MILLY & MAMET: FILM TERBAIK 2018 VERSI JBKDERRY.COM

Jakarta – Sebagai moviegoers kelas berat, jbkderry.com pasti berusaha tidak melewatkan film-film terbaik sepanjang tahun (versi perspektif secangkir kopi).

Dan di tahun 2018, dari sekian film yang sempat ditonton jbkderry.com di layar lebar, rasanya tidak berlebihan jika film Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga merupakan film terbaik sepanjang tahun ini.

Salut banget buat Ernest Prakasa yang berhasil menunjukkan naiknya kemampuan sinematografi dirinya. Setelah terkesan pada narasi di film Cek Toko Sebelah, namun agak kecewa dengan film Susah Sinyal, nah, di film berdurasi 1 jam 41 menit ini, jbkderry.com jadi semakin antusias untuk menonton karya-karya Ernest Prakasa lainnya. 

Film Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga menawarkan narasi yang sangat dekat dengan kehidupan keluarga muda masa kini, di antaranya perbedaan pandangan dan pendapat antara suami serta istri yang masing-masing berpegang pada kebenaran perspektifnya masing-masing.

Buat keluarga muda, dialog ini mengingatkan pada peristiwa yang sangat logis dan mungkin terjadi di banyak keluarga muda saat ini.

Jadi ini film keluarga muda? Enggak juga, kehadiran Jojo yang diperankan Eva Celia Lesmana, tetangga Milly & Mamet, dilukiskan sebagai perempuan muda yang cantik, energik, sukses, mandiri, namun kerap menghadapi kendala dengan cintanya.

Jojo mengingatkan pada banyak peran perempuan saat ini yang sudah terbiasa menjadi mandiri dan matahari, sehingga saat berpasangan kemudian hari akan susah meruntuhkan egonya, karena terbiasa menjulangkan eksistensi. Mungkin hal ini juga yang mengingatkan banyak perempuan seperti Jojo di luar sana yang tetap sendirian di usia yag sebenarnya cukup matang untuk berkeluarga.

Banyak peran-peran lain di film ini yang sifatnya supporting tapi tetap membuat makna kehadiran yang kuat, termasuk para stand-up comedy yang dilibatkan Ernest Prakasa di film ini yang cukup banyak mewakili potret kehidupan dan kegelisahan hidup masyarakat umum (baca: kelas menengah bawah dan kelas pekerja) di negeri ini.

Lalu ada juga konsep orang kaya konservatif a la pak Sony mengingatkan pada sosok Ned Flaming di Why Him? (2016), sementara gaya mafia pengusaha kelas kakap a la Hartono (papanya James, pacar Alex) dan sahabatnya (diperankan August Melasz) sangat mengingatkan pada orang-orang kuat di negeri ini yang ada di lingkaran rezim yang pernah menguasai negeri ini selama puluhan tahun, serem, cuy…

Dibilang serem, karena kemampuan mereka membeli ketukan palu pak hakim, atau menggerakkan orang-orang yang siap menjual “religi” mereka untuk melakukan pembelaan.

Eh, ada juga biduan cantik Isyana Sarasvati yang berperan sebagai sekretaris James. Ada juga Mama Itje, selegram kuliner, yang diperankan Melly Goeslaw. Ada si cantik Julia Estelle yang baru saja digaet salah satu agensi film ternama di Hollywood, ICM Partners.

Hmm, daripada kebanyakan spoiler, mending kamu segera nonton film ini daripada nyesel nanti kalau sudah turun layar. Meski menurut pengalaman jbkderry.com saat nonton semalam di XXI-CCM, antrian film ini rasanya bakal panjang dan sangat mungkin menjadi salah satu film dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang tahun ini.

Selamat buat Ernest yang telah membuat film sebagus ini, jbkderry.co jadi turut bangga ada karya anak bangsa sekelas Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga. Ditunggu film-film berkualitas berikutnya yah, Ernest…

Buat kamu yang sudah nonton juga, silakan tinggalkan komentar pengalamannya setelah nonton film ini yah. Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk mampir di jbkderry.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s