SECANGKIR KOPI DENGAN DEPUTY DIRECTOR TOYOTA INDONESIA SOAL MOBIL LISTRIK

Executive General Manager (Deputy Director) PT Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto, tengah diinterview para jurnalis.

Jakarta – Di sela-sela acara “Toyota Indonesia Year End Media Gathering”, Selasa 11 Desember 2018 lalu, jbkderry.com sempat melakukan wawancara singkat mengenai keberadaan dan perkembangan mobil listrik di Indonesia dengan Executive General Manager (Deputy Director) PT Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto yang akrab disapa pak Soerjo.

Tanpa berpanjang lebar berikut petikan wawancara tersebut, semoga ada manfaatnya untuk wawasan terkini mengenai perkembangan mobil listrik di Indonesia:

Tanya: Bagaimana menurut pak Soerjo selaku perwakilan Toyota di Indonesia mengenai langkah pemerintah melalui BPPT dan Pertamina yang telah meresmikan stasiun pengisian daya kendaraan listrik di bulan Desember 2018 ini?

Jawab: Menurut kami, hal itu adalah sesuatu yang wajar, karena menurut Menteri ESDM Ignasius Jonan, saat ini Jawa Bali lagi dalam kondisi surplus listrik.

Hal ini tentu saja sangat baik untuk dimanfaatkan, khususnya di wilayah Jawa. Keberadaan Gas Electric Station di SPBU Kuningan Pertamina di Jakarta juga sekaligus menunjukkan jika Indonesia sudah siap dengan keberadaan mobil listrik.

Di sisi lain, industri otomotif Indonesia saat ini memang sudah bergerak ke arah sana, tinggal masalah waktu kapan kita akan menggunakan EV (electric vehicle).

Tanya: Bagaimana soal perkembangan kebijakan LCEV (Low Carbon Emission Car) terkini di pemerintah Indonesia?

Jawab: Saat ini, peraturan pemerintah masih digodok. Sebagai Agen Pemegang Merek dan anggota Gaikindo, kami juga tengah menunggu kabarnya dari Gaikindo, karena pemerintah berbicara dengan Gaikindo sebagai wadah atau asosiasinya.

Tapi sebagai informasi tambahan, kebijakan mengenai LCEV ini bukan hanya yang pure mobil listrik atau EV, karena ada juga teknologi Plug-in Hybrid Vehicle (PHEV) seperti Toyota Prius PHEV. Lalu ada juga teknologi hybrid seperti Camry dan Alphard.

Tanya: Bagaimana dengan kans pasar mobil listrik di Indonesia?

Jawab: Kalau membahas soal kans pasar mobil listrik itu bisa disamakan dengan analogi atau kilas balik pada sistem transmisi otomatis dulu.

Saat publik mulai teredukasi dan merasakan manfaatnya, khususnya di kota-kota besar Indonesia, keberadaan mobil bertransmisi otomatis semakin menjadi kebutuhan.

Hal ini juga kurang lebih sama dengan kans mobil LCEV ke depannya. Salah satu pertanyaan publik yang paling sering saat ini adalah soal bagaimana perawatan dan pergantian baterei listrik.

Kata kuncinya kembali adalah “Edukasi ke masyarakat”, sehingga publik bisa mengerti bagaimana mengoperasionalkan kendaraan EV.

Menyinggung mengenai edukasi sendiri tergantung wilayah di Indonesia. Secara umum seperti saya kemukakan sebelumnya, kalau misalnya di kota-kota besar mirip dengan edukasi transmisi otomatis dulu.

Mengedukasi soal mobil listrik ke publik ini juga merupakan bagian disrupsi teknologi (kira-kira artinya “hal yang pasti terjadi”). Salah satu cara mengedukasi publik pun makin mudah dengan keberadaan sosial media yang bisa menjangkau wilayah pinggiran, sepanjang soal keterjangkauan internet tidak menjadi kendala.

Soal lain tentunya kebutuhan infrastruktur yang bisa mendukung keberadaan mobil listrik itu sendiri.

Secara umum kans pasarnta tentu ada, namun masih di kelas medium-up, sementara di pasar lower entry seperti segmen Avanza masih belum memikirkan ke arah sana. Itulah mengapa sementara ini, Toyota Indonesia masih memasarkan teknologi mobil listrik pada varian Alphard, Camry dan Prius.

Tanya: Apakah nantinya keberadaan mobil listrik akan mematikan pasar mobil bermesin konvensional?

Jawab: Pandangan itu di masa depan bisa saja terjadi, tapi masih sangat jauh. Di negara-negara maju seperti di Eropa, Amerika dan Cina buktinya meski mobil EV dan hybrid sudah populer dan bahkan mendapat insentif dari pemerintahnya masing-masing, tapi buktinya pasar mobil konvensional tetap diminati.

jbkderry.com: Terima kasih atas kesediaan waktunya buat wawancara singkat ini.

Pak Soerjo: Terima kasih sama-sama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s