PENGALAMAN SETENGAH TAHUN PAKAI YAMAHA AEROX: PAS BUAT PACARAN

Jakarta – Senin 17 September 2018, Yamaha Aerox punya jbkderry.com alias si Bumblebee dipakai short escape ke Puncak Bogor. Waktu berangkat bertiga, Keanu yang masih TK duduk di tengah, diapit.

Jujur, dengan komposisi duduk dua orang penumpang dewasa dan anak kecil di tengah, porsi jok masing-masing penumpang terasa sempit. Padahal Yamaha Aerox terhitung punya bodi yang gambot dan jarak antar sumbu roda yang panjang.

Ini bukan berarti ini jelek, sama sekali bukan. jbkderry.com mau bilang, Yamaha Aerox gak cocok sebagai motor keluarga. Ini adalah skutik sport buat individu yang ingin motor laki tapi pengen rileks, gak direpotin urusan tarik kopling dan ganti gigi.

Yamaha Aerox juga cocok pacaran. Posisi joknya yang berundak, itu membuat pengemudi bakalan makin intim sama boncengannya…:)

Selain bukan untuk motor keluarga, Yamaha Aerox juga gak pas untuk mobilitas di jalan yang sempit. Pasalnya dengan jarak antar sumbu roda 1350 mm dan bodi yang gambot, agak lumayan ngerepotin saat ingin berputar di ruas jalan sempit.

Lalu untuk kebutuhan seperti apa Yamaha Aerox paling pas, selain buat pecinta motor sport yang gak mau pakai gigi dan kopling, serta kendaraan romantis buat pacaran? Ini sudut pandang khas secangkir kopi a la jbkderry.com, silakan tambahkan atau berkomentar di bawah jika punya pendapat lain:

  1. Desainnya yang gagah, kekar dan seksi; Yamaha Aerox dapat diklasifikasikan sebagai simbol suatu pencapaian dengan harga yang relatif terjangkau. Sederhananya, Yamaha Aerox adalah skutik gaya hidup yang nebusnya relatif hemat.
  2. Posisi berkendara individual, atau dengan satu boncengan (khususnya pacar atau bini), Yamaha Aerox enak banget dipakai jalan jauh atau touring. Ada kesan angkuh dan bangga saat duduk di atas dan mengendarainya.
  3. Kalau mau bawa anak, paling banyak satu dan duduknya di dek tengah seperti Keanu waktu perjalanan pulang dan turun dari Puncak kemarin. Dengan komposisi duduk seperti itu, ketiga penumpang (dua dewasa dan satu anak maksimal TK) masih okelah.

Impresi Mesin: Performa mesin dengan hitung-hitungan (versi pabrikan) tenaga puncak 14,7 hp / 8.000 rpm dan torsi maksimal 13,8 Nm / 6.250 rpm, terhitung cukup (tidak luar biasa) untuk melibas jalur tikungan dan tanjakan ke arah Puncak via Rainbow Hills atau Bukit Pelangi Bogor.

Impresi Kaki-Kaki: Urusan kinerja kaki-kaki, jbkderry.com suka. Kinerja sokbreker yang rada keras dan bunyi jedug ketika melibas jalan rusak atau polisi tidur, justru mencipta impresi yang lumayan enak buat melibas tikungan.

Untuk pengereman terhitung cukup pakem buat mengurangi laju kendaraan, terhitung standar meski tidak bisa disebut juga luar bisa tapi cukup.

Kinerja ban standar berukuran gambot IRC SCT-005 110/80-14 (depan) dan IRC SCT-005R 140/70-14 (belakang) yang sudah tubeless pun mantap gripnya di berbagai kondisi permukaan jalan yang kami lalui.

Ada di satu waktu di sebuah tikungan selepas Rainbow Hills Bogor menuju jalan raya Puncak, ada ceceran pasir di permukaan jalan yang berakibat ban depan sedikit slip kehilangan grip, tapi terhitung minim dan tetap bisa dikontrol dengan cukup mudah.

Ini menunjukkan ban standar IRC yang ada di Yamaha Aerox memang sebuah kombinasi yang pas. Perjalanan short escape (alias kabur bentaran) ke Puncak Bogor kemarin terhitung cukup menyenangkan buat hiburan sejenak, menghirup udara sejuk dan dingin kawasan pegunungan, menikmati pandangan indah kawasan perkebunan teh, sekaligus bersyukur dengan setiap karunia hidup.

Hmm, itu saja dulu share alias bagi-bagi pengalamannya, gaez. Semoga ada manfaatnya, nanti kalau ada pengalaman baru lagi soal skutik naik Bumblebee ini, jbkderry.com akan ceritakan kembali.

Terima kasih sudah menyempatkan mampir.

Oh iya, sebagai penutup sesuai judul artikel, untuk pengalaman selama 6 (enam) bulan pertama punya Yamaha Aerox 155 VVA BlueCore, jbkderrycom kasih nilai 7,5 dari skala 10.

Salah satu alasan penilaian itu adalah kapan lagi bisa punya skutik sport dengan signature Yamaha yang kuat, dengan harga “cuman” kisaran Rp 23 jutaan hingga Rp 27 jutaan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s