SHARING SESSION JBKDERRY.COM DENGAN PELAJAR SMA AL IZHAR PONDOK LABU

Jakarta – Kamis 11 Oktober 2018, jbkderry.com diajak seorang kawan baik untuk berbagi wawasan dan pengalaman sebagai blogger kepada para siswa kelas X – Bahasa di Sekolah Umum Islami Al- Izhar di Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Sharing session sekitar 1,5 jam tersebut merupakan bagian pembekalan untuk 11 siswa di kelas tersebut yang sedianya akan berkunjung ke ajang Asian Para Games 2018 di Gelora Bung Karno pada keesokan harinya.

Untuk menceritakan secara ringan tentang pengalaman tersebut, berikut beberapa petikan pertanyaan dari para siswa dan jawaban dari jbkderry.com:

Tanya: Apakah meliput itu berat dan bagaimana memulainya?

Jawab: Kalian tidak perlu menjadi jurnalis profesional untuk meliput besok, itu agak berat untuk dilakukan. Lakukan sesuai usia kalian dengan cara yang senang. Caranya cukup ceritakan apa yang kalian di sana, lalu manfaat dan pengalaman yang kalian petik masing-masing dari kunjungan ke sana.

Lalu sebagai penutup atau tambahan, bisa pula diceritakan bagaimana cara atau prosedur untuk menonton ajang tersebut, sehingga pembaca bisa ikut merasakan pengalaman menonton dari cerita kalian.

Tanya: Apakah meliput itu harus jago nulis?

Jawab: Enggak juga. Seperti yang telah dikemukan sebelumnya oleh jbkderry.com, kalian bisa memulainya dengan cara bercerita atau yang sekarang lebih populer disebut “story telling” atau kemampuan bertutur.

Jika kalian masih kesulitan menulis, coba ikuti tiga langkah di atas dengan format video berdurasi satu menit di Instagram, atau melalui perangkat rekaman suara di smartphone. Lalu setibanya di rumah, nanti ubah format informasi dari video atau rekaman suara tersebut ke dalam format tulisan.

Tanya: Bagaimana kalau ngomong saja kami ribet?

Jawab: Untuk bisa mahir adalah terus berproses. Bakat itu hanya berpengaruh sedikit dalam perkembangan, yang terpenting adalah antusiasme dan semangat untuk terus melakukannya.

Jangan takut untuk salah, terus lakukan. Nanti seiring waktu, kalian pasti terus membaik.

Tanya: Bagaimana dengan penulis yang emosinya datar, sehingga kurang emosional dalam merangkai kata dan kalimat?

Jawab: Jangan terbebani dengan hal tersebut, dan jangan pernah berupaya untuk membunuh ide sepanjang itu baik.

Sudah banyak contoh orang-orang yang emosinya cenderung datar, tapi bisa sukses sebagai penulis. Raditya Dika misalnya.

Tanya: Apakah menjadi seorang penulis itu bisa sukses dan kaya?

Jawab: Bisa saja, sudah banyak contohnya sekarang. Era digital ini telah membuat banyak kejutan, jika ternyata realisasi karya berdasarkan ide-ide yang sederhana ternyata bisa sukses dan memberikan pengaruh positif kepada banyak orang melalui rana jagat maya.

Yang terpenting sekarang adalah kalian harus menantang diri kalian sendiri untuk konsisten melahirkan karya. Minimal satu hari satu, anggap saja berbagi cerita kehidupanmu pada dunia. Jangan terbebani dulu dengan hal-hal yang berat dan besar.

Awrait, kira-kira itu beberapa petikan pertanyaan para siswa kelas X – Bahasa di  Sekolah Umum Islami Al- Izhar di Pondok Labu, Jakarta Selatan, dan jawaban yang jbkderry.com.

Semoga artikel ringan khas secangkir kopi a la jbkderry.com ini ada manfaatnya. Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa subscribe via email untuk mendapatkan informasi-informasi terbaru di blog ini. Sedianya, nanti akan ada vlog sederhana saat proses sharing session ini berjalan di kanal YouTube Derry Journey (mau diedit dulu).

Sekali lagi, terima kasih telah bersedia berkunjung.

Dengan Wakil Kepala Sekolah (kiri) dan Ketua BKOMG Kelas X IBB SMA Al Izhar, om Bram (kanan).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s