WULING MULAI UNJUK KEPERKASAAN DI SEMESTER 1 2018

Jakarta – Mengacu pada data wholesales (distribusi ke dealer) Gaikindo sepanjang semester 1 2018 (Januari – Juni), pabrikan mobil China Wuling nampak cukup bertaji dengan menempati posisi ke-9 dalam hal volume penjualan terbesar dengan total penjualan 8.120 unit.

Angka penjualan ini berada di atas beberapa merek yang cukup ternama asal seperti Nissan (10 – 4.813 unit) dan Mazda (11 – 2.769 unit). Ataupun di atas merek asal Amerika Serikat yang juga merupakan rekan afiliasinya di China, General Motors (13 – 1.227 unit). 

Data ini cukup menunjukkan jika Wuling mulai bisa meraih nilai kepercayaan masyarakat Indonesia melalui dua model kendaraannya yaitu Confero S dan Cortez. Di ajang GIIAS 2018 lalu, kedua model kendaraan ini juga berhasil menyumbang angka penjualan 626 unit hanya dalam waktu 11 hari, yang terdiri dari 381 unit Confero S dan Cortez 245 unit.

Kembali ke data Gaikindo 2018. Performa penjualan Confero S di segmen low MPV juga menunjukkan grafik positif di semester 1 2018, dengan volume penjualan 4.819 unit atau rata-rata 803 unit per bulan.

Angka penjualan ini terhitung cukup baik, mengingat pertarungan di segmen ini terhitung keras dengan nama-nama mentereng seperti Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, dan Honda Mobilio. Meski Gaikindo menempatkan Nissan Grand Livina di segmen MPV, namun secara dimensi dan kapasitas mesin, mobil satu ini juga sebenarnya lebih pas masuk di segmen Low MPV alias mobil keluarga berdimensi kecil.

Performa digdaya penjualan Wuling Confero S sepanjang semester satu melewati beberapa model kendaraan asal Jepang yang lebih dulu hadir seperti Daihatsu Luxio (1.899 unit) dan Suzuki APV (2.037 unit). Bahkan khusus di bulan Juni 2018, data penjualan Wuling Confero S bisa melewati angka penjualan Daihatsu Xenia yaitu dengan perbandingan 882 unit berbanding 524 unit.

Performa baik Wuling pada semester 1 2018 juga terjadi di segmen MPV melalui Cortez yang mampu menghasilkan angka penjualan 3.301 unit, dan mampu mengalahkan angka penjualan Toyota Sienta 2.253 unit.

Nilai keandalan kendaraan Wuling juga terlihat pada Confero S yang mulai dilirik sebagai armada taksi. Silakan saja masukkan kata kunci “wuling taksi” di mbah Google untuk mendapatkan informasinya secara mudah.

Dipilihnya Wuling Confero S sebagai armada taksi tentu menunjukkan beberapa fakta positif, di antaranya kendaraannya andal untuk dipakai usaha, serta konsumsi BBMnya dan biaya perawatannya pasti dinilai ekonomis secara hitung-hitungan bisnis.

Bahkan saat ke Palembang di awal Juli 2018 lalu, jbkderry.com melihat langsung jika armada taksi Wuling Confero S tidak hanya beroperasi di Jabodetabek seperti yang terekam dalam konsep #streetphoto di akun Instagram @derry.journey di bawah ini:

Dengan nilai investasi sekitar Rp 9,3 triliun di Indonesia, Wuling jelas menunjukkan sikap serius menggarap pasar otomotif tanah air. Bahkan di GIIAS 2018 lalu, pabrikan mobil asal Cina telah memamerkan model kendaraan ketiga Wuling Baojun 530 yang mengusung konsep desain SUV.

Demikian informasi sederhana mengenai performa Wuling sepanjang semester 1 2018, semoga ada manfaatnya. Silakan tinggalkan komentar di bawah jika punya pendapat lain, terima kasih telah menyempatkan waktu untuk mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s