SINAR POLANDIA DAN LEWANDOWSKI MEREDUP DI PIALA DUNIA 2018

Soccer Football – World Cup – Group H – Poland vs Senegal – Spartak Stadium, Moscow, Russia – June 19, 2018 Poland’s Robert Lewandowski reacts after the match REUTERS/Kai Pfaffenbach

Mancanegara (Piala Dunia 2018) – Di antara banyaknya sorotan media dan perhatian publik pada meredupnya sinar Lionel Messi dan Argentina di Piala Dunia 2018, ternyata ada yang mengalami nasib sama yaitu Polandia dan Robert Lewandowski.

Bahkan sebenarnya, lebih tragis secara fakta. 

Dua kali bertarung di fase grup H, Polandia dihempaskan di kalahkan Senegal 1 – 2 dan Colombia 0 – 3. Padahal negara yang menjadi pemuncak grup E pada babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa ini datang ke Piala Dunia 2018 di Rusia sebagai negara unggulan di Grup H dan ada di Pot 1 berdasarkan keputusan FIFA.

Polandia pun datang percaya diri ke Rusia dengan top skor Bundesliga 2017/2018, Robert Lewandowski, yang berhasil mencetak 29 goal, jauh di atas peringkat kedua Nils Petersen (SC Freiburg) yang “hanya” berhasil mencetak 15 goal sepanjang musim.

Kenyataannya, mirip dengan nasib Lionel Messi. Polandia bukan Bayern Munich, sebagaimana Argentina bukan FC Barcelona. Sederhananya, di level klub, kedua bintang penyerang tengah itu ditemani oleh para bintang-bintang lain di lapangan hijau.

Jika di FC Barcelona, Lionel Messi punya rekan seganas Luis Suarez dan Philippe Coutinho yang acap kali mampu membantu memecah konsentrasi lini pertahanan lawan, di Bayern Munich, Robert Lewandowski punya rekan-rekan setim yang juga tidak kalah ganas.

Siapa yang bisa menyangsikan kebuasan mantan striker Real Madrid James Rodriguez, serta dua penyerang sayap lincah Arjen Robben dan Frank Ribery. Kebuasan Bayern Munich bisa dilihat juga pada rekornya di musim kompetisi 2017/2018.

Pada kompetisi lokal Bundesliga 2017/2018, untuk keenam kalinya berturut Bayern Munchen berhasil menjadi kampiun dengan perolehan nilai 84, unggul 21 poin di atas Schalke 04 di peringkat kedua dengan nilai 63.

Lalu di pentas Liga Champions 2017/2018, langkah Bayern Munich baru terhenti di babak semifinal karena kalah agregat goal 3-4 dari Real Madrid.

Namun pesona gemerlap Robert Lewandowski di level klub bahkan secara fakta lebih redup ketimbang Lionel Messi di timnas Argentina pada Piala Dunia 2018 ini. Jika nasib Argentina masih punya peluang seujung kuku di pertandingan terakhir melawan Nigeria, Polandia sudah harus angkat koper sebelum pertandingan ketiga melawan Jepang dimulai pada tanggal 28 Juni 2018.

Polandia yang tampil sebagai juara Grup E di babak kualifikasi Piala Dunia zona Eropa, serta berhasil menyingkirkan Rumania, Montenegro, Armenia dan Kazakhhstan harus kembali mengulangi kisah kelam di Piala Dunia 2002 dan 2006 yang gagal di fase grup.

Ya, Lewandowski bukan Grzeborz Boleslaw Lato yang sukses menjadi top skor Piala Dunia tahun 1974 di Jerman dengan 7 goal dan berhasil membawa Polandia menjadi juara ketiga. Seperti halnya Lionel Messi bukanlah Diego Armando Maradona yang berhasil membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia untuk kedua kalinya pada tahun 1986 di Meksiko.

Ya, sebagaimana Lionel Messi, kebintangan Robert Lewandowski cukup mentok sampai di level klub saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s