TYRON WOODLEY ANAK SEKOLAHAN YANG GANAS

sumber foto: http://www.mmafighting.com

Mancanegara (UFC) – Partai utama pertarungan UFC 228, Minggu 9 September di American Airlines Center – Kansas, menjadi bukti perpaduan kecerdasan strategi dan kemampuan bertarung Tyron Woodley.

Anak sekolahan yang punya gelar sarjana ekonomi agriculture dari University of Missouri dapat mematahkan strategi pertarungan jarak Darren Hill yang posturnya lebih tinggi 8 cm dan usianya lebih muda 10 tahun darinya.

Darren Hill (25 tahun) yang belum pernah kalah selama bertarung di ring UFC, dengan tinggi 183 cm, memang nampak tegang menghadapi pertarungan dengan Woodley. Bahasa tubuh Darren Hill tidak setenang ketika menghadapi Stephen Thompson pada Mei 2018 di UFC Fight Night. Hal ini bisa dilihat pada cuplikan pertarungan di bawah ini:

Sebaliknya, Woodley yang “hanya” berpostur tinggi 175 cm nampak dingin seperti biasa. Ia nampak semakin matang dan menyatu dengan ring UFC, sekaligus menunjukkan aura juaranya yang semakin kuat.

Joe Rogan sang komentator UFC yang juga dikenal sebagai stand-up comedy di Amrik pun dibuat terkejut dengan kemampuan baru Woodley memenangkan pertarungan dengan teknik submission (teknik kuncian). Ya, ini adalah kemenangan pertarungan Woodley di UFC dengan teknik tersebut.

Simak petikan dialog Woodley dengan Joe Rogan di bawah ini:

Kemenangan mempertahankan gelar untuk keempat kalinya ini semakin istimewa, karena Din Thomas salah satu legenda UFC langsung memberikannya sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu padanya. Ini sekaligus mempertegas kemampuan bertarung Tyron Woodley yaitu di tinju, gulat dan Brazilian Jiu-Jitsu.

Belajar Dari Masa Lalu

Lahir sebagai anak ke-11 dari 13 bersaudara, masa lalu telah mengajarkan hal penting bagi Tyron Woodley untuk menjadi seorang juara. Setelah ayahnya meninggalkan di usia kanak-kanak, Woodley tumbuh sebagai anak terpelajar yang suka olahraga american football dan gulat amatir semasa masa SMA di McCluer High School.

Setelah menamatkan SMA, Woodley kembali mendaftarkan diri di program gulat pada tahun 2000 dan menjadi juara di Amerika pada tahun 2003 dan 2005.

Setelah lulus kuliah, karirnya sebagai petarung profesional dimulai pada tahun 2009. Di tahun 2013, Woodley memulai debutnya di ring UFC dan langsung mengenyam kemenangan KO pada ronde pertama hanya dalam 36 detik melawan Jay Hieron.

Rekor pertarungan Woodley di UFC sendiri tidak sepenuhnya mulus. 23 kali bertarung, dia memang menang 19 kali, tapi juga pernah seri sekali dan kalah tiga kali. Meski demikian kekalahan terakhir, Woodley terakhir di tahun 2014 saat menghadapi Rory MacDonald.

Setelah itu, rekor pertarungan Woodley cukup mengkilap termasuk memenangkan pertarungan keras melawan rival-rival ternama seperti Kelvin Gastelum, Rowbie Lawler, Stephen Thompson, dan Demian Maia.

Jiwa kemanuasian sang juara dunia kelas welterweight (70-77 kg) ini terhitung tinggi. Pasalnya kelak, Woodley berkeinginan membangun fasilitas non-profit bagi anak-anak muda bermasalah.

Buat penggemar UFC, pertarungan berikutnya Woodley pasti menarik untuk diikuti. Apalagi kalau berhadapan dengan George St-Pierre atau Conor McGregor (juara kelas lightweight, 66 – 70 kg).

Setuju gak gaezzzz…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s