SEMANGAT TEMPUR LUAR BIASA TIMNAS KROASIA DAN KEMOLEKAN SANG PRESIDEN

Kolinda Grabar-Kitarović, Presiden Kroasia yang super seksi (sumber foto: Instagram @predsjednicarh)

Piala Dunia 2018 (Semi Final 2) – Artikel ini dibuat setelah menit ke-60 semifinal kedua Piala Dunia 2018, Inggris versus Kroasia, dimana kedudukan masih 1 – 0 untuk keunggulan untuk tim Three Lions.

Tidak lama berselang setelah itu sebuah serangan sayap yang dibangun pemain bertahan Šime Vrsaljko (dari Atletico Madrid) disambut dengan sentuhan kaki kiri Ivan Perišić (dari Inter Milan) yang kemudian berhasil mempencundangi Jordan Pickford yang bertugas menjaga gawang timnas Inggris.

Kedudukan pun berubah 1-1 di menit ke-68. 

Setelah itu, pemandangan kontras terjadi. Inggris kembali pada “penyakit” lama yang cenderung lamban dalam memegang bola dan melakukan operan cepat, serta masih tetap saja mengandalkan umpan-umpan jarak jauh.

Ya, dengan skema serangan seperti itu, hanya keajaiban yang bisa membuat Inggris bisa menapaki babak final di Luzhniki Stadium pada Minggu malam 15 Juli 2018 WIB menghadapi timnas Perancis.

Beruntung, Kroasia yang didukung skuat berteknik tinggi seperti Ivan Rakitić (Barcelona FC) dan Luka Modrić (Real Madrid) tidak dapat menutupi rasa kelelahan yang amat sangat setelah di dua pertandingan sebelumnya harus berjibaku melalui drama adu penalti untuk dapat sampai ke semifinal.

Ya, di babak 16 besar, Kroasia harus menguras banyak energi sebelum dapat menang 3-2 melalui adu penalti melawan Denmark. Energi para pemain Kroasia pun semakin terkuras setelah di babak perempat final pun kembali harus melalui babak adu penalti sebelum dapat membungkam perlawanan tuan rumah Rusia dengan skor 4-3.

Perjuangan Kroasia di fase gugur hingga di babak semifinal semalam memang kontras dengan tiga pertandingan mereka di babak fase grup yang berhasil meraih tiga kemenangan meyakinkan 2×45 menit atas tiga lawan berat yaitu Argentina, Nigeria dan Islandia.

Kembali ke kelanjutan pertandingan semifinal Inggris versus Kroasia…

Sama dengan proses goal pertama Kroasia, goal kunci kemenangan yang ditorehkan oleh striker “tua” Mario Mandžukić pada babak kedua tambahan 2×15 pada menit ke-109 sebenarnya kembali akibat kecerobohan dan kelambanan gerak para pemain bertahanan timnas Inggris dalam mengantisipasi.

Padahal sebelum goal tersebut, striker Kroasia berusia 32 tahun itu sudah nampak kepayahan dan harus beberapa kali mendapat perawatan tim medis untuk kembali melanjutkan pertandingan.

Andai saja Kroasia dalam kondisi energi prima sangat mungkin mereka dapat melewati hadangan Inggris dengan lebih mudah, apalagi jika kualitas permainan timnas Inggris masih mentok di level itu-itu saja.

Meski didukung skuat mentereng dan berteknik tinggi, kunci kemenangan anak-anak Kroasia di babak semifinal lebih kepada kepada semangat militansinya yang tetap tinggi dan tidak mudah patah semangat, meski mereka tidak dapat menutup rasa kelelahan yang amat sangat mendera.

Entah apa yang ada di benak dan jiwa mereka bisa mempertahankan semangat tempur yang sedemikian tinggi seperti itu. Mungkin juga mereka bermain sambil membayangkan sang presiden Kolinda Grabar-Kitarović saat lagi bermain di pantai, mungkin…

Dengan hasil ini di babak final Piala Dunia 2018 nanti, Kroasia di atas kertas memiliki kans untuk dapat melewati hadangan anak-anak Perancis.

Ya, Kroasia telah membuktikan banyak hal termasuk serangan yang lebih apik dan variatif, serta energi dan semangat militansi yang tidak pernah putus. Indikator lain adalah hasil pertandingan saat kedua tim di babak final pernah meladeni lawan yang sama yaitu Argentina.

Kroasia di babak fase grup D dapat menggulung Lionel Messi dan kawan-kawan dengan skor meyakinkan 3-0, sementara Perancis harus berjuang habis-habisan sebelum dapat menang 4-3 di babak 16 besar.

Ya, satu-satunya musuh anak-anak Kroasia adalah faktor kelelahan yang amat sangat, apalagi mereka punya waktu istirahat yang lebih minim ketimbang anak-anak Perancis.

Dan jika kelelahan itu kembali mendera layaknya di partai semifinal kala melawan timnas Inggris, mungkin mereka tinggal membayangkan ketika memasukkan kata kunci “kolinda grabar-kitarović beach” di Google.

Ayo, semangat lagi, Kroasia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s