ISUZU INDONESIA UNJUK KESIAPAN HADAPI REGULASI EURO 4 DI GIIAS 2018

Tangerang – Saat artikel ini dibuat dan diunggah Minggu 12 Agustus 2018, pelaksanaan pameran GIIAS tahun ini sedianya akan memasuki hari terakhir setelah 11 hari pelaksanaan sejak tanggal 2 Agustus lalu.

Banyak hal yang diungkap dan diusung oleh para pelaku industri dalam ajang pameran otomotif akbar yang dilakukan setiap setahun sekali di ICE – BSD Tangerang. Salah satu pelaku industri yang menyampaikan pernyataan penting di ajang ini adalah PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI). 

Di ajang GIIAS 2018, PT IAMI menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam mendeklarasikan standar emisi Euro 4 yang sudah dikeluarkan melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017. Mobil bermesin bensin berlaku mulai September 2018, sementara untuk mesin diesel efektif pada 10 Maret 2021. Penerapan Euro 4 bertujuan mengurangi pencemaran udara yang disebabkan emisi gas buang kendaraan bermotor.

Kebijakan ini dimulai dari penanda tanganan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada UN Climate Conference COP21 di Prancis tahun 2015, dimana Indonesia berkomitmen menurunkan emisi sebesar 29% di bawah business as usual pada tahun 2030 atau 41% dengan bantuan international.

“Kami senang mendengar hal mengenai Euro 4 karena memang kita harus sama- sama mendukung kemajuan negara Indonesia. Bahkan negara- negara lain sudah melakukan itu seperti Singapura, Thailand, dan negara lainnya sudah beralih ke Euro 4 dan bahkan lebih. Isuzu sudah sangat siap dalam menghadapi regulasi pemerintah mengenai Euro 4, karena kami sudah memiliki engine yang mendukung Euro 4 sejak tahun 2011, yaitu engine common-rail,” papar Ernando Demily, Presiden Direktur PT IAMI dalam keterangan persnya.

Untuk diketahui pula, bahan bakar standar yang mendukung spesifikasi Euro 4 harus sudah mengantongi nilai Research Octane Number yang disepakati, seperti RON 92, RON 95 serta Solar 51. Belum selesai di situ saja. Standar BBM tersebut juga tak boleh mengandung kadar sulfur lebih dari 50 part per milion (perbandingan konsentrasi zat terlarut dan pelarutnya).

Terkait standar baru tersebut, pihak IAMI telah menyiapkan standar baru kesiapan produk dan layanan purna jual bagi konsumennya. Salah satunya dari sisi kemampuan mekanik dalam menangani teknologi baru. Pihak IAMI sendiri menyebut pihaknya sudah terbiasa menangani teknologi common-rail. Hal ini dikuatkan dengan kemenangan mekanik Isuzu Indonesia dalam Isuzu World Technician Competition CV (Commercial Vehicle) Division atau I-1 Grand Prix yang ke-12 di Jepang.

“Kemenangan tim mekanik Isuzu Indonesia ini membuktikan bahwa Isuzu Indonesia terus menerus berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam hal After Sales Service, didukung oleh mekanik-mekanik yang handal. Isuzu Indonesia sangat tangguh menghadapi tantangan dimasa depan baik dengan product unggulan Isuzu, service dan feature-feature yang dikembangkan terus oleh Isuzu Indonesia,” imbuhnya.

Sementara dari segi produk, pihak Isuzu Indonesia menyebut jika sejak tahun 2011 sudah meluncurkan produk Isuzu GIGA pada tahun 2011 sebagai kendaraan medium truk pertama yang menggunakan mesin commonrail, dan pada pembukaan GIIAS 2018 ini dengan hadirnya Isuzu Elf NMR 81, truk ringan pertama di Indonesia dengan mesin commonrail.

Isuzu Elf NMR 81: Truk Ringan Bermesin Commonrail Pertama di Indonesia

Pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018, PT Isuzu Astra Motor Indonesia memperkenalkan Isuzu Elf NMR 81, truk ringan pertama di Indonesia yang menggunakan mesin commonrail.

“Isuzu sangat mendukung dengan keputusan pemerintah mengenai EURO IV, kami mulai dengan hadirnya Isuzu GIGA sebagai kendaraan medium truk pertama yang menggunakan mesin commonrail, kami lanjutkan dengan Isuzu Elf NMR 81 pada tahun ini,” ujar Ernando Demily President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia.

‘’Isuzu harap Isuzu Elf NMR 81 akan menjadi kendaraan yang dapat bersaing di kelasnya serta mampu membantu mobilitas niaga di bidang mining, quarrying, agriculture, forestry, fishing, dan construction dengan mengedepankan beberapa faktor, yaitu faktor performance, kekuatan serta faktor keamanan, keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara,’’ kata Attias Asril, General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s