PENGALAMAN PERTAMA MAIN SEPEDA DI JALAN LUMPUR DAN LICIN

12 peserta sepedaan Sabtu 20 Oktober 2018.

Bogor – Sabtu 20 Oktober 2018, founder jbkderry.com pertama kalinya merasakan main sepeda di jalan tanah yang mendaki dan becek. Lokasinya persis di belakang Sirkuit Sentul International, Bogor.

Sebelum sampai ke cerita itu, ada beberapa hal yang ingin founder jbkderry.com ceritakan:

  • Jika gowes di hari ini melibatkan 12 sepeda, dan semuanya statusnya bapak-bapak yang sudah punya anak.
  • Di perjalanan di simpang empat jalan raya Bogor dan Sentul, kami bertemu dengan rombongan goweser lainnya yang sudah kakek-kakek. Saat dilewati, salah satunya sempat berujar, “Sok, silakan lewat. Kami mah aki-aki yang penting bisa gowes walaupun pelan.”
  • Salut pada para pria-pria tua tersebut, mungkin kisarannya sudah 50an hingga 60an tahun yang menjadikan umur hanya sekadar rangkaian angka yang tidak bisa mengubur antusiasme dan semangat untuk tetap muda. Ya, bersepeda kan butuh tenaga dan semangat lebih. Apalagi untuk rute yang cukup jauh dan medan jalan yang cukup berat serta menantang.
Ini kali pertama, founder jbkderry.com sepedaan di medan tanah merah yang berlumpur dan licin.

Saat memasuki jalan becek akibat hujan semalam, serta melewati samping jalan sirkuit Sentul (tepatnya di bagian tikungan akhir), kami bertemu dengan jembatan. Sempat ingin berfoto, ternyata di bawah ada seorang bapak yang agak mengganggu pemandangan yang tengah bongkar “muatan” hahahaha…

Setelah itu, perjalanan menuju rute terberat pun dimulai; jalanan becek, jalanan medan tanah merah dengan genangan air dan lumpur yang cukup dalam, medan yang licin, serta kondisi badan jalan yang bergelombang.

Beberapa peserta sepeda ada yang terpaksa jalan dan menuntun sepedanya, bahkan ada yang sepatu dan ban sepedanya mendem di medan becek yang cukup dalam. Beruntung, Bro Sukma senantiasa murah hati membantu kawan yang mengalami kesusahan melalui medan.

Founder jbkderry.com dengan semangat #jangankasihkendor bisa melalui medan sulit ini dengan cukup apik…

Di satu waktu, sepeda seorang kawan yang paling mahal mengalami kendala di gear, karena keliru atau waktu transisi gigi yang kurang tepat. Momen itu membuat founder jbkderry.com sempat berbincang dengan seorang petani singkong.

“Orang kaya memang rata-rata tidak tahu diri,” kata bapak petani itu.

Sebuah pernyataan yang membuat founder jbkderry.com terhenyak…

Rupanya si bapak petani itu mengeluh pada pembuat areal lomba off – road di seberang lahannya. “Masak gak ada uang kerohiman buat masyarakat petani sekitar. Kami saja bayar uang sewa ke pengelola lahan buat nanam singkong di sini. Mereka seenaknya saja membangun lahan.”

Sang bapak juga mengeluh soal kondisi tanah di situ yang disebutnya kurang subur. Perlu waktu setahun untuk panen singkong. “Kalaupun rajin dikasih pupuk bisa agak membantu, tapi kalau kemarau seminggu saja, langsung gak bagus kondisinya meski sudah rajin disiram air.”

Saat founder jbkderry.com bertanya siapa pemilik lahannya, bapak itu menyebut nama putra bungsu dari mantan orang nomor satu di negeri ini. Sebuah nama yang menggetarkan banyak pihak hingga kini…

Perjalanan main sepeda di hari Sabtu ini pun berakhir dengan traktiran makan sate kambing, sop kambing dan sate ayam dari pak Timur yang akan mulai pindah tugas ke Lampung pada pekan depan.

Sebuah warung sate  di Babakan Madang Sentul yang terparkir Jeep Wrangler Rubicon menjadi pilihan pesta perpisahan dengan kawan tersebut.

“Terima kasih traktirannya, Pak Timur. Semoga makin sukses di tempat kerja yang baru.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s