EMPAT RUTE PERBUKITAN MENANTANG DI BOGOR BUAT BERSEPEDA

Bogor – Suasana libur Natal 2018 dan tahun baru 2019, serta liburan anak sekolah, bukan rahasia lagi sudah menjadi tradisi (khususnya di kalangan urban) untuk berburu tempat untuk menghibur diri dari rutinitas yang penat, sekaligus buat berkontemplasi.

Umumnya rutenya adalah keluar kota (terutama yang berdomisili di Jabodetabek). Berdasarkan pantauan jbkderry.com di sosial media (Facebook, Instagram dan Twitter) saat membuat artikel ini, sudah ramai postingan tentang suasana berlibur yang jauh dari tempat kediaman.

Problemnya tidak semua akses jalan menuju lokasi berlibur itu dapat mengurangi rasa penat dan jenuh. Salah-salah malah menjadi pemicu bentuk stress baru melihat dan menghadapi kemacetan akut di perjalanan menuju lokasi berlibur. Jika kejadiannya seperti ini sama saja hanya mengalihkan situasi stress satu ke situasi stress lainnya.

Tiba di lokasi berlibur persoalan baru bisa jadi timbul, selain umumnya tarif tempat berlibur dinaikkan oleh pengelola, Anda juga bisa menghadapi keramaian orang yang punya tujuan sama, yaitu melepas kepenatan rutinitas.

Pertanyaannya kemudian makna rihatnya dimana?

Nah, jika Anda berdomisili di sekitaran Depok dan Bogor, serta suka bersepeda, ada beberapa lokasi tempat rehat yang cukup nyaman di tengah suasana alam perbukitan yang sejuk udaranya dan enak dipandang mata pemandangannya. Kalau tidak suka bersepeda bisa juga naik motor. Naik mobil juga bisa cuma tantangannya bisa disebut minim.

Plus, biayanya pun terhitung relatif jauh lebih terjangkau.

Berikut empat lokasi bersepeda di kawasan perbukitan Bogor yang bisa menyegarkan Anda dari rutinitas yang penat:

Medan Off-Road di Belakang Sirkuit Sentul

Buat penyuka medan off-road bersepeda bisa melalui rute ini. Kalau dari arah pertigaan sirkuit Sentul, ambil kanan yang ke arah Babakan Madang. Nanti sekitar 1,5 km ada belokan kiri masuk ke situ, dan saat sudah masuk menuju lokasi akan melewati batas sirkuit Sentul di tikungan terakhir.

Nah, di sini rutenya selain tanah merah dan cukup rusak, tantangan lainnya adalah medan bebatuan dan menanjak. Buat penyuka tantangan dan ingin merasakan bersepeda di jalan off-road bisa melalui rute ini.

Untuk nilai, jbkderry.com kasih nilai 7.

Bukit Hambalang

Nah, ini lokasinya di dekat BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan Universitas Pertahanan Indonesia. Silakan masukkan kata kuncinya di Google Maps.

Setelah masuk ke jalan Anyar, khususnya setelah jembatan menuju kawasan BNPT, suasana udara sejuk langsung terasa. Cuma kalau bersepeda pastikan fisik Anda siap dan jangan pernah maksa kalau sudah mulai kehabisan napas.

Setelah memasuki gerbang selamat datang Desa Hambalang, Anda akan langsung memasuki jalanan khas perbukitan yang dihiasi pohon-pohon tinggi, serta jalanan menanjak dan meliuk.

Bisa dibilang secara situasi lalu lintas, ini salah satu bersepeda yang relatif paling aman, karena kendaraan tidak terlalu banyak yang berlalu-lalang, meski harus tetap hati-hati pada saat masuk dan keluar tikungan.

Sekitar 1,5 km dari gerbang selamat datang Desa Hambalang tadi, ada warung kaki lima yang jbkderry.com suka sebut sebagai Pos 1 buat para pesepeda. Nongrong di sini merupakan tempat yang paling enak, harga jajanan pun standarlah. Cuma makanannya yah cuma ada mie instan pakai telur.

Kalau masih kuat dan ingin mencoba kekuatan dengkul, bisa naik hingga ke nol kilometer tanjakan yang kira-kira jatuhnya pas di kantor desa Hambalang. Jaraknya sekitar 1,5 km lagi ke atas. Nah, setelah kantor desa itu, jalannya terus menurun. Dan tidak jauh dari kantor desa ada warung kaki lima (sebelum tikungan kiri), dimana Anda juga beristirahat dan di sini ada menu nasi dan lauk pauk.

Buat yang sudah 3 – 4 kali ke sini seperti jbkderry.com mungkin merasa bosan, karena jalur tanjakannya terasa tidak cukup panjang untuk menguji kekuatan dengkul dan napas, tapi pemandangan alamnya juara dan biaya ke sana juga terhitung ramah kantong. Intinya gak perlu mahal buat kalau sekadar liburan mengusir jenuh dan penat.

