TANTANGAN MUDIK 12 JAM DI BULAN JULI 2018

Screen shot Google Map pada Minggu 8 Juli 2018 di kawasan Cianjur yang dilalui jbkderry.com.

Ciamis – Sejak tahun 2017 lalu, momen mudik lebaran juga berbenturan dengan periode liburan anak sekolah. Alhasil manajemen perjalanan yang tepat pun diperlukan untuk menghindari kemacetan akut yang menguras energi dan emosi.

Hal ini pulalah yang dialami jbkderry.com di minggu kedua Juli 2018, Minggu (8/7). Guna menghindari pengalaman kurang menyenangkan perjalanan mudik Bogor – Ciamis 16 jam pada tahun 2017, di tahun ini perjalanan mudik ke kampung bini dari founder jbkderry.com dilakukan di pekan kedua Juli 2018 atau sekitar tiga pekan setelah lebaran tahun ini usai.

Namun manajemen perjalanan pun ternyata masih kurang tepat, karena penumpukan kendaraan masih terjadi di beberapa titik. Alhasil perjalanan kali ini pun butuh waktu 12 jam, sementara di waktu normal biasanya hanya sekitar 7 jam. 

Via Puncak

Berkaca dari perjalanan tahun lalu via tol Jagorawi, JORR, Cikampek dan Purbaleunyi yang sudah bayar mahal namun tetap macet pula, di tahun ini jbkderry.com memilih melintasi jalur Puncak Jawa Barat.

Selain bisa lebih menghemat biaya tol, juga lebih banyak pemandangan enak yang bisa dilihat sepanjang perjalanan. Sengaja juga dipilih waktu berangkat di hari Minggu pagi, karena biasanya di waktu itu arus lalu lintas relatif lebih lenggang.

Di sepanjang perjalanan, ada tiga titik kemacetan yang dilalui. Terparah waktu selepas kota Cianjur, antara Karang Tengah dan Sukaluyu, kemacetan cukup parah dan antrian panjang kendaraan terjadi. Hal ini diperparah dengan kondisi kesadaran berlalu lintas yang masih rendah dari pengguna jalan.

Lajur satu mobil dari arah Cianjur menuju Padalarang di beberapa titik dipaksa menjadi tiga. Bahu jalan dan sebagian bidang tanah dipaksa juga menjadi lajur tambahan. Demikian pula sebagian lajur dari arah berlawanan dipaksa menjadi lajur ketiga.

Di satu titik beberapa gerombolan DX memaksa mengambil lajur dari arah berlawanan di antara kemacetan dan kepadatan kendaraan. Dari cara mereka membawa mobil seperti mengirimkan pesan, “Lu senggol mobil gw, urusannya ribut.

Menjelang kota Parahyangan dan gate tol Padalarang pun antrian kendaraan berlangsung cukup panjang beberapa kilometer. Apalagi sebelum tiba di sana ada pasar yang sudah menjadi penyebab lazim kemacetan dari waktu ke waktu.

Perilaku Pengemudi Mobil yang Egois

Perjalanan mudik di waktu padat kendaraan di jalan memang butuh kesabaran, ekstra fokus dan energi.

jbkderry.com mencatat beberapa kejadian perilaku pengemudi mobil yang mesti diwaspadai dalam perjalanan luar kota khususnya di momen mudik lebaran dan liburan anak sekolah, yaitu:

– Ambil bahu jalan langsung memaksa masuk ke lajur jalan utama. Hal seperti ini pun dialami jbkderry.com. Satu pick up dan satu Sigra datang dari bahu jalan langsung memaksa masuk ke lajur jalan utama, saat berada di jelang kawasan Pasar Sukaluyu Cianjur.

– Komunitas mobil yang egois. Nah, meski tidak semua, namun secara umum komunitas mobil itu jarang mau putus dengan rombongannya. Alhasil, suka maksa saat menggunakan jalanan, umumnya berharap mendapat prioritas utama layaknya ambulans dan mobil aparat.

– Ambil lajur berlawanan, lalu seketika berusaha masuk kembali ke dalam lajur. Nah, ini perilaku yang banyak ditemui. Berusaha mendahului tanpa memperhitungan performa mobil sendiri dan kelemahan membaca situasi lalu lintas. Rasa peduli dan empati pun parah.

– Mendahului kendaraan lain, namun menurunkan kecepatan di tengah proses. Wah, di Nagreg sempat mengalami hal seperti ini. Saat mengekor sebuah Innova yang mendahului truk, di tengah proses mendahului sang mobil malah menurunkan kecepatan. Ini jelas membahayakan pengguna jalan lainnya.

Naik Mobil Perlu Intelegensi Tinggi

Sudah berulang kali dalam berbagai kesempatan, jbkderry.com sepakat jika di negeri ini butuh pemahaman yang lebih tinggi dari sekadar safety driving. Harus sudah bisa sampai ke level defensive riding, sayangnya untuk sampai ke level itu dibutuhkan level intelegensi yang memadai.

Kenapa defensive driving itu dibutuhkan? Sederhana, karena defensive driving mengajarkan kita terus mengasah kepekaan sepanjang perjalanan untuk meredam resiko insiden semaksimal mungkin. Ya, kata kunci “kepekaan” itulah yang rasanya menjadi barang yang mahal di tengah trend budaya “politik identitas” dan “penyebaran hoaks” yang semakin marak saat ini.

Mengemudi defensive itu menuntut kita mampu untuk terus mengaktifkan radar kepekaan semaksimal mungkin sepanjang perjalanan. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang-orang lain di sekitar yang juga tengah mengggunakan haknya sebagai pengguna jalan.

Setiap resiko kecil pada pengguna jalan lain pun berpotensi memicu resiko membahayakan buat diri kita sendiri juga, semoga Anda juga bisa memahami hal ini.

Demikian sementara, semoga informasi di artikel ini ada manfaatnya buat Anda. Silakan tinggalkan komentar di bawah jika punya pengalaman atau pendapat lain, terima kasih sudah menyempatkan mampir.

2 Replies to “TANTANGAN MUDIK 12 JAM DI BULAN JULI 2018”

    1. Inti dari defensive driving yang saya pahami adalah kemampuan kita melakukan scan situasi lalu lintas di sekitar kita dan senantiasa bisa menciptakan solusi terbaik di saat potensi insiden terjadi. Nah, defensive driving ini menurutnya sudah “beyond” kemampuan teknikal semata. Sederhananya dalam defensive driving, pengemudi senantiasa dituntut menyalakan radar dan alarm keselamatan selama berkendara. Semoga menjawab bro Rahe. Nanti saya upayakan buatkan artikelnya tersendiri yah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s