PERSAINGAN KERAS TERJADI DI KEJURNAS GYMKHANA 2018 SERI 3 DI JOGJA

Yogyakarta – Ada yang beda pada pelaksanaan seri ketiga kejurnas Gymkhana 2018 di sirkuit Mandala Krida Yogyakarta, Sabtu 30 Juni. Pasalnya ada sedikit perubahan regulasi dimana pihak penyelenggara menyebut pada seri ini unsur speed diutamakan.

Hal ini diutarakan langsung oleh Tjahyadi Gunawan, penggawa Genta Auto & Sport selaku promotor kegiatan.

Itu pula yang menjadi alasan, trek pada seri ketiga kejurnas slalom ini dibuat lebih panjang. Alhasil penonton pun bisa lebih puas menonton, apalagi tidak dipungut bayaran alias gratis.

Target 200 peserta yang dicanangkan pihak penyelenggara pun berhasil tercapai. Tercatat sekitar 250 peserta beradu kepiawaian. 

Kejurnas yang juga kembali disponsori oleh ban GT Radial ini berjalan seru. Selain dibagi ke dalam dua Heat; Heat 1 di siang hari dan Heat 2 di malam hari, level persaingan antar tim berlangsung dalam suhu persaingan yang tinggi.

Tim papan atas sekaligus tuan rumah HTJRT berhasil mematahkan dominasi para peslalom andal dari Toyota Team Indonesia (TTI). Herdiko Setyaputra dan Adrian Septianto dari HTJRT dengan Honda Jazz andalannya berhasil menjadi yang terbaik di posisi 1 dan 2 pada kategori Kejuaraan Nasional A.

Sementara peslalom andalan TTI Adrianza Yunial harus puas di posisi ketiga. Dengan hasil ini, Adrian Septianto yang mendapat tambahan 20 poin semakin kokoh di puncak klasemen sementara dengan nilai 53.

Sementara rekan setimnya yang menjadi kampiun kali ini, Herdiko Setyaputra dengan tambahan 25 poin berhasil naik ke posisi kedua klasemen dengan nilai total 35.

Dua peslalom TTI yaitu Anjasara Wahyu hanya berhasil mendapat tambahan 9 poin di posisi ketujuh, sementara Demas Agil hanya berhasil mendapat tambahan 5 poin. Alhasil, posisi keduanya melorot di klasemen sementara Kejuaraan Nasional A; Demas Agil Ramadani turun ke posisi ketiga dengan nilai 27. Nilai yang sama juga dimiliki oleh Anjasara Wahyu di posisi ke-4.

Ancaman di empat seri tersisa kejurnas Gymkhana 2018 buat TTI tidak hanya datang dari peslalom tim HTJRT. Pasalnya dari tim Fastron Slalom dan Tim A Gymkhana juga memberikan persaingan sengit di empat seri tersisa tahun ini.

Seri ke-4 sedianya berlangsung 11 Agustus 2018 di Bandung (Jawa Barat); seri ke-5 pada 1 September 2018 di Jawa Tengah atau Yogyakarta; seri ke-6 pada 3 November 2018 di Banjarbaru (Kalimantan Selatan); dan seri penutup pada 24 November di Malang atau Surabaya (Jawa Timur).

Ban produksi GT Radial yaitu Champiro SX-2 dan GTX-Pro pun menjadi ban pilihan beberapa tim papan atas yang berlaga di ajang ini. Sampai ketemu di seri-seri kejuaraan nasional Gymkhana 2018 berikutnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s