VOLKSWAGEN DIKABARKAN AKAN BERHEMAT RP 50 TRILIUN (SINYAL PHK MASSAL LAGI?)

Mancanegara – Di awal Desember 2018 (Kamis, 6/12), salah satu kabar “terpanas” di jagat otomotif dunia adalah keputusan pabrikan mobil dengan penjualan terbesar di tahun 2017 (baca: Volkswagen AG) untuk melakukan langkah penghematan 3 miliar Euro atau sekitar Rp 49,5 triliun (nilai kurs Rp 16.500).

Keputusan ini kabarnya untuk meningkatkan margin keuntungan seperti yang telah berhasil dilakukan pesaing terkuatnya brand asal Jepang, Toyota.

Nah, menyusul keputusan penghematan ini, kekhawatiran terbesar tentunya adalah melalui langkah perpopuler yaitu pemutusan hubungan kerja dengan karyawan. Apalagi bukan rahasia lagi, jika biaya tenaga kerja pabrik Volkswagen di Jerman terhitung tinggi.

Sekadar menyegarkan ingatan, beberapa merek yang berada di bawah bendera Volkswagen AG di antaranya Audi, Porsche, Skoda dan Seat. 

“Kami berharap di tahun 2020, kami sudah dapat melakukan penghematan sekitar tiga miliar Euro, dan selanjutnya tiga miliar Euro pada tahun 2023,” kata Arno Antlitz, salah satu petinggi VW di bidang finansial, pada saat konferensi pers di Wolfsburg, Jerman, Kamis (6/12).

Dengan langkah penghematan ini nantinya diharapkan margin keuntungan bisa naik setidaknya enam persen pada tahun 2022.

Dalam keterangan pers itu sendiri, pihak Volkswagen tidak menyebut mengenai langkah pemutusan hubungan kerja karyawan secara gamblang. Hanya disebutkan akan ada langkah mengurangi biaya administrasi dan lebih menyederhanakan proses produksi kendaraan, serta upaya meningkatkan produktivitas pabrik hingga 30 persen pada tahun 2025.

Meski demikian, pihak manajemen Volkswagen telah memulai komunikasi dengan para pemuka pendapat di jajaran karyawan mengenai pelaksanaan rencana konstruktif ini.

Pihak Volkswagen juga mengungkapkan akan menambah investasi lebih dari 11 miliar Euro dalam pengembangan mobil listrik, sistem digital, dan sistem kemudi otomatis hingga tahun 2023 mendatang.

Kabar dari Jerman ini tentu tidak terlalu dampaknya di Indonesia, mengingat kendaraan Volkswagen AG seperti VW, Audi dan Porsche masuk melalui jalur kerjasama authorized sales distributor alias bukan pihak prinsipalnya langsung seperti yang telah dilakukan oleh merek asal Jerman lainnya, yaitu Mercedes-Benz dan BMW.

Pasar mobil di Indonesia pun masih cukup jauh dari aplikasi mobil listrik dan sistem kemudi otomatis. Meski demikian nilai pelajaran yang bisa dipetik dari informasi ini adalah bagaimana fungsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin menjadi keniscayaan untuk mengganti peran kerja manusia di masa depan.

Bagaimana menurut pendapat kalian, gaeezzz?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s