DFSK GLORY 580, AGNEZ MO, LAMBE TURAH DAN SECANGKIR KOPI

Jakarta – Artikel ini adalah hasil stalking iseng-iseng di Instagram, jadi jauh dari kesan serius melainkan gaya khas a la secangkir kopi jbkderry.com.

Jadi ceritanya di akun Instagram @lambe_turah ada info tentang peluncuran resmi DFSK Glory 580 pada tanggal 19 Juli 2018 besok di Mal Kota Kasablanka, dan yang menarik brand ambassador-nya adalah Agnez Mo.

Wuih, strategi marketing yang mengingatkan dengan pola-pola pendekatan smartphone Vivo dan Oppo yang rajin banget pakai ambassador artis-artis muda ternama di negeri ini seperti Chelsea Islan dan Isyana Sarasvati.

Menarik disimak karena strategi ini dipakai kembali oleh brand asal Cina untuk model produk yang tentu saja berbeda dengan smartphone. Kita tengah membahasnya dari perspektif sebuah kendaraan SUV.

Jika berhasil tentu saja ini merupakan sebuah pola baru di dunia marketing mobil baru di Indonesia untuk kelas urban SUV.

Nah, sebelum hari esok tiba, yuk, kita coba ulik bagaimana pasar urban SUV yang sedianya dimasuki oleh Sokon Glory 580. 

Berdasarkan data Gaikindo selama semester pertama 2018 (Januari – Juni), pasar SUV di Indonesia memang mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Jika pada periode yang sama di tahun 2017, data penjualan di segmen ini mencapai 29.513 unit, maka sepanjang semester satu tahun ini data penjualan whole sales menembus angka 32.475 unit.

Atau dengan kata lain ada peningkatan 2.962 unit selama periode enam bulan pertama 2018, atau rata-rata naik 493,6 unit per bulan. Sebuah angka yang tidak kecil tentunya, karena banderol kendaraan di segmen SUV itu terhitung di atas daya beli masyarakat pada umumnya yaitu mulai dari angka di atas Rp 300 juta per unit.

Sekadar mengingatkan daya beli masyarakat secara umum itu ada di segmen LCGC, City Car, Low MPV dan Hatchback yang maksimal di angka Rp 250 jutaan, atau mentok di angka Rp 275 juta.

Artinya pemilik SUV adalah konsumen di atas rata-rata, baik dari segi kekuatan finansial, kemampuan daya beli, strata sosial hingga tingkat intelegensi yang relatif lebih tinggi (diulangi: relatif loh yah…).

Sederhananya, pembeli SUV seyogyanya sudah masuk dalam kategori smart car buyers, tidak lagi semata membeli mobil karena merek dan nilai jual kembali, tapi lebih jauh pada nilai manfaat apa yang mereka bisa dapatkan ketika menukar dananya untuk produk kendaraan SUV tersebut.

Di segmen ini, DFSK Glory 580 akan berhadapan dengan rival-rival kuat dan punya jam terbang tinggi di industri otomotif nasional seperti Honda CR-V, Honda HR-V 1.8, Nissan X-Trail, Mazda CX-5, Mitsubishi Outlander, ataupun Chevrolet Captiva.

Lalu apa kekuatan DFSK Glory 580 melawan para rival kuatnya. Berdasarkan penelusuran dunia maya kekuatannya adalah yang pertama adalah di harga yang lebih terjangkau, serta fitur yang lebih berlimpah.

Meski di sisi lain, SUV dengan merek asal Tiongkok ini masih harus melalui fase ujian penting lainnya yaitu soal kualitas, nilai keandalan, faktor ketahanan dan ketangguhan, nilai kenyamanan berkendara, fungsional fitur, ketersediaan suku cadang, dan kualitas layanan purna jual.

Sebelum prosesi peluncuran besok, DFSK Glory 580 sebenarnya sudah mulai dilepas ke konsumen. Setidaknya jika mengacu pada data Gaikindo, pada periode Mei 2018 sudah ada angka penjualan 30 unit, dan di bulan Juni 2018 naik tiga kali lipat dengan angka 95 unit.

Khusus data penjualan Juni 2018 terhitung menarik untuk disimak, karena angka penjualan whole sales ini ada di atas beberapa model SUV asal Jepang. Simak saja di bulan yang sama Nissan X-Trail mencatat angka penjualan 26 unit. Mazda CX-5 sebesar 50 unit, dan Mitsubishi Outlander 24 unit.

Sebuah starting yang nampaknya cukup baik, dan patut dinantikan langkah-langkah berikutnya yang akan diambil dan dicapai oleh DFSK Glory 580 khususnya di semester kedua 2018. Apakah sosok Agnez Mo mampu membawanya terbang lebih tinggi untuk meyakinkan masyarakat Indonesia?

Bagaimana dengan napas hitung-hitungan bisnis jangka menengah dan panjang? Angka penjualan puluhan unit per bulan apakah bisa dibilang permulaan yang baik untuk nilai investasi yang terhitung megah? Berdasarkan penulusuran di dunia maya, nilai investasi pabrik DFSK di Banten mencapai US$100 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun (nilai kurs Rp 14.000).

Angka itu belum termasuk biaya pengembangan dealer, serta aktivitas marketing dan promosi di media massa ataupun selebriti papan atas seperti Agnez Mo.

Waktu akan menjawab lebih lanjut pastinya, atau Anda sudah punya komen lain? Silakan berbagi pendapat di bawah, dan terima kasih telah menyempatkan waktu untuk mampir…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s