Untuk rute ini, jbkderry.com kasih nilai 7,5 buat bersepeda.

Desa Bojong Koneng

Bersepeda di rute menanjak itu sangat menguji fisik dan keteguhan hati.

Nah, banyak orang kaya yang loading sepeda ke sini. Mereka membawa mobil terus dititip di sekitaran kawasan Sentul City seperti seorang kawan jbkderry.com beberapa waktu lalu.

Tapi buat yang bersepeda menuju lokasi seperti yang jbkderry.com sudah dua kali lakukan adalah bisa melalui jalan akses antara Hotel Harris Sentul dan Sentul International Convention Center.

Di kawasan perumahan mewah Sentul City juga ada lajur khusus sepeda yang dibuatkan, jadi relatif lebih aman. Mata juga dimanjakan dengan pemandangan rumah-rumah mewah dan alam yang asri.

Menuju ke titik nol kilometer menjadi tantangan tersendiri memang. Pertama, sekitar 4 kilometer pertama rutenya bisa dibilang kurang enak dipandang mata ataupun dilalui. Ruas jalanan yang cukup sempit dan berpasir, lalu-lalang kendaraan juga cukup padat, serta pemandangannya gak oke, plus ada sekitar dua rumah yang menjadi tempat perternakan ayam broiler di pinggir jalan yang tentu saja baunya kurang sedap saat dilalui.

Baut yang bersepeda ke sini, tips dari jbkderry.com pastikan kondisi fisik dan sepeda (khususnya rem) sehat, pakai kaca mata serta masker anti debu.

Setelah melalui rute kurang asyik itu, saat sudah melalui kawasan perbukitan yang terbuka, pemandangan alam dari ketinggiannya indah banget, guys. Ada kawasan warung di tepian jurang yang mengingatkan jbkderry.com pada suasana saat mau masuk kawasan Batu – Malang beberapa tahun silam.

Tidak jauh dari situ, ada satu warung kaki lima yang menjadi spot istirahat paling oke. Pemandangannya juara, dan lokasinya sekitar 1,5 km sebelum titik nol kilometer desa Bojong Koneng. Di warung ini, harga jajanannya pun relatif standar saja. Cuma makanannya cuma ada mie instan pakai sawi dan telur. Lalu ada kelapa muda yang harganya Rp 15 ribu.

Buat yang ingin memuaskan hasrat ke titik nol kilometer desa Bojong Koneng juga bisa. Meski kondisi rutenya menantang dengan jalur menanjak dan turunan, serta berkelok-kelok, namun udaranya enak banget khas dataran tinggi.

Untuk rute ini, jbkderry.com kasih nilai 8.

Bukit Pelangi Bogor (Rainbow Hills)

Ini rute bersepeda yang jalannya paling menanjak dibanding Bukit Hambalang dan Desa Bojong Koneng, tapi jujur paling enak dan mengasyikkan. Buat yang tidak ingin langsung gowes dari rumah juga bisa loading di kawasan Sentul City.

Pemandangan alam menuju kawasan Bukit Pelangi Bogor dijamin segar dipandang mata, dan jalurnya juga enak. Ya, jalur tanjakannya memang lebih panjang dibanding kedua rute di atas, tapi rasanya juarak (ya, pakai “k” kaya anak-anak millenial kalau ngomong), tapi itu sepadan dengan nilai keasyikan yang ditawarkan.

Saat tiba di Bukit Pelangi, sedianya jbkderry.com bersama empat kawan pada tanggal 25 Desember 2018 lalu ingin melanjutkan perjalanan sampai ke Gunung Geulis yang jaraknya tidak sampai dua kilometer lagi, tapi seorang kawan sudah menyerah dari bawah tadi dan demi kebersamaan kami pun putar balik kanan.

Nah, yang seru, saat memasuki kawasan Bukit Pelangi, ada belokan kanan pertama (silakan pilih rute itu buat yang suka tantangan). Sekitar 400 – 500 meter dari titik belokan itu, ada suasana pemandangan alam yang juarak banget, guys.

Lalu ada trek turunan yang dipenuhi ilalang layaknya scene di film Black Panther. Kerenlah pokoknya. Bisa pilih rute itu buat pulang ke arah Sentul City dan melalui rute bebatuan perkampungan, model setengah off-road. Di sini, rutenya bisa dibilang yang paling menantang yang jbkderry.com pernah lalui. Mana, ban sepeda bukan buat peruntukan off-road lagi. Alhasil meski cakap, tangkas dan hati-hati, biar tapak ban tetap dari grip.

Rute melalui jalan ini sekitar 1,5 – 2 km, dan mirip-mirip trek film-film hantu Indonesia dimana peserta terakhir yang biasanya diculik duluan, dan syet, jbderry.com yang paling belakang selalu di sini, hiks…

Untuk rute ini, jbkderry.com kasih nilai 8,5.

Awrait, itu dulu sementara artikel di hari ini, guys. Semoga ada manfaatnya, terima kasih yah telah menyempatkan waktu mampir di mari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s