HONDA CB650R NEO SPORT CAFE APA SIH PESONANYA SAMPAI DIHARGAI RP 265 JUTA

Sumber foto: Astra Honda Motor

Jakarta – Sabtu 9 Februari 2019, atensi jagat maya otomotif nasional banyak yang tersita dengan kedatangan Marc Marquez di kota Kembang Bandung.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pun sampai memposting foto dan video singkat di akun Instagramnya terkait kedatangan juara dunia lima kali kelas para raja MotoG itu.

Selain keriuhan soal kedatangan Marc Marquez di kota kembang, salah satu pesona lain yang banyak menyita perhatian publik otomotif nasional di hari itu adalah peluncuran naked bike Honda CB650R yang disebut mengusung desain Compact Neo Sport Cafe.

Berdasarkan pantauan di jagat sosial media, beberapa selegram otomotif pun nampak dengan bangga hati memposting foto dirinya dengan motor yang banderolnya tembus Rp 265 juta.

Yup, betul Rp 265 juta, atau dengan kata lain berarti lebih mahal Rp 104,7 juta ketimbang naked bike Kawasaki Z650 (Rp 160,3 juta) dan lebih mahal Rp 93 juta ketimbang motor penjelajah Kawasaki Versys 650 (Rp 172 juta).

Dengan gap harga yang lumayan tinggi ketimbang dua rivalnya yang juga bermesin 650cc dari Kawasaki itu, apa sih keistimewaan Honda CB650R ini?

Sebagai media kelas secangkir kopi, jbkderry.com coba bantu dari perspektif yang mungkin terkesan receh, tapi semoga tetap ada manfaatnya. 

Desain yang keren

Urusan desain, alur desain Honda CB650R menurut jbkderry.com lebih sedap dipandang sekaligus lebih modern ketimbang Kawasaki Z650. Kesan urbannya lebih dapet, meski ini tentu kembali ke selera masing-masing.

Pilihan Warna yang menarik

Honda CB650R hadir dengan dua pilihan warna yang lebih menarik, yaitu hitam atau merah pada bagian kelir tangkinya. Namun menurut jbkderry.com, pilihan warna merah (tepatnya candy chromosphere red) yang diperkenalkan saat peluncuran itu sangat identik dengan warna merah a la motor Honda.

Mesin 4-silinder yang nampak kekar

Mesin liquid-cooled 4-langkah DOHC 4-silinder nampak lebih sangar dilihat dibanding mesin liquid-cooled, 4-langkah DOHC Parallel Twin (dual silinder) milik Kawasaki Z650 dan Kawasaki Versys 650.

Bagaimana dengan performanya? Jika mengacu pada data masing-masing pabrikan, mesin Honda CB650R yang berkapasitas 648,72 cc punya daya puncak 66,5 kW/11.000 rpm dan torsi maksimal 60,7 Nm/8.000 rpm, yang dipadu dengan sistem transmisi constant mesh 6-speed.

Bagaimana dengan rivalnya? Kawasaki Z650 (649 cc) memiliki tenaga puncak 50.2 kW/8.000 rpm dan torsi maksimal 65.7 Nm/6.500 rpm (transmisi 6-percepatan). Sementara  mesin Kawasaki Versys 650 (649cc) disebut memiliki tenaga puncak 51 kW/8.500 rpm dan torsi maksimal 64 Nm/7.000 rpm.

Di atas kertas dari perbandingan tersebut, Honda CB650R lebih unggul di tenaga, atau dengan kata lain kalau dipakai touring ke luar kota jarak menengah dan jauh lebih menyenangkan. Sementara kedua rivalnya lebih unggul di tarikan awal, jadi kalau untuk pemakaian dalam kota dan kemampuan berakselerasi relatif lebih unggul.

Kok relatif? Ya, karena ini juga tergantung dengan posisi duduk masing-masing pengemudi. Kita bahas di poin selanjutnya yuk, soal dimensi.

