PASANG SURUT PASAR MOBIL LCGC DI SEMESTER 1 2018

Daihatsu Sigra mencatat kenaikan angka penjualan cukup signifikan pada semester 1 2018 dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Jakarta – Semester satu 2018 telah berlalu, salah satu hal yang menarik untuk dilihat adalah data penjualan pasar mobil LCGC yang dahulu biasa digadang-gadang sebagai pasar mobil murah karena tidak kenai Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) sebesar 10 persen.

Tapi seiring waktu pasar mobil LCGC sudah tidak lagi dikatakan sebagai pasar mobil murah, dimana banderol harganya sudah tembus di atas 100 juta, bahkan ada yang sudah di atas Rp 150 juta per unit.

Pergerakan harga yang melambung ini juga ternyata cukup mempengaruhi minat beli secara umum. Hal ini dapat dilihat dari menurunnya volume penjualan di segmen LCGC ini. Jika pada semester pertama 2017 tercatat angka penjualan dapat menembus angka 120.627 unit, maka di periode yang sama di tahun 2018 terjadi penurunan sebesar 5.551 unit dengan perolehan angka penjualan 115.076 unit.

Meski secara umum pasarnya turun, namun tidak semua pemain di segmen LCGC mengalami angka penurunan penjualan. Daihatsu Sigra misalnya justru mengalami angka kenaikan angka penjualan yang cukup baik dari 18.313 unit (Januari – Juni 2017) menjadi 24.338 unit (Januari – Juni 2018), atau mengalami kenaikan 6.025 unit.

Menurut jbkderry.com ada beberapa hal yang membuat Daihatsu Sigra bisa menuai kenaikan penjualan yang cukup signifikan dibanding para rivalnya, yaitu:

– Kapasitas tiga baris kursi untuk tujuh orang penumpang (tepatnya 5 penumpang dewasa + 2 anak kecil) dengan desain mobil keluarga masih (baca: MPV) masih menjadi primadona konsumen pembeli mobil pertama di tanah air.

– Pilihan kapasitas mesin 1,0-liter atau 1,2-liter yang dilengkapi pula dengan dua pilihan sistem transmisi (khusus untuk tipe 1,2-liter) yaitu manual atau otomatis semakin memperlebar potensi pasarnya. Di wilayah urban atau kota besar minat konsumen pada mobil bertransmisi otomatis, sementara di wilayah pinggiran ataupun di daerah masyarakat cenderung lebih suka versi transmisi manual.

– Kekuatan brand Daihatsu cukup kuat di masyarakat di tanah air, plus fasilitas layanan dealer dan bengkel resmi yang salah satu terbanyak juga menjadi variabel yang meningkatkan kepercayaan konsumen. Sederhananya untuk membeli unit dan melakukan perawatan berkala serta perbaikan merupakan salah satu yang termudah.

– Biaya perawatan berkala dan biaya pajak kendaraan yang relatif terjangkau juga harus diakui menjadi gimmick kepuasan dari mulut ke mulut konsumen. Sederhananya memelihara Daihatsu Sigra relatif terjangkau buat kantong konsumennya secara umum.

Kembali ke soal pasang surut pasar LCGC secara umum. Di tengah naiknya angka penjualan Daihatsu Sigra di segmennya, ada juga model kendaraan yang lumayan terpukul di antaranya adalah Suzuki Karimun Wagon R.

City car dari Suzuki yang juga bermain di segmen LCGC ini memang cenderung turun peminatnya. Jika di semester pertama 2017, Suzuki Karimum Wagon R masih bisa terjual 2.987 unit atau sekitar 498 unit per bulan, maka di periode yang di tahun 2018 turun ke angka 2.501 unit atau sekitar 417 unit per bulan.

Dengan kata lain ada penurunan sekitar 81 unit per bulan.

Menurut kutak-katik secangkir kopi a la jbkderry.com, ada beberapa hal yang membuat peminat Suzuki Karimun Wagon R semakin turun, yaitu:

– Desainnya yang kotak umumnya kurang disukai oleh konsumen di segmen entry level atau pembeli pemula di tanah air.

– Kapasitas duduk yang hanya dua baris untuk empat penumpang (maksa kalau lima) juga cenderung kurang disukai konsumen umum di segmen entry level. Umumnya konsumen pembeli mobil pemula lebih suka kendaraan yang memiliki layout kursi 3 baris seperti Daihatsu Sigra.

– Harga Rp 130an juta pada Daihatsu Karimun Wagon R selain bersinggungan dengan Daihatsu Sigra juga mendapat tantangan baru dari Wuling Confero S. Produk kendaraan dari merek Tiongkok ini meski tidak bermain di segmen LCGC, namun posisi harganya bersinggungan erat dengan segmen ini. Belum lagi dimensi dan kapasitas mesin Wuling Confero S lebih besar ketimbang Suzuki Karimun Wagon R.

Konklusi di atas ini sendiri tidak berlaku mutlak pada segmen LCGC 5-seater, karena Honda Brio Satya juga menjadi salah satu model kendaraan di segmen ini yang juga menuai kenaikan angka penjualan pada semester satu 2018 yaitu 23.475 unit , atau naik 4.188 unit dari pencapaian di periode yang sama di tahun 2017 sebesar 19.297 unit.

Demikian informasi sementara soal kondisi pasang surut di segmen LCGC pada semester pertama 2018. Semoga informasi ini ada manfaatnya, terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s