksi Korea Selatan, hasil pengembangan teknologi Daewoo yang diakuisisi General Motors pada tahun 2001.

Tapi harapan tetap saja ada, khususnya melalui jalur Importir Umum. Berminat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s