BELAJAR HIDUP DARI KANG RIDWAN KAMIL (ARTIKEL KHAS SECANGKIR KOPI)

“Jika wajah kamu tidak tampan, jadilah pria mapan, sehingga wajahmu dimaafkan.” (Ridwan Kamil)

Sumber foto: Ig kang Emil @ridwankamil

Jakarta – Kamis 20 Desember 2018, salah satu topik hangat di media massa adalah dibukanya tol Jakarta – Surabaya oleh Presiden Joko Widodo. Tinggal masukkan kata kunci “tol Jakarta Surabaya” akses informasinya sejibun.

Nah, sebagai media kelas secangkir kopi anti mainstream, jbkderry.com ingin mengangkat hal yang lain saja di hari yang sama. Artikel khas secangkir kopi di hari ini adalah soal pelajaran hidup dari Jawa Barat 1, kang Ridwan Kamil.

Artikel secangkir kopi ini terilhami dari interview Alvin Adam di kanal YouTube Good Friend di hari Selasa 18 Desember 2018. Sebelum dibahas lebih lanjut, uniknya media mainstream dari grup media gede juga membuat artikel dari sumber informasi 4-seri video di kanal YouTube Good Friend. 

Lahir dari orang tua dosen: Ternyata orang tua dari lima bersaudara ini adalah pasangan dosen. Menurutnya, secara kondisi keuangan orang tuanya cenderung pas-pasan, sehingga acap kali lauk makanan dibagi terbatas bersama empat saudara lainnya.

“Orang tua memang tidak mewariskan harta, tapi pada pembekalan karakter,” kata kang Emil pada Alvin Adam.

Soal ini, jbkderry.com jadi ingat kata-kata Robert Toru Kiyosaki, jika orang tua akademi memang cenderung tidak kaya secara finansial.

Jiwa Pengusaha dari kecil: Sejak dari kelas 1 SD sudah punya jiwa wirausaha. “Suatu saat saya lewat lapangan sepakbola yang banyak orang bermain. Melihat cuaca panas, orang-orang yang banyak, dan belum jualan es. Saya pun meminta ibu membuat es susu putih dan coklat  ke dalam plastik, lalu dimasukkan ke dalam kulkas, lalu dijual dengan dimasukkan ke dalam boks nasi.”

“Kerjakan yang kita cintai, cintai apa yang kita kerjakan. Kalau rumus itu dipakai, kita akan kerja itu sungguh-sungguh, karena cinta kan, hasilnya pasti akan bagus.”

Politik Mengubah 180 Derajat Kehidupan Kang Emil:  “Kang Emil memang berkarakter negarawan. Dulunya sih Kang Emil dikenal sebagai Raja Lempeng, tapi kini meski lelah, begitu ketemu masyarakat langsung semangat lagi,” kata istrinya, Atalia Praratya Kamil.

“Kang Emil adalah orang yang pantang menyerah dan cepat berpikir,” imbuh istrinya yang akrab disapa Bu Cinta di Ignya.

Pernah ditolak cewek juga dan jadi laki-laki nomor 42 di hati Bu Cinta: Ternyata kang Emil pernah ditolak dua kali, ditinggal kawin sekali, dan menjadi laki-laki nomor 42 di diri Atalia PR.

Keluarga moviegoers: Sekitar 70 persen quaility time bersama istri dan kedua anaknya adalah nonton film. “Kami keluarga moviegoers,” kata Kang Emil.

Mereka juga menyempatkan waktu seminggu sekali jalan bareng.

Kesukaan Kang Emil: Selain jago arsitek, Kang Emil ternyata suka bikin puisi. “Kalau makanan kesukaannya sampai sekarang masih ceplok telor dan tahu goreng,” kata Bu Cinta. 

Setia pada istri: “Saya tidak bisa sendirian, saya butuh teteh. Kita ini adalah satu tim, kita mah jadi satu tim yang kompak. Dia menghargai keberadaan saya, dan dia membutuhkan saya,” kata Bu Cinta.

Wuih, salut pisan sama kang Emil. Semoga Allah SWT senantiasa mengiringi keluarga kang Emil dalam kebaikan, amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s