MELONGOK PERKEMBANGAN PASAR MOBIL HATCHBACK DI TANAH AIR (2012-2018)

Jakarta – Jika mengacu pada data Gaikindo di tujuh tahun terakhir; 2012 – 2017 dan semester pertama 2018, dapat diasumsikan pasar mobil berdesain hatchback menurun.

  • Di tahun 2012, penjualan wholesales kendaraan hatchback menembus angka 73.196 unit.
  • Di tahun 2013; 63.854 unit.
  • Di tahun 2014;  56.778 unit.
  • Di tahun 2015; 43.987 unit.
  • Di tahun 2016; 38546 unit.
  • Di tahun 2017; 33.858 unit.
  • Semester pertama 2018 (Januari – Juni); 17.515 unit.

Nah, jika mengacu pada data semester pertama 2018 itu sebenarnya ada harapan jika animo konsumen di segmen ini justru akan menaik. Pasalnya jika dibandingkan dengan data semester pertama 2017, angka penjualan “hanya” mampu tembus 16.499 unit.

Artinya ada sedikit kenaikan sebesar 1.016 unit. Lalu ada saja yang kira-kira menstimulus kenaikan angka penjualan tersebut?

Tentu perlu pakar atau teknik in-depth report untuk mengetahui lebih dalam, namun sebagai media sekelas secangkir kopi, jbkderry.com punya hasil utak-atik sendiri. Silakan dipercaya jika bermanfaat, kalaupun enggak yah, anggap saja cerita fiksi di hari Minggu pagi saat artikel ini dibuat dan diunggah…

Selain perang abadi Honda Jazz dan Toyota Yaris di segmen hatchback di Tanah Air, ada beberapa model kendaraan baru yang menurut pengamatan a la kadarnya jbkderry.com yang mampu menggugah minat beli konsumen, yaitu Honda Civic Hatchback terbaru (2018) dan Suzuki Baleno Hatchback (2018).

Honda Civic Hatchback yang terlihat cukup laris manis (cukup sering lihat di jalanan Jabodetabek dan sekitaran Bandung) untuk mobil yang harganya di atas Rp 400 juta, nampaknya laris manis karena setidaknya dua hal yaitu desainnya yang memang super keren dan aplikasi mesin turbo 1,5-L (basis mesin yang sama dengan Honda CR-V 1.5L Turbo).

Sederhananya, jika Anda ingin kendaraan berdesain hatchback dengan aura sporty yang lebih terjangkau harganya ketimbang menebus Toyota 86, Subaru BRZ, atau Peogeot RCZ; maka Honda Civic Hatchback adalah sebuah bentuk kompromi.

Bagaimana dengan Suzuki Baleno Hatchback? Hmm, pihak Suzuki mungkin menyadari akan sulit bisa bersaing dengan strategi marketing reguler di pertempuran Toyota Vios dan Honda City di segmen sedan mini, atapun menyeruak di antara persaingan Honda Jazz vs Toyota Yaris, dan Suzuki Baleno Hatchback dapat dikatakan sebagai bentuk strategi yang cukup apik.

Suzuki Baleno yang dulu kita kenal sebagai sedan mini dengan 3 kompartemen ruang, kini hadir dengan format hatchback dimana ruang penumpang dan bagasi berada dalam satu kompartemen. Plus, setelah berubah wujud, harganya pun terhitung menarik alias cukup berhemat ketimbang menebus Honda Jazz atau Toyota Yaris.

Lihat saja di situs resmi Suzuki Indonesia (per 11 November 2018), untuk Baleno Hatchback transmisi manual dihargai Rp 204 juta dan transmisi otomatis Rp 217 juta, on the road Jakarta.

Utak-Atik Marketing Kendaraan Hatchback dalam Secangkir Kopi

Henry Tanoto (Vice President Director PT Toyota Astra Motor) bersama dengan Toyota Yaris.

Sebagian masyarakat Indonesia nampaknya mulai menyadari kendaraan keluarga dengan tiga baris kursi dan berkapasitas tujuh kursi, sudah kurang praktis untuk kebutuhan sehari-hari.

Buktinya berdasarkan data Gaikindo (2013 – 2016), data pasar segmen Low MPV terus mengalami penurunan. Andai saja Mitsubishi Xpander tidak hadir di tahun 2017 lalu, bisa jadi pasarnya kembali tidak tumbuh.

Pertimbangan kemacetan yang semakin tinggi, tingkat kegesitan manuver kendaraan, dan konsumsi BBM bisa jadi menjadi variabel yang mempengaruhi minat beli konsumen migrasi ke kendaraan hatchback ke depannya.

Saat media tabloid otomotif terbesar di tanah air mengganjar Toyota Yaris sebagai Car of The Year 2018 tentu memiliki pertimbangan khusus, selain faktor pertimbangan bisnis.

Data penjualan mobil compact (dimana kendaraan hatchback masuk di dalamnya) di dunia pada tahun 2017 berada di posisi kedua terbesar setelah pasar kendaraan SUV. Klik di sini untuk melihat sumber datanya.

Pilihan Ban Mobil Hatchback Berkualitas 

Salah satu produsen ban terkemuka yang menggarap serius pasar kendaraan hatchback di Tanah Air adalah PT Gajah Tunggal Tbk melalui brand GT Radial yang telah dipasarkan di 80 negara di dunia.

Empat raja di segmen Hatchback saat ini yaitu Honda Jazz, Toyota Yaris, Honda Civic Hatchback dan Suzuki Baleno menggunakan ban ukuran standar berdiameter 15-inci hingga 17-inci.

Untuk ukuran ban seperti itu pilihannya ada di salah satu model ban terbaru GT Radial yaitu Champiro GTX PRO yang terdiri dari rentang ukuran 13 – 18. Ban GT Radial Champiro GTX PRO adalah ban tuning dengan desain khusus dan dikembangkan untuk para penggemar mobil masa kini (termasuk hatchback) yang mengutamakan penampilan serta performa tinggi.

Pilihan lebih andal ada GT Radial Champiro SX2 yang sudah terbukti keandalannya di berbagai ajang motorsport, bahkan di pentas internasional. Ban GT Radial Champiro SX2 tersedia dalam rentang ukuran 15 – 18.

Ban GT Radial Champiro SX2 telah dikenal memiliki karakter yang tangguh serta berdaya cengkeram sangat kuat, karena daya traksi dan kemampuan manuver serta akselerasi yang super cepat.

Awrait, demikian sementara artikel a la secangkir kopi di hari Minggu pagi 11 November 2018. Semoga ada manfaatnya, setidaknya sebagai hiburan.

Terima kasih telah bersedia mampir, dan juga follow jbkderry.com via email (jika belum) untuk dapat terus update informasi di blog sederhana khas secangkir kopi ini…

One Reply to “MELONGOK PERKEMBANGAN PASAR MOBIL HATCHBACK DI TANAH AIR (2012-2018)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s