DUTA BESAR INDIA SEBUT TATA MOTORS SUDAH DI TREK YANG BENAR

Tangerang – Kamis 2 Agustus 2018, jbkderry.com mendapat kesempatan untuk melakukan interview khusus dengan Duta Besar India untuk Indonesia, Mr. Pradeep Kumar Rawat, di booth Tata Motors di GIIAS.

Dalam prosesi interview khusus dengan Duta Besar India tersebut turut didampingi Presiden Direktur PT Tata Motors Indonesia, Biswadev Sengupta.

Berikut petikan interview khusus tersebut:

Tanya: Bagaimana Anda melihat perkembangan Tata Motors sejauh ini di Indonesia?

Jawab: Tata Motors merupakan salah satu merek tertua di India dan sangat dihargai oleh masyarakatnya.

Dengan pengalaman panjang termasuk dalam pengembangan teknologi yang sesuai kebutuhan konsumen dan kemampuan menghadapi tantangan di lebih dari 50 negara di dunia termasuk di wilayah Amerika, Eropa, Asia, Timur Tengah dan Afrika, Tata Motors tentu dapat memahami karakteristik kebutuhan konsumen di tiap negara yang memasarkan produknya termasuk di Indonesia yang saat ini sudah berjalan enam tahun.

Secara perkembangan teknologi pun, Tata Motors sangat intens melaksanakannya, termasuk ketika mengakuisisi kepemilikan Jaguar Land Rover sejak tahun 2008.

Apalagi secara karakteristik masyarakatnya, kami juga melihat banyak kesamaan antara masyarakat India dan Indonesia khususnya dalam kebutuhan memiliki kendaraan dengan kualitas yang baik dengan harga yang lebih terjangkau.

Tanya: Apakah dalam hal ini Tata Motors sudah di trek bisnis yang benar di Indonesia?

Jawab: Seperti yang saya telah utarakan sebelumnya, dengan pengalaman melayani kebutuhan berbagai ragam kebutuhan konsumen di lebih dari 50 negara di dunia, Tata Motors telah membuktikan menjadi representasi budaya India dalam memenuhi kebutuhan konsumen di multi sektor (kendaraan penumpang, kendaraan niaga ringan, truk dan bus, serta kendaraan pertahanan dimana di Indonesia saat ini juga telah melakukan kerjasama dengan Pindad).

Dengan pengalaman tersebut, Tata Motors tentu senantiasa berusaha menyerap aspirasi kebutuhan konsumen termasuk di Indonesia, dan secara berkesinambungan membaca situasi pasar.

Untuk itu, fokus Tata Motors untuk sementara ini berkonsentrasi pada kebutuhan pasar truk, bus dan kendaraan niaga ringan tentu sejalan dengan potensi pasar yang ada. Terlebih Tata Motors punya komitmen jangka panjang di Indonesia.

Kami tentu sangat mendukung kesuksesan Tata Motors di Indonesia, karena hal itu dapat menjadi percontohan yang baik buat perusahaan India yang lain untuk turut masuk dan melakukan investasi.

Tanya: Saat ini Tata Motors juga nampak sangat serius menggarap pasar kendaraan niaga ringan di wilayah daerah dan pinggiran di Indonesia. Bagaimana Anda melihatnya?

Jawab: Apa yang dilaksanakan oleh pihak Tata Motors di Indonesia dalam hal itu sebenarnya mirip juga dengan strategi pemasaran produk mereka di India. Sederhananya, masyarakat pedesaan pun kini lebih dimudahkan dalam kepemilikan kendaraan melalui kebijakan perbankan, dan akses untuk mendapatkan informasi pun lebih mudah.

Strategi ini pun berjalan baik di India dimana masyarakatnya sebenarnya tidak butuh mobil canggih sarat fitur, namun terpenting lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Karakteristik masyarakat pedesaan Indonesia dalam membeli kendaraan pickup misalnya juga mirip dengan di India, yaitu membeli kendaraan yang bisa dipakai untuk menunjang kebutuhan usaha, namun di kesempatan lain juga bisa dipakai jalan-jalan bersama keluarga.

Tanya: Lalu bagaimana dengan kebijakan Tata Motors yang juga semakin intens bermain di segmen kendaraan truk di Indonesia saat ini?

Jawab: Ya, di GIIAS 2018 ini mereka juga baru saja memperkenalkan varian baru truk Tata Prima (kendaraan truk 8×4 Tata Prima 3338.K). Hal ini tentu tidak terlepas dari perkembangan bisnis di Indonesia, salah satunya ditandai dengan pembangunan infrastruktur yang berjalan semakin positif di Indonesia.

Tanya: Sebagai Duta Besar India untuk Indonesia, bagaimana Anda melihat kondisi Indonesia sendiri secara umum, dan dari perspektif industri otomotif apa yang membedakan?

Jawab: Secara umum, India dan Indonesia punya banyak kemiripan, termasuk dalam hal perkembangan ekonomi dan kondisi jalan. Namun tentu saja ada beberapa perbedaan. Di sektor otomotif adalah karakteristik kebutuhan konsumen di segmen kendaraan penumpang.

Di India, konsumen lebih suka kendaraan yang lebih kecil dan kapasitas mesin yang lebih pula. Jadi di India, pasar mobil penumpang terbesar ada di segmen kendaraan 1.000cc. Sementara di Indonesia, konsumen suka kendaraan keluarga dengan tiga baris kursi.

(Demikian wawancara singkat dengan Duta Besar India untuk Indonesia. Atas nama jbkderry.com mengucapkan terima kasih untuk bapak PT Tata Motors Indonesia, terkhusus pada Presiden Direktur PT Tata Motors Indonesia, Biswadev Sengupta, serta Mr. Kiki Fajar selaku Corporate Communication Head PT Tata Motors Indonesia. Semoga sukses selalu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s