ARTIKEL KELAS SECANGKIR KOPI TENTANG ASIAN GAMES 2018

Jakarta – Saat artikel ini dibuat dan diunggah Selasa (28/8), target 16 medali yang diharapkan dari para atlet Indonesia di Asian Games 2018 telah terlewati.

Berdasarkan informasi di jagat maya, para atlet Indonesia sudah menyumbangkan total 70 medali yang terdiri dari 24 medali emas, 18 medali perak, dan 28 medali perunggu.

Euforia pun berlangsung. Di sebuah minimarket tadi pagi, jbkderry ketemu seorang ibu yang bersama putrinya tengah berburu tiket Asian Games. Sayang, minimarket itu menurut seorang pramuniaganya tidak bekerjasama lagi, namun ia menyarankan ibu dan putrinya itu bisa langsung ke venue untuk membeli tiket. 

Di Instagram di akhir pekan lalu, jbkderry.com melihat seorang kerabat dekat bersama bini dan tiga anaknya pun bersuka cita menonton Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang kabarnya menghabiskan dana renovasi sekitar Rp 770 miliar demi mensukseskan kegiatan akbar olahraga terbesar di Asia yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali.

Tentu ini adalah hal yang membanggakan kita sebagai anak bangsa, karena baru setelah 52 tahun kemudian Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah dan sejauh ini berlangsung sukses dan meriah. Pertama dan terakhir kali Indonesia jadi tuan rumah Asian Games adalah pada tahun 1962.

Ya, ada kabar soal tiket yang dikeluhkan, termasuk keberadaan tiket ganda. Di luar itu, semua pihak senang. Perseteruan politik dua kubu capres 2019 sejenak agak reda di linimasa.

Ya, semangat Asian Games 2018 adalah semangat kebanggaan kita pada negeri ini sebagai anak bangsa dan bumi pertiwi. Seperti maskot Asian Games Bhin-Bhin (burung cendrawasih yang menyimbolkan strategi), Atung (rusa bawean yang menyimbolkan kecepatan) dan Kaka (badak bercula satu yang menyimbolkan kekuatan), Indonesia adalah representasi Bhinneka Tunggal Ika yang artinya “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua”.

Semoga semangat yang diusung oleh Bhin-Bhin, Atung dan Kaka terus merasuk dalam akal, tubuh dan pikiran kita untuk terus mencintai Indonesia ke depannya. Negeri tempat dimana kita bisa beribadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing, tempat mencari nafkah dan rezeki, bertemu jodoh lalu beranak pinak, membangun persabahatan, menjalin kerjasama kerja, dan sekian banyak manfaat kebaikan lainnya.

Kalau koruptor bagaimana? Wah, ini yang harus dibuang jauh-jauh dari negeri ini, biar gak ada lagi yang garong kekayaan negeri untuk kepentingan pribadi dan kelompok dengan salah satu cara terjahat di muka bumi.

Bagaimana menurutmu, guys? Silakan tinggalkan komentar di bawah, dan terima kasih telah menyempatkan untuk mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s