RATTHAPONG WILAIROT JUARA ASIA KELAS SUPERSPORTS 600 2018 SECARA DRAMATIS

Ratthapong Wilairot berhasil memaksimalkan performa Yamaha YZF-R6 untuk mengunci titel juara Asia Supersports 600 ARRC 2018. (sumber foto: ARRC)

Mancanegara (Thailand) – Perebutan titel juara Asia di kelas Supersports 600 di kejuaraan Asia Road Racing Championship (ARRC) 2018 bisa jadi salah satu yang terseru.

Bagaimana tidak, jika pada race 2 di seri pamungkas di Sirkuit Buriram – Thailand, Minggu 2 Desember 2018, ada empat pembalap yang secara matematis punya kans menjadi juara dunia tahun ini. 

Posisi klasemen sebelum race kedua seri penutup digelar di Sirkuit Buriram – Thailand, Minggu (2/12).

Anthony West pembalap asal Australia yang mendapat hukuman dari Federasi Motor Internasional (FIM) akibat kedapatan mendapat doping, tepat sebelum seri 5 di Sirkuit Sentul – Bogor, masih kokoh di puncak klasemen dengan nilai 136 meski harus kehilangan potensi meraup maksimal 100 poin pada 2 seri terakhir tahun ini.

Tepat di bawahnya ada pembalap tuan rumah Ratthapong Wilairot (Yamaha Thailand Racing Team) dengan nilai 116, dan itu berarti dia harus menjadi kampiun atau pemenang pada race terakhir di tahun ini, agar dapat melewati poin Anthony West.

Di posisi ketiga ada pembalap Indonesia Ahmah Yudhistira (Manual Tech KYT Kawasaki Racing) dengan nilai 115, dan itu juga berarti sama dengan Ratthapong Wilairot, pembalap asal Banjarmasin ini juga harus menjadi juara untuk bisa merebut poin maksimal 25 dan melewati poin West.

Satu pembalap lagi adalah juara Supersports 600 ARRC di tahun 2017, Azlan Shah Kamaruzaman (Manual Tech KYT Kawasaki Racing) yang memiliki nilai 112.

Jalannya Balapan Race 2 – Seri 6 Supersports 600 ARRC 2018 (Thailand)

Tiga pembalap dari tiga negara memasang asa bisa menjadi kampiun di race terakhir di tahun 2018 ini. 18 lap yang panjang siap ditaklukkan.

Ratthapong Wilairot (Thailand) start dari grid pertama, mengandalkan tungganganya Yamaha YZF-R6, ia berharap bisa mengulangi prestasi di race 1 dengan menjadi juara.

Ahmad Yudhistira (Indonesia) start dari posisi keempat. Mengandalkan tunggangannya Kawasaki ZX-6R, ia jelas harus tampil habis-habisan dan tidak bisa lagi sekadar meraih podium (ketiga) seperti pada race 1. Kalau bahasa kerennya, “It’s now or never, because winner takes all” atau cuma dengan menang baru bisa jadi juara Asia di tahun ini.

Satu kandidat lain Azlan Shah Kamaruzaman yang start dari posisi ketujuh nampak yang paling tidak terlalu ambisius dibanding dua rival terberatnya di atas. Ya, secara matematis, kansnya memang yang paling kecil.

Lima lampu merah pun padam, dan itu berarti saatnya handel gas dibuka dalam-dalam. Sesaat Ahmad Yudhistira nampak bisa bertarung ketat pada dua lap awal dengan Ratthapong, namun pada lap berikut fokusnya nampak terganggu dengan tekanan Keminth Kubo pembalap Yamaha Racing Asean asal Thailand dan membuatnya agak tercecer ke belakang dari persaingan penentuan tersebut.

Klasemen akhir kelas Supersports 600 ARRC 2018. (sumber image: ARRC)

Setelah itu, Decha Kraisart (rekan setim Ratthapong) yang juga asal Thailand dan sempat memimpin jalannya race, nampak memberikan hadiah kemenangan untuk Ratthapong Wilairot untuk bisa tampil sebagai kampiun sekaligus menjadi juara Asia di kelas Supersports 600 ARRC 2018.

Posisi podium di race 2 seri 6 Supersports 600 ARRC 2018, Thailand, Minggu (2/12). (Sumber foto: ARRC)

Selamat untuk Yamaha Thailand Racing Team dan Ratthapong Wilairot atas gelar membanggakan di tahun ini.

Sampai ketemu lagi di ulasan balapan ARRC di tahun 2019 mendatang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s