Dimensi 

Saat melihat beberapa selegram yang postur tingginya “hanya” 160an cm masih nampak proporsional di atas Honda CB650R, nampaknya moge ukuran sedang ini cukup ramah untuk postur orang Indonesia.

Lantas berapa sih ukuran dimensinya? Honda CB650R memiliki dimensi panjang 2.128 mm, lebar 784 mm, tinggi 1.076 mm, jarak antar sumbu roda 1.449 mm, tinggi tempat duduk 810 mm, serta  jarak terendah bodi ke permukaan jalan 148 mm. Bobot kendaraan 203 kg.

Rival naked bike-nya Kawasaki Z650 ternyata punya dimensi yang lebih ramping dan kecil, yaitu panjang 2.055 mm, lebar 775 mm, tinggi 1.080 mm, jarak antar sumbu roda 1.410 mm, jarak terendah bodi ke permukaan jalan 130 mm, plus bobot yang lebih ringan 16 kg, yaitu 187 kg.

Maknanya apa kira-kira? Artinya kalau Honda CB650R pas untuk postur orang Indonesia yang tingginya sedang 160an cm, Kawasaki Z650 juga memiliki spesifikasi yang juga memenuhi kriteria itu.

Kaki-Kaki yang kekar dan handal

Honda CB650R dibekali ukuran ban yang lebih gede di roda belakang ketimbang Kawasaki Z650; ukuran ban depan 120/70R17M/C (58W) dan ban belakang 180/55ZR17M/C (73W).

Sementara Kawasaki Z650 dibekali ban depan berukuran sama 120/70ZR17M/C (58W), dan ban belakang  160/60ZR17M/C (69W).

Untuk urusan pengereman, Honda CB650R dibekali rem depan hidrolik Double 310 mm Disc with Four Piston Calipers, dan rem belakang hidrolik Single 240 mm Disc with Single Piston Caliper, serta telah dilengkapi teknologi ABS. 

Rivalnya Kawasaki Z650 sebenarnya memiliki kualifikasi sistem pengereman yang nampak sepadan, yaitu rem depan Dual semi-floating 300 mm petal discs, ABS. Serta rem belakang Single 220 mm petal disc, ABS.

Bagaimana dengan perbandiang sistem suspensi? Honda CB650R dibekali suspensi depan Showa 41 mm Inverted Telescopic Fork, dan suspensi belakang Aluminum Swing Arm, Adjustable Monoshock.

Rivalnya dibekali suspensi depan 41 mm telescopic fork, serta suspensi belakang Horizontal Back-link with adjustable preload. Untuk desain lengan ayun belakang, jbkderry.com lebih suka desain Kawasaki Z650, meski tetap ada catatan karena ukurannya nampak lebih kecil ketimbang punya Honda CB650R.

Fitur yang lebih menyenangkan

Salah satu pesona kuat dari Honda CB650R menurut jbkderry.com adalah desain lampu depan bulat khas Honda. Apalagi sudah dibekali teknologi LED.

Panel instrumen LCD dengan latar biru selain lebih sedap dipandang juga membuat kesannya sebagai tunggangan kalangan urban modern juga dapat.

Kesimpulan a la secangkir kopi jbkderry.com

Kalau urusannya soal desain yang lebih urban dan lebih enak, serta urusan duit gak masalah, Honda CB650R jelas pilihan yang sangat menarik. Apalagi didukung dengan faktor kebaruannya yang jelas mengatrol gengsi pemiliknya.

Tapi kalau urusan budget masih menjadi concern, maka pilihan pada Kawasaki Z650 ataupun Kawasaki Versys 650 juga rasanya cukup sepadan, termasuk soal gengsi pas di jalan. Yup, motor 650cc jelas bukan mainan anak kaleng-kaleng yang kalau ketangkap polisi langsung banting motor dan bakar STNK. Salah satunya karena kedua motor ini bobotnya berat, kecuali kalau yang punya Master Deddy Corbuzier atau Master Limbad sih lain persoalan.

Awrait, itu saja artikel kali, guys. Semoga ada manfaatnya. Terima kasih telah menyempatkan waktu mